Paus Fransiskus: Tidak cukup hanya untuk 'menjadi baik'. Kamu harus pergi ke Misa



diposting Kamis, 14 Desember 2017

Orang Kristen perlu mengambil kekuatan dari Ekaristi untuk mempraktekan Injil, kata Paus

Seorang Katolik tidak bisa melakukan perbuatan baik dan melewatkan Misa pada hari Minggu, kata Paus Fransiskus

Ini adalah Ekaristi yang menyediakan makanan rohani yang dibutuhkan orang Kristen untuk benar-benar menjalani Injil dalam kehidupan sehari-hari mereka.

"Bagaimana kita bisa menanggapi mereka yang mengatakan bahwa tidak perlu pergi ke Misa, bahkan pada hari Minggu, sebab yang penting adalah hidup dengan baik, untuk mencintai tetangga (sesama) kita?" Paus bertanya kepada khalayak umum.

"Memang benar bahwa kualitas kehidupan Kristen diukur dari kemampuan untuk mencintai, tapi bagaimana kita bisa mempraktekkan Injil tanpa mengambil kekuatan yang diperlukan untuk melakukannya, minggu demi minggu, dari sumber Ekaristi yang tak habis-habisnya?"


Memang benar bahwa umat Katolik harus pergi ke Misa sebab ini adalah hukum Gereja, Paus menambahkan, tetapi ini saja tidak cukup.

"Kita orang Kristen perlu berpartisipasi dalam Misa hari Minggu sebab hanya dengan kasih karunia Yesus, bersama kehadiran-Nya yang hidup di dalam kita dan di antara kita, dapatkah kita mempraktekkan perintah-Nya, dan dengan demikian menjadi saksi yang dapat dipercaya,"
katanya.

Tanpa Ekaristi, orang-orang Kristen "dikutuk untuk didominasi oleh kelelahan dalam kehidupan sehari-hari."

Link sumber: http://­catholicherald.co.uk/­news/2017/12/14/­pope-francis-its-not-­enough-just-to-be-go­od-you-must-go-to-ma­ss/

Minggu, 17 Desember 2017 Hari Minggu Adven III

Minggu, 17 Desember 2017
Hari Minggu Adven III

Kita semua percaya akan Kristus, dan mengharapkan keselamatan di dalam Dia. (St. Agustinus)

Antifon Pembuka (Flp 4:4-5)
  
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah! Sebab Tuhan sudah dekat.
 
Rejoice in the Lord always; again I say, rejoice. Indeed, the Lord is near.     
    
Gaudete in Domino semper: iterum dico, gaudete: modestia vestra nota sit omnibus hominibus: Dominus prope est. Nihil solliciti sitis: sed in omni oratione petitiones vestrae innotescant apud Deum.
          
Madah Kemuliaan ditiadakan, pada Misa ini ada Syahadat.
   
Doa Pagi

Ya Allah Bapa kami, Engkau memperbarui dunia dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Kami mohon, teguhkanlah iman, harapan dan kasih kami untuk menyongsong kedatangan Putra-Mu, sehingga kami pun benar-benar diperbarui. Sebab Dialah Tuhan kami, Yesus Kristus, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (61:1-2a.10-11)
     
"Aku bersukaria di dalam Tuhan."
    
Kata nabi, “Roh Tuhan ada padaku, sebab ia telah mengurapi aku. Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati. Aku diutus untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara. Tuhan Allah berkenan kepadaku untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan dan hari pembalasan Allah kita. Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku. Sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin pria mengenakan hiasan kepala, dan seperti pengantain wanita memakai perhiasan. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Luk 1:46-54; Ul: Yes 61:10b)
1. Aku mengagungkan Tuhan, hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku. Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.
2. Mulai sekarang aku disebut yang bahagia oleh sekalian bangsa. Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa; kuduslah nama-Nya.
3. Kasih sayang-Nya turun-temurun kepada orang yang takwa. Perkasalah perbuatan tangan-Nya; diceraiberaikan-Nya orang yang angkuh hatinya.
4. Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta, yang hina dina diangkat-Nya. Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan; orang kaya diusir-Nya dengan tangan kosong.
5. Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel, hamba-Nya. Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya untuk selama-lamanya.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (1Tes 5:16-24)
    
"Semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tidak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita."
    
Saudara-saudara, bersukacitalah senantiasa! Tetaplah berdoa dan mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kamu di dalam Kristus Yesus. Jangan padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat! Ujilah segala sesuatu, dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya, dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia; maka Ia pun akan menggenapinya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, Kanon, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yes 61:1)
Roh Tuhan ada padaku. Ia mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:6-8.19-28)
   
"Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal."
  
Datanglah seorang yang diutus Allah namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Yohanes sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya beberapa imam dan orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, “Siapakah Engkau?” Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias!” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Yohanes menjawab, “Bukan!” Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Maka kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawab Yohanes, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan, seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya. Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepada Yohanes, “Mengapa engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab kepada mereka, “Aku membaptis dengan air, tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Hal itu terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis orang.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
  

Renungan

 

 Seperti apa kita sendiri menghadapi persoalan-persoalan dalam hidup? Apakah kita cepat bingung? Apakah kita gampang stres? Nyatanya, semua orang punya problem! Selain itu, masih lebih banyak lagi yang memiliki masalah yang jauh lebih berat dari yang kita hadapi. Akan tetapi, ketika mengalami kesulitan, kita malah jadi tinggi hati. Kita mencari-cari 'penyelesaian' atau tepatnya memaksa pertolongan dari orang-orang tertentu yang kadang memang tidak bisa menolong kita. Namun, kita terus mendesak supaya mereka menolong kita. Jika perlu, dengan menimpakan 'kesalahan' pada orang lain, supaya orang tersebut merasa sungka, dan terpaksa melakukan yang kita minta. 
 
 Apakah dengan demikian lantas kita merasa puas? Apakah kita senang berhasil memaksa orang? Jika itu terjadi, tentu sungguh mengherankan. Kita meminta tolong, tetapi memaksa. Kita membuat orang jadi 'mesias prematur', keliru, hanya karena kita tidak mengenali Mesias yang sesungguhnya, yang setiap saat berdiri di sebelah kita! Kita seperti orang yang mau menyeberang jalan, tetapi tidak melihat terlebih dahulu ke kanan dan ke kiri. Pada saat itu, kita adalah orang yang mungkin paling 'tidak relevan' berada di tempat kita berada. 
 
 Yohanes Pembaptis tidak memaksa Yesus tampil sebelum waktunya. Yohanes tahu bahwa Yesus akan hadir di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat pula. Yohanes memilih untuk 'melindungi' Yesus dengan nyawanya sendiri. Ia menghadapi sendiri risiko di penjara, supaya nanti Yesus bisa muncul di depan umum, dan dikenali sebagai Mesias yang sesungguhnya. Yang ditunjukkan Yohanes ini sungguh merupakan persahabatan yang luar biasa! 
 
 Ketika kita masih menantikan perayaan Natal, apakah kita sudah belajar mengenali Mesias di sebelah kita? Apakah kita sungguh tahu cara-Nya hadir di tengah-tengah kita? Atau sebaliknya, kita masih sibuk memaksa orang lain menjadi 'penyelamat' kita? Jika itu yang masih kita lakukan, kita akan lebih banyak lagi kecewa di masa penantian ini. Mesias tidak lahir dengan terpaksa. Ia hanya akan hadir dan membawa sukacita, kalau kita belajar peka, mengenali-Nya yang sebenarnya sudah berdiri di antara kita. (BV/INSPIRASI BATIN 2017)

Antifon Komuni (bdk. Yes 35:4)

Katakanlah kepada yang tawar hati: Tabahkanlah hatimu dan jangan takut. Lihatlah, Tuhan akan datang menyelamatkan kita.

Say to the faint of heart: Be strong and do not fear. Behold, our God will come, and he will save us.

Dicite: Pusillanimes confortamini, et nolite timere: ecce Deus noster veniet, et salvabit nos
 

*************************************************************************
PENGUMUMAN PENTING: Tahun ini, umat beriman memiliki kewajiban ganda pada akhir pekan Natal. Ada kewajiban untuk menghadiri Misa hari Minggu pada hari Minggu Ke-4 Adven dan sebuah kewajiban untuk menghadiri Misa pada hari Natal. Setiap Misa yang dirayakan pada tanggal 23-24 Desember berakhir sebelum pukul 16.00 pada tanggal 24 Desember memenuhi kewajiban untuk Minggu Keempat Adven.
Setiap Misa dirayakan pada tanggal 24 Desember setelah pukul 16.00 sore adalah sebuah Misa Natal dan memenuhi kewajiban untuk menghadiri misa pada hari Natal.
 
 
  

Sabtu, 16 Desember 2017 Hari Biasa Pekan II Adven

Sabtu, 16 Desember 2017
Hari Biasa Pekan II Adven

“Oleh karena cinta dan kuasa-Nya, Ia yang tunggal mempersatukan banyak orang pada Diri-Nya.” (Beato Ishak dari Stella)

Antifon Pembuka (Mzm 79:4.2)

Datanglah, ya Tuhan, tampakkanlah wajah-Mu, maka selamatlah kami.

Come and show us your face, O Lord, who are seated upon the Cherubim, and we will be saved.

Doa Pembuka

Allah Bapa Mahakuasa, terbitkanlah cahaya kemuliaan-Mu dalam hati kami dan usirlah kegelapan malam. Semoga pada saat Putra-Mu datang, nyatalah kami ini putra-putri cahaya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Elia dipuji sebagai nabi yang penuh kuasa. Atas kuasa Allah, ia bisa mendatangkan kelaparan. Ia juga memulihkan suku Yakub. Berbahagialah mereka yang melihat Elia.

Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (48:1-4.9-11)
   
   
"Elia akan datang lagi."
  
Dahulu kala tampillah Nabi Elia bagaikan api. Perkataannya membakar laksana obor. Dialah yang mendatangkan kelaparan atas orang Israel, dan karena geramnya, jumlah mereka dijadikannya sedikit. Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mukjizatmu! Siapa dapat memegahkan diri sama dengan dikau? Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda berapi. Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, untuk mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. Berbahagialah orang yang telah melihat engkau, dan yang meninggal dalam kasih.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 802
Ref. Bangkitkanlah, ya Tuhan, kegagahan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
Atau: Ya Allah, pulihkanlah kami. Buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.
Ayat. (Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19; R: lh4)
1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!
3. Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu. Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Lukas 3:4.6)
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.
 
Yesus menyebut Yohanes sebagai Elia. Akan tetapi, orang-orang tidak mengenalnya. Demikian juga Anak Manusia akan mengalami hal yang sama. Ia akan menderita karena umat-Nya.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (17:10-13)
  
"Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia."
    
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya turun dari gunung, para murid bertanya kepada-Nya, “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Yesus menjawab, “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu. Dan Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian pula Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan

 
Kedekatan Nabi Elia dengan Allah membuat dia dapat melakukan tanda-tanda ajaib. Sayangnya, upaya Elia untuk mengembalikan hati bapa kepada anaknya dan untuk memulihkan segala kedurhakaan manusia terhadap Allah tidak ditanggapi oleh orang pada zamannya. Begitu juga dengan Yesus yang sudah datang, mewartakan Kerajaan Allah dan memulihkan segala sesuatu, tetapi ditolak oleh ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi. Tegar hati berarti ruang hati manusia dikuasai oleh kejahatan dan tidak mau menerima kehadiran Allah di dalam hidupnya. Apakah aku juga orang yang tegar hati? Cuek (acuh tak acuh) terhadap kebaikan?
 

Antifon Komuni (Bdk. Why 22:12)

Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Behold, I am coming soon and my recompense is with me, says the Lord, to bestow a reward according to the deeds of each.

Doa Malam

Allah Bapa yang kudus, perbaruilah diri kami untuk belajar mengenal Putra-Mu yang hadir dalam sesama kami. Semoga kepekaan kami untuk melihat dan merasakan kehadiran Putra-Mu dalam diri sesama, membuat kami semakin manusiawi terhadap sesama yang secitra dengan Engkau. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


RUAH

Jumat, 15 Desember 2017 Hari Biasa Pekan II Adven

Jumat, 15 Desember 2017
Hari Biasa Pekan II Adven

"Tata keselamatan Perjanjian Lama terutama dimaksudkan untuk menyiapkan kedatangan Kristus Penebus seluruh dunia." Meskipun kitab-kitab Perjanjian Lama "juga mencantum hal-hal yang tidak sempurna dan bersifat sementara, kitab-kitab itu memaparkan cara pendidikan ilahi yang sejati. ... Kitab-kitab itu mencantum ajaran-ajaran yang luhur tentang Allah serta kebijaksanaan yang menyelamatkan tentang peri hidup manusia, pun juga perbendaharaan doa-doa yang menakjubkan, akhirnya secara terselubung [mereka] mengemban rahasia keselamatan kita" (DV 15). (Katekismus Gereja Katolik, 122)

Antifon Pembuka

Lihatlah, Tuhan akan datang dengan mulia, mengunjungi umat-Nya dalam damai, dan memberi mereka hidup abadi.

Behold, the Lord will comec descending with splendor to visit his people with peace, and he will bestow on them eternal life


Doa Pembuka

Allah Bapa Mahakuasa, perkenankanlah umat-Mu selalu berjaga sambil menantikan kedatangan Putra-mu. Semoga kami dengarkan nasihat Penyelamat kami, sehingga pada saat Ia datang, kami dapat menyongsong-Nya dengan pelita menyala. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (48:17-19)
   
    
"Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku."
  
Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, “Akulah Tuhan Allahmu, yang mengajarkan hal-hal yang berfaedah bagimu, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya. Nama mereka takkan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Barangsiapa mengikuti Engkau, ya Tuhan, akan mempunyai terang hidup.
Ayat. (Mzm 1:1-2.3.4.6; R:5a)
1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3. Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, orang berdosa tidak akan betah dalam perkumpulan orang benar; sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan pasti datang. Sambutlah Dia! Dialah pangkal damai sejahtera.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:16-19)
 
"Mereka tidak mendengarkan Yohanes Pembaptis maupun Anak Manusia."
 
Yesus berkata kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya, ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak berkabung.’ Sebab Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan dan tidak minum, dan mereka berkata, ‘Ia kerasukan setan’. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang-orang berdosa’. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan

 
Dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan orang yang "asal beda" dalam segala pendapat dan tindakan. Istilah Jawa, sikap seperti itu dikatakan "waton sulaya". Orang yang demikian selalu menyimpang dari pendapat bersama. Tidak ada dasar dan alasan yang kuat, tetapi segalanya dilakukan untuk sesuatu yang tidak jelas. Ia selalu mencari celah yang tidak dipikirkan orang atau yang bertentangan dengan pendapat yang sudah diambil. Apakah untuk mencari sensasi? Atau sekadar untuk menambah persoalan? Tidak jelas juga. 
 
 Orang-orang yang seperti itu rupanya sejak zaman Yesus juga sudah ada. Ia selalu berkomentar yang negatif atas segala yang terjadi. Seperti anak kecil, yang diajak tidak mau, kalau ditinggal rewel. Yohanes tidak makan dan minum dikatakan kerasukan setan. Sedangkan Yesus makan dan minum dikatakan seorang pelahap dan peminum.
 
 Menghadapi orang yang demikian itu, kata orang Jawa lagi, "sing waras ngalah" (yang sehat mengalah). Lebih baik tidak usah ditanggapi, dan dibiarkan. APa yang kita anggap baik, jalan terus. Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya. (FXS/RENUNGAN HARIAN MUTIARA IMAN 2017). 
  
Antifon Komuni (Bdk. Flp 3:20-21)

Kami menantikan penyelamat, Tuhan Yesus Kristus, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.

We await a savior, the Lord Jesus Christ, who will change our mortal bodies, to conform with his glorified body.
 
 
 

Kamis, 14 Desember 2017 Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja

Kamis, 14 Desember 2017
Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja
 
Di dalam Kristus ada lubuk-lubuk dalam yang masih harus didugai, yang selamanya tidak akan habis-habisnya. (St. Yohanes dari Salib)
 

Antifon Pembuka (Gal 6:14)
 
Tiada yang kubanggakan, selain salib Tuhan kita Yesus. Karena Dia, dunia tersalib bagiku dan aku bagi dunia. 
  
Doa Pembuka


Allah Bapa Mahamulia, Santo Yohanes, imam-Mu, telah mengingkari diri dan amat mencintai salib Kristus. Semoga kami mengikuti teladannya, agar Kauperkenankan memandang kemuliaan-Mu yang kekal. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.


Allah menegaskan Diri-Nya sebagai Penyelamat umat-Nya. Ia akan menyertai Israel keluar dari kesusahan. Allah tidak akan meninggalkan umat Israel..


Bacaan dari Kitab Yesaya (41:13-20)
   
  
"Yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel."
    
Aku ini Tuhan, Allahmu. Aku memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu, “Janganlah takut. Akulah yang menolong engkau.” Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah sabda Tuhan; dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru dengan gigi dua jajar. Engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya; bukit-bukit pun akan kaubuat seperti sekam. Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau akan bersorak-sorak dalam Tuhan dan bermegah dalam Yang Mahakudus, Allah Israel. Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan. Tetapi Aku, Tuhan, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel, aku tidak akan meninggalkan mereka. Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata air membual di tengah dataran. Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga, dan memancarkan air dari tanah kering. Aku akan menanam pohon ara di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak. Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta cemara di sampingnya, supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan Tuhanlah yang membuat semuanya itu, dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
Ayat. (Mzm. 145: 9,10-11,12-13ab, R: 8)
1. Aku hendak mengagungkan Dikau, ya Allah, ya Rajaku, aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
2. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan Kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
3. Untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan Kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yes 45:8)
Hai langit, turunkanlah embunmu, hai awan, hujankanlah keadilan. Hai bumi, bukalah dirimu, dan tumbuhkanlah keselamatan.
 
Yesus memuji Yohanes Pembaptis. Yohanes dipuji sebagai orang besar. Hanya orang yang terkecil dalam Kerajaan Surga dapat mengalahkan kebesaran Yohanes.

 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:11-15)
  
"Tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis."
     
Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang banyak, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Namun, yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripadanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga dirongrong, dan orang yang merongrongnya mencoba menguasainya. Sebab semua kitab para nabi dan kitab Taurat, bernubuat hingga tampilnya Yohanes. Dan jika kalian mau menerimanya, Yohanes itulah Elia yang akan datang itu. Barangsiapa bertelinga hendaklah ia mendengar!”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
 
Renungan
 

Yakub dan Israel berjaya karena tangan Tuhan menyertai mereka. Israel tidak perlu takut karena Tuhan akan membuat segalanya menjadi baru. Santo Yohanes dari Salib mengadakan pembaruan di dalam kehidupan para Karmelit karena baginya Tuhan adalah segalanya. Ia mengajarkan agar segala yang bukan Allah harus disingkirkan. Ia tidak mundur selangkah pun meski mendapat banyak tantangan dari saudara se-Ordo. Ia terus melanjutkan pembaruan hidup rohani dengan menekankan bahwa orang hanya dapat mencapai kesempurnaan bila ia menyangkal diri dan mengosongkan diri dari segala yang bukan Tuhan. 
   
Antifon Komuni (Mat 16:24)

Barangsiapa ingin menjadi murid-Ku, hendaklah ia menyangkal diri, memanggul salibnya dan mengikuti Aku.
     
Doa Malam

Ya Tuhan, ajarilah aku untuk senantiasa menghargai para pemimpin yang telah Engkau pilih sendiri. Buatlah agar aku turut mendukung rencana baik mereka dan berani bersikap dengan benar bila terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang aku pikirkan dan inginkan. Amin.
 
 


RUAH

Rabu, 13 Desember 2017 Peringatan Wajib St. Lusia, Perawan dan Martir

Rabu, 13 Desember 2017
Peringatan Wajib St. Lusia, Perawan dan Martir

“Mereka yang murni hatinya adalah bait Roh Kudus” (St. Lusia)


Antifon Pembuka

Inilah martir sejati yang bersedia menumpahkan darah untuk membela nama Kristus. Ia tidak takut terhadap ancaman di pengadilan. Kerajaan Surga kini menjadi miliknya.
    
Doa Pagi

Allah Bapa sumber cahaya abadi, dengarkanlah kiranya kami berkat bantuan Santa Lusia, perawan dan martir-Mu. Semoga kemuliaannya yang kami peringati di dunia, kelak kami saksikan pula di surga. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.


Doa Pembuka


Allah Bapa Mahakuasa, Engkau telah memanggil kami untuk menimba kekuatan baru. Perkenankanlah kami memperhatikan Sabda-Mu, ialah Yesus yang terurapi, yang telah sudi menjadi cahaya hidup kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (40:25-31)
 
"Tuhan yang mahakuasa memberikan kekuatan kepada yang lelah."
 
Yang Mahakudus berfirman, “Dengan siapa kalian hendak menyamakan Daku? Siapa yang setara dengan Daku? Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah! Siapa yang menciptakan semua bintang itu? Siapa yang menyuruh mereka ke luar seperti tentara, sambil memanggil nama mereka masing-masing? Tidak ada satu pun yang tidak hadir, sebab Dia itu Mahakuasa dan Mahakuat. Hai Yakub, hai Israel, mengapa engkau berkata begini, ‘Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hatiku tidak diperhatikan Allahku?’ Tidakkah engkau tahu, dan tidakkah engkau mendengar? Tuhan itu Allah yang kekal, yang menciptakan alam semesta. Tuhan tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. Pengertian-Nya tidak terduga. Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada mereka yang tidak berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung. Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru. Mereka seumpama rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lesu. Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/2, PS 835
Ref. Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
atau Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.
Ayat. (Mzm 103:1-2.3-4.8-10)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!
3. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan akan datang menyelamatkan umat-Nya. Berbahagialah orang yang menyongsong Dia

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:28-30)
  
"Datanglah kepada-Ku kalian yang letih lesu."
  
Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah-lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 

Di tengah hiruk pikuk dunia yang penuh dengan berbagai isu kesenjangan sosial, gesekan antarkelompok dan ujaran kebencian, isu perpecahan bangsa, ketidakstabilan ekonomi, bahkan isu perang dunia, manusia zaman sekarang semakin mudah merasa lelah. Sementara dalam keluarga sendiri, tantangan untuk bertahan hidup dan mendidik anak-anak tidak semakin mudah. 
 
 Namun hari ini Tuhan menyapa kita semua, "Datanglah kepada-Ku, hai kalian yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepada-Mu." Tuhan tahu gelisahnya kita, lelahnya kita dan bahkan kerinduan kita untuk sejenak menarik nafas dan beristirahat. Betapa bahagianya kita ketika Tuhan memanggil kita untuk menerima kelegaan dari-Nya.
 
 Kuk yang selama ini membebani kita mungkin bukanlah kuk yang tepat. Bukan dalam arti bahwa Tuhan hendak mengganti beban hidup kita dengan beban yang lain. Kuk yang ditawarkan Yesus adalah cara kita memandang dan menghadapi berbagai persoalan hidup kita. Yesus menampilkan diri-Nya sebagai teladan yang dari-Nya kita bisa belajar, bagaimana menyikapi berbagai problematika. "Aku ini lemah lembut dan rendah hati." Lemah lembut dan rendah hati Yesus bukanlah sifat yang menjadikan kita lunak dan mudah patah arang, melainkan senantiasa berpikir jernih dan tidak menanggapi segala sesuatu dengan marah dan frustasi. Rendah hati menuntun kita untuk senantiasa memandang Bapa sebagai Sang Mahasumber kehidupan. Kepada-Nyalah kita berserah dan menimba kekuatan. Kedua sifat ini terbukti nyata sampai akhir hayat Yesus ketika menderita sengsara sampai wafat di salib. 
 
 Inilah jati diri kita sebagai seorang pengikut Kristus. Pengikut Kristus bukanlah orang yang dengan mudahnya mengumbar amarah karena hinaan orang. Yesus telah rela menanggung segala bentuk penghinaan, dan terbukti bahwa penghinaan yang paling keji sekalipun tidak dapat mengalahkan kemuliaan-Nya sebagai Raja. Maka kita pun yang telah ditebus-Nya turut menikmati kemuliaan tersebut. Kita pernah tersulut karena sebuah hinaan, karena kemuliaan iman kita adalah kemuliaan Allah yang Mahamulia. Justru kemuliaan itu mengantar kita pada sukacita Kabar Gembira keselamatan Tuhan, sukacita yang tak mungkin dirampas oleh siapa pun. Datanglah kepada Tuhan, bersyukurlah dan pujilah Tuhan, sebab sedemikian besar kasih-Nya bagi kita sehingga kita boleh merasakan sukacita surgawi, bahkan ketika kita masih berziarah di bumi. Sukacita Tuhan menenangkan hati dan mengubah kita menjadi tanda kehadiran Allah di dunia dengan senantiasa menebarkan kasih, kedamaian dan harapan.  (KAN/INSPIRASI BATIN 2017)
   
Antifon Komuni (Yoh 14:21-23)
 
Barangsiapa mencintai Aku, dicintai Bapa-Ku. Kami akan datang dan tinggal padanya.
 
 

Selasa, 12 Desember 2017 Hari Biasa Pekan II Adven

Selasa, 12 Desember 2017
Hari Biasa Pekan II Adven
 
“Janganlah khawatir mengenai apa pun, bukankah aku ada di sini? Aku, yang adalah bundamu! Bukankah engkau ada dalam perlindunganku?.” (SP. Maria dari Guadalupe)
 

Antifon Pembuka (Za 14:5.7)

Tuhan pasti akan datang, diiringi semua orang kudus, bersinarkan cahaya gemilang.
   
Behold, the Lord will come, and all his holy ones with him;and on that day there will be a great light.
   
Doa Pembuka
   

Ya Allah, Engkau telah menunjukkan keselamatan-Mu kepada segala ujung bumi. Semoga kami senantiasa berharap dalam sukacita sambil menantikan kelahiran Kristus, Putra-Mu. Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
    
Yesaya menubuatkan penghiburan bagi Israel. Tuhan sendiri akan datang untuk melakukannya. Karena itu, Israel diminta untuk menyiapkan diri menyongsong kedatangan Tuhan.
     

Bacaan dari Kitab Yesaya (40:1-11)
    
"Allah menghibur umat-Nya."
    
Beginilah firman Tuhan, “Hiburlah, hiburlah umat-Ku! Tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan dua kali lipat karena segala dosanya.” Ada suara berseru, “Siapkanlah di padang gurun jalan bagi Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, setiap gunung dan bukit harus diratakan. Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi rata, dan yang berlekak-lekuk menjadi datar. Maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama! Sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.” Terdengarlah suatu suara, “ Berserulah!” Jawabku, “Apa yang harus kuserukan?” Serukanlah: Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, apabila Tuhan menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.” Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda, “Lihat, itu Allahmu!” Lihat, itu Tuhan Allah! Ia datang dengan kekuatan, dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan ternak-Nya dan menghimpunkan-Nya dengan tangan-Nya. Anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Lihat, Tuhan datang dengan kekuatan!
Ayat. (Mzm 96:1-2.3.10ac.11-12.13)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya, kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang daripada-Nya.
2. Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."
3. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
4. Bersukacitalah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Hari Tuhan sudah dekat, Ia datang sebagai penyelamat.

Lewat perumpamaan, Yesus mengungkapkan misi-Nya. Ia datang untuk mencari umat-Nya yang tersesat. Ia datang untuk menyelamatkan domba-domba-Nya.
    
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:12-14)
     
"Bapamu tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang."
    
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Bagaimana pendapatmu? Jika seseorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang 99 ekor di pegunungan, lalu pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika ia berhasil menemukannya, lebih besarlah kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang sembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian pula Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan


Ketika kita mengalami pengampunan dari Allah, yang ada hanyalah nyanyian sukacita. Rasa sedih dan takut hilang lenyap tak berbekas. Rasa syukur menjadi seruan yang tak henti-hentinya karena Bapa di surga tidak berkenan satu pun dari kita hilang. Kegembiraan dan sorak-sorai akan dialami oleh siapa saja yang mempersiapkan diri ke dalam kerahiman Allah. Kehidupan yang gersang berubah menjadi subur dan segar. Inilah tanda orang yang sudah berdamai kembali dengan Allah. Apakah aku setia bergaul dengan firman Tuhan? Adakah damai di dalam hatiku?
    
Antifon Komuni (Bdk. 2Tim 4:8)
    
Hakim hanya akan memberikan mahkota kebenaran kepada orang-orang yang merindukan kedatangan-Nya.
    
The Just Judge will bestow a crown of righteousness on those who eagerly await his coming.
 
 
  
Doa Malam

Bapa kami yang ada di surga, Engkau tidak menghendaki seorang pun di antara kami yang tersesat dan hilang, maka dengan sabar Engkau akan mencari dan menemukan kami kembali. Biarlah tangan kami selalu Kautuntun dan Kaubimbing ke tempat yang Kaukehendaki. Amin. 
   
RUAH