MISA MINGGU PRAPASKAH V

MISA MINGGU PRAPASKAH V
Gereja Katolik Santo Petrus Katedral Bandung
MULAI PUKUL 17.00 WIB 28/03/2020

 




 *****************************************************
DOA KOMUNI SPIRITUAL 
  
Yesusku, aku percaya,
Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus.
Aku mencintai-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku.
Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi,
datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku.
Seolah-olah Engkau telah datang,
Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu;
jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin.





DOA MEMOHON PERLINDUNGAN DARI WABAH VIRUS CORONA
   

Terpujilah Engkau Bapa Surgawi, Pencipta Alam Semesta Yang Mahakuasa. Engkau menunjuk kami sebagai penguasa atas semua makhluk hidup dan memberikan kami kuasa kepemilikan atas mereka. Namun dalam banyak hal kami mengecewakan-Mu dan karenanya, kami memohon ampun dari-Mu.

Dalam saat-saat yang mengkhawatirkan ini dengan wabah virus Corona yang mengancam kesehatan dan keberadaan semua orang, kami dengan rendah hati dan penuh keyakinan memohon perlindungan, penyembuhan, dan pemulihan dari-Mu terutama bagi mereka yang telah terkena wabah ini.


Bapa, jagalah keselamatan para petugas kesehatan, mereka yang menghibur orang sakit, semua personel imigrasi dan semua yang dengan berani bertugas mengamankan negara kita dan dunia dari ancaman virus ini.

Jadilah kehendak-Mu, ya Bapa, ikatlah wabah ini dan singirkanlah penderitaan ini dari kami. Roh Kudus, ubahlah ketakutan kami menjadi kekuatan, ketangguhan dan ketabahan serta bantulah kami menghasilkan buah-buah iman, harapan, amal dan kasih.

Darah Yesus yang mulia, kuduskanlah dunia dari wabah ini.
Hati Kudus Yesus, kasihanilah kami.
Bunda Penolong Abadi, awasi kami dan jadilah perantara kami.
Santo Benediktus dan Santo Rafael, doakanlah kami.
Semua malaikat pelindungan kami terangi dan jagalah kami.

Demi nama Yesus yang Mahakudus, kami berdoa. Amin

 ******* 

 SIARAN LANGSUNG MISA KUDUS
BAHASA INGGRIS

EWTN
ETERNAL WORLD TELEVISION NETWORK
melalui 
video EWTN klik disini
audio EWTN klik disini
melalui facebook EWTN klik disini
melalui facebook EWTN ASIA PASIFIK  klik disini

SETIAP HARI PUKUL 19.00 WIB
dan
 selalu pantau
https://web.facebook.com/renunganpagi.blogspot 

Minggu, 29 Maret 2020 Hari Minggu Prapaskah V

Minggu, 29 Maret 2020
Hari Minggu Prapaskah V


Kemalasan adalah dosa yang "dapat digunakan setan untuk memusnahkan kehidupan spiritual kita dan juga kehidupan kita sebagai manusia," (Paus Fransiskus, 24 Maret 2020)
      

Antifon Pembuka (Bdk. Mzm 43:1-2)
  
Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh. Luputkanlah aku dari penipu dan orang yang curang. Sebab Engkaulah Allahku dan kekuatanku.
  
Iudica me Deus, et discerne causam meam de gente non sancta: ab homine iniquo et doloso eripe me: quia tu es Deus meus, et fortitudo mea.
   

Doa Pembuka


Allah Bapa kami maha pengasih, karena cinta kasih Putra kesayangan-Mu telah menyerahkan diri untuk wafat demi keselamatan kami. Perkenankanlah kami hidup dalam cinta kasih-Nya dan menempuh jalan yang dilalui-Nya dengan gembira karena yakin akan bantuan-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
  

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (37:12-14)
 
"Aku akan memberikan Roh-Ku kepadamu, sehingga kamu hidup."
   
Beginilah firman Tuhan Allah, “Sungguh, Aku akan membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu dari dalamnya, hai umat-Ku. Dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalam dirimu, sehingga kamu hidup kembali, dan Aku akan menempatkan kamu di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, yang me-ngatakannya dan membuatnya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.  
     
       
 
Mazmur Tanggapan, do=f, Kanon 2 Suara 2/4, PS 814
Ref. Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah.
Ayat. (Mzm 130:1-2.3-4.5-6b.7b-8; Ul:lh.7)
1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.
2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang bertakwa kepada-Mu.
3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.
4. Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel, dari segala kesalahannya.
  
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (8:8-11)
  
"Roh Allah yang membangkitan Yesus dari antara orang mati diam di dalam dirimu."
    

Saudara-saudara, mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, kalau Roh Allah memang tinggal di dalam dirimu. Tetapi jka orang tidak memiliki Roh Kristus, maka ia bukanlah milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada dalam dirimu, maka tubuhmu memang mati karena dosa, tetapi rohmu hidup karena kebenaran. Dan jika Roh Allah, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam dalam dirimu, maka Ia yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam dalam dirimu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
      

Bait Pengantar Injil, Mzm 95:8ab, do=bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Yoh 11:25a.26)
Akulah kebangkitan dan hidup, Sabda Tuhan; setiap orang yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.

    

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (11:1-45)
 
"Akulah kebangkitan dan hidup."
  
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria adalah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus, “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” Mendengar kabar itu Yesus berkata, “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya serta Lazarus. Namun setelah mendengarnya bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari kita kembali lagi ke Yudea.” Murid-murid itu berkata kepada-Nya, “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau; masihkah Engkau mau kembali ke sana?” Jawab Yesus, “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.” Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Yesus berkata kepada mereka, “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.” Maka kata murid-murid itu kepada-Nya, “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.” Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang, “Lazarus sudah mati. Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah sekarang kita pergi kepadanya!” Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain, “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” Ketika Yesus tiba di Betania, didapati-Nya Lazarus telah empat hari terbaring di dalam kubur. Betania itu tidak jauh dari Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang untuk menghibur Marta dan Maria berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, “Ya Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” Sesudah berkata demikian, Marta pergi memanggil saudaranya Maria, dan berbisik kepadanya, “Guru ada di sana, dan Ia memanggil engkau.” Mendengar itu, Maria segera bangkit, lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai-Nya. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama Maria di rumah itu untuk menghiburnya melihat Maria tiba-tiba bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah Maria di depan kaki Yesus dan berkata kepada-Nya, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Ketika Yesus melihat Maria menangis, dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata, “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka, “Tuhan, marilah dan lihatlah!” Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi, “Lihatlah, betapa besar kasih-Nya kepadanya!” Tetapi beberapa orang di antaranya berkata, “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak mampukah Ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?” Makin masygullah hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus, “Angkatlah batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada Yesus, “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata, “Bapa, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku. Tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri mengelilingi Aku ini, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras, “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan, dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, “Bukalah kain-kain itu, dan biarkan ia pergi.” Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

 
Kisah tentang Lazarus dibangkitkan menjadi dasar iman kita bahwa hidup atau mati itu ada di tangan Tuhan. Berita mengenai Lazarus yang sakit keras dan pasti akan meningga. Dalam waktu dekat, tidak membuat Yesus segera datang, tetapi justru menunggu sampai Lazarus meninggal. Dengan sengaja setelah menerima berita itu, Ia tinggal dua hari di tempat Ia berada. Dengan demikian ada kesempatan bagi-Nya untuk menyatakn kemuliaan dan mewahyukan Diri. Memang setiap mukjizat yang dilakukan bukan untuk menyelamatkan orang secara fisik belaka, melainkan dan terutama menjadi sarana untuk menyatakan Diri agar orang mengenal siapa Dia dan percaya pada-Nya. Marta yang menyongsong Dia amat menyayangkan keterlambatan-Nya datang, sehingga Lazarus sudah keburu mati. Dialog Yesus dengan Marta menunjukkan bahwa Marta masih belum percaya akan Yesus memiliki kuasa untuk menghidupkan Lazarus, karena menurutnya hanya Allah yang memiliki kuasa untuk itu. Namun tampak juga bahwa ada kepercayaan dalam diri Marta bahwa permohonan Yesus akan didengar oleh Allah karena kedekatan-Nya. Maria juga memiliki pandangan serupa dengan mengatakan ”Tuhan sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak akan mati.” Kalau hanya sakit keras atau menjelang mati pasti Yesus berkuasa menyembuhkan seperti terjadi pada mukjizat-mukjizat penyembuhan. Kisah selanjutnya mewartakan dan menegaskan Bahwa Yesus memiliki kuasa yang sama dengan Allah. Ia membangkitkan Lazarus dari mati, bahkan setelah empat hari; Dan karena kuasa yang ditunjukkan-Nya itu, hanya] di antara orang-orang Yahudi percaya kepada-Nya.

Sebagai orang beriman kepada Kristus, kita percaya bahwa Ia memiliki kuasa setinggi dan sebesar kuasa Allah, karena Dia adalah Allah Putra. Ia berkuasa atas kehidupan setiap orang. Maka kita percaya bahwa hidup ini ada dalam tangan-Nya. Kematian fisik mestinya bukan sesuatu yang perlu ditakuti, karena bagi orang percaya pada-Nya ada kehidupan dan keselamatan. Karena Ia hidup selama-lamanya, bersatu dengan Dia berarti hidup selama-lamanya. Sikap yang tepat yang mesti kita ambil adalah menyerahkan dan memercayakan diri pada-Nya. Selama Masa Prapaskah ini kita mesti membangun dan mengembangkan sikap itu.
   
Antifon Komuni (Yoh 11:26)
   
Siapa pun yang hidup dan percaya kepada-Ku takkan mati selama-lamanya. 
      
  
     

YH / INSPIRASI BATIN 2020

Sabtu, 28 Maret 2020 Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Sabtu, 28 Maret 2020
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

“Hidup ini hanya berlangsung beberapa jam saja, namun luar biasa besar imbalannya nanti” (St. Theresia dari Avila)


Antifon Pembuka (Mzm 17:5-7)

Rintihan maut membisingkan telingaku, jeritan neraka menegakkan bulu romaku. Terhimpit aku berteriak kepada Tuhan, dan dari bait-Nya yang suci Ia mendengarkan seruanku.

The waves of death rose about me; the pains of the netherworld surrounded me. In my anguish I called to the Lord, and from his holy temple he heard my voice.


Doa Pembuka

Allah Bapa Yang Mahamurah hati, bimbinglah kiranya hati kami, sebab kami sadar bahwa tanpa Engkau kami tak dapat hidup baik. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Di tengah ancaman mengenai kehidupannya Yeremia selalu mendapatkan kekuatan dari Tuhan sendiri. Bahkan Tuhan memperlihatkan kepadanya ancaman tersebut. Yeremia sendiri menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan itu hakim yang adil.

  
Bacaan dari Kitab Yeremia (11:18-20)
    
"Aku seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih."
    
Nabi berkata, “Tuhan memberitahukan ancaman-ancaman yang dirancang orang terhadapku; maka aku mengetahuinya. Pada waktu itu Engkau, ya Tuhan, memperlihatkan ancaman mereka kepadaku. Dulunya aku seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih; aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku dengan berkata, “Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!” Tetapi, Tuhan semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Tuhan, Allahku, pada-Mu aku berlindung.
Ayat. (Mzm 7:2-3.9b-10.11-12)
1. Ya Tuhan, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku, dan lepaskanlah aku, supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.
2. Hakimilah aku, Tuhan, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas. Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.
3. Perisaiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Luk 8:15)
Orang yang mendengarkan firman Tuhan, dan menyimpannya dalam hati yang baik, akan menghasilkan buah dalam ketekunan.
  
Yesus menjadi figur yang dipertanyakan. Orang masih mempermasalahkan asal usul-Nya. Ada orang yang mau menangkap dan membawa-Nya kepada para pemimpin agama Yahudi. Tetapi di sisi lain, ada orang yang mengagumi-Nya. Karena Ia mengajar dengan penuh wibawa dan kuasa.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (7:40-53)
   
"Apakah Engkau juga orang Galilea?"
     
Sekali peristiwa Yesus mengajar di Yerusalem. Beberapa di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan Yesus, berkata, “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” Yang lain berkata, “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata, “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.” Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Yesus. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya. Maka ketika penjaga-penjaga yang ditugaskan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi pergi kepada imam-imam kepala, orang-orang Farisi berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?” Jawab penjaga-penjaga itu, “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Jawab orang Farisi itu kepada mereka, “Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Orang banyak itu tidak mengenal hukum Taurat! Terkutuklah mereka!” Nikodemus, seorang dari mereka yang dahulu telah datang kepada Yesus, berkata kepada mereka, “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang sebelum ia didengar, dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?” Jawab mereka, “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci, dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.” Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan

  
Dalam segala pergulatan dan pergumulan hidup, orang baik dan benar itu selalu mengandalkan Tuhan. Segalap erkara yang mereka hadapi, mereka serahkan kepada Tuhan. Mereka merasakan perlindungan dan penyertaaan Tuhan dalam suka dan duka kehidupan mereka. Dalam menjalankan misi-Nya, Yesus sendiri mengalami banyak tantangan. Namun, Yesus tetap menjalankan tugas perutusan-Nya. Beberapao rang malah membuka hati dan percaya kepada-Nya. Bahkan seorang Farisi, Nikodemus datang menjumpai Yesus dan bercakap-cakap dengan-Nya. Dalam pergumulan hidup, kita dipanggil untuk tetap tekun dan setia dalam iman. Kita yakin bahwa Tuhan dengan cara-Nya yang tak terduga melindungi kita.
 
Antifon Komuni (Bdk. 1 Ptr 1:18-19)
 
Dengan Darah Kristus yang sama seperti Darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat kita telah ditebus.
   
By the precious Blood of Christ, the Blood of a spotless and unblemished Lamb, we have been redeemed.
 
 
    
Doa Malam
   
Yesus, Engkau tetap sabar, apa yang benar selalu Kulakukan, namun tidak pernah diakui oleh mereka yang memusuhi-Mu. Ajarilah aku untuk bersabar hati seperti Engkau dan berilah aku keberanian untuk selalu bertindak benar tanpa takut menderita bila harus menghadapi ketidakadilan. Amin. 
 

RUAH

Berkat khusus Urbi et Orbi, dan kesempatan untuk menerima Indulgensi Penuh

Bergabunglah dengan Paus Fransiskus MALAM INI pukul 00.00 WIB (01.00 WITA/02.00 WIT) untuk menerima berkat khusus Urbi et Orbi dan kesempatan untuk menerima indulgensi penuh.

Dapat anda saksikan melalui salah satu tautan berikut ini:
video:



Covid-19: Orang-orang Kristen, Yahudi dan Muslim bergabung dalam doa di Yerusalem

 

Keterangan foto: Pemimpin Kristen, Yahudi dan Muslim berdoa bersama di Yerusalem (foto oleh: Andrea Krogman)
Para pemimpin ketiga agama Abraham - Kristen, Yahudi dan Muslim - berdoa bersama di Yerusalem pada hari Kamis di tengah pandemi global Coronavirus Covid-19.

Inisiatif ini, yang diambil oleh Walikota Kota Suci, berlangsung pada pukul 12.30 waktu setempat di Balai Kota Yerusalem dan melihat kehadiran perwakilan dari kepercayaan lain, termasuk Druze dan Bahai.

Berbicara kepada Radio Vatikan sebelum doa bersama, perwakilan Fransiskan dari Tanah Suci, Pastor Francesco Patton, menyoroti pentingnya saat ini dan menjelaskan bahwa setiap agama harus mengucapkan doa sesuai dengan tradisi mereka sendiri.

“Kita akan bersama-sama berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar pandemi ini bisa berhenti,” Pastor Patton mengatakan bahwa menjelaskan inisiatif tersebut memiliki makna spiritual yang dalam.

“Itu penting dalam dirinya sendiri karena kita semua orang percaya dengan akar yang sama; dan berkat akar yang sama ini kita dapat mengekspresikan dengan iman dan dengan keyakinan doa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, ”katanya.

Doa bersama dilakukan setelah komunike bersama, dikeluarkan pada 21 Maret, di mana para pemimpin Gereja Makam Suci (Latin, Ortodoks Yunani dan Armenia) menyatakan harapan mereka bahwa "dalam situasi berbahaya ini semua anak-anak Abraham bisa berdoa bersama kepada Yang Mahakuasa untuk meminta perlindungan dan belas kasihan ".

Akan seperti apakah Paskah ini?

Pastor Patton memandang ke depan untuk Paskah di Yerusalem menunjukkan bahwa itu tidak akan seserius seperti biasa karena "itu akan dengan beberapa perayaan, tanpa peziarah dan dengan komunitas lokal kecil," tetapi dia berkata, "itu akan menjadi Paskah seperti biasa."

Kata-katanya bergema sebagai Gereja Makam Suci di kota itu, yang dihormati oleh orang-orang Kristen sebagai tempat penyaliban dan penguburan Yesus, telah ditutup sebagai langkah pencegahan untuk mengekang penyebaran virus corona, yang berarti bahwa perayaan Paskah di Makam akan dilakukan di belakang pintu yang tertutup.

"Pada Paskah kita tidak merayakan jumlah umat beriman," Pastor Patton menyimpulkan, "kita merayakan Kebangkitan Yesus Kristus dan dalam Kebangkitanlah kita dapat menemukan harapan, bukan dalam jumlah mereka yang merayakan!"

Sumber:
https://www.vaticannews.va/en/church/news/2020-03/covid-19-jerusalem-prayer-christians-jews-muslims.html
 


Bergabunglah dengan Paus Fransiskus dalam doa 28 Maret pukul 00.00 (dini hari)


    Paus Fransiskus akan memberikan berkat luar biasa kepada kota dan dunia atau Urbi et Orbi dan menyerukan dunia berdoa untuk menghadapi pandemik virus Corona pada hari Jumat, 27 Maret pukul 18.00 waktu Vatikan (Sabtu, 28 Maret pukul 00.00 waktu Indonesia bagian Barat), di depan Basilika Santo Petrus. Liturgi Sabda dan Adorasi Sakramen Mahakudus akan diikuti oleh berkat Urbi et Orbi, yang dihubungkan dengan indulgensi penuh. Paus Fransiskus memberikan berkat Urbi et Orbi secara khusus saat dunia menghadapi pandemik virus Corona menggarisbawahi situasi di seluruh dunia dalam keadaan gawat.
    

VERSI AUDIO buka tautan ini 
VERSI VIDEO buka tautan ini


atau dapat disaksikan melalui channel YouTube Vatican < silakan buka tautan tersebut

Ingat di Indonesia pukul 00.00 Sabtu,  28 Maret 2020 (Pergantian hari Jumat ke Sabtu)



Jumat, 27 Maret 2020 Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Jumat, 27 Maret 2020
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (Hari Pantang)
 
Kebenaran yang memancar dari Yesus adalah kebenaran yang megah. (Paus Benediktus XVI)

 
Antifon Pembuka (Mzm 54(53):3-4)

Selamatkanlah aku, ya Allah, demi nama-Mu, dan bebaskanlah aku dengan kuasa-Mu. Dengarkanlah doaku, ya Allah, dekatkanlah telinga-Mu kepada kata-kata mulutku.

O God, save me by your name; by your power, defend my cause. O God, hear my prayer; give ear to the words of my mouth.


Doa Pembuka

Allah Bapa pencipta dan penyelamat, Engkau telah menyediakan bantuan bagi kami yang lemah ini. Semoga bantuan-Mu itu kami terima dengan gembira dan kami manfaatkan dengan hidup yang baik. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
 
Kitab Kebijaksanaan menghadirkan kepada kita bagaimana orang menjalin relasi dengan sesamanya. Ternyata, kejahatan membutakan tidak sedikit orang terhadap apa yang baik bagi sesamanya. Mereka tidak mempelajari kebijaksanaan ilahi.
 
Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan (2:1a.12-22)   
  
"Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya."
    
Orang-orang fasik berkata satu sama lain, karena angan-angannya tidaktepat "Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan. Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita. Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya. Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah. Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya. Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan." Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka. Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati.
Ayat. (Mzm 34:17-18.19-20.21.23)
1. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.
2. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.
3. Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
Ayat. (bdk. Mat 4:4)
Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
    
Yesus Sang Kebijaksanaan sejati menjadi sasaran kebencian orang-orang Yahudi. Mereka berencana untuk membunuh-Nya. Dengan berani, Yesus menghadapi kenyataan tersebut. Ia hanya mau melaksanakan apa yang menjadi kehendak Bapa-Nya.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (7:1-2.10.25-30)
  
"Orang-orang Farisi berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba."
  
Yesus berjalan keliling Galilea, Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya." Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
   
  Menjadi orang baik itu tidak gampang. Ia tidak jarang mendapatkan banyak kesulitan dalam pergaulan hidup sehari-hari. Banyak orang yang tidak sejalan dengan dia selalu melihat bahwa orang baik itu menjadi penghalang dalam mencapai impian. Itulah sebabnya, orang baik itu seringkali dikorbankan atau menjadi korban. Yesus pun mengalami nasib serupa. Orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Tetapi, Yesus tetap setia untuk menjalankan misi perutusan-Nya. Sebagai orang beriman, kita pun dipanggil untuk menjadi saksi iman. Hal itu dapat kita tunjukkan dengan menghayati iman kekristenan kita dengan sungguh-sungguh dalam pergumulan hidup kita sehari-hari. Beranikah kita menjadi saksi kebenaran iman?    (RUAH)
  
Antifon Komuni (Ef 1:7)
    
Di dalam Dia dan oleh Darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

In Christ, we have redemption by his Blood, and forgiveness of our sins, in accord with the riches of his grace.  
 
 
     

Doa Malam

Allah Bapa Maha Penyayang, semoga mata hati kami dapat memandang Putra-Mu dan semoga kami memahami kebenaran sebagai tanda bahwa Engkau berada di tengah-tengah kami, dan bahwa Dialah perwujudan cinta kasih Bapa kepada kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.