"Tenanglah ini Aku, jangan takut! ... Datanglah!" ( Mat 14:27,29)

Selasa, 04 Agustus 2015
Pw. St. Yohanes Maria Vianney.
   
Bil 12: 1-13; Mzm 51: 3-4;5-6 b;6 bc-7;12-13; Mat 14: 22-36

"Tenanglah ini Aku, jangan takut! ... Datanglah!" ( Mat 14:27,29)

Ada orang yang mengatakan bahwa hidup ini penuh tantangan, persoalan dan resiko. Apalagi kalau kita sendiri pernah mengalaminya. Kadang kita menjadi takut untuk melangkah. Seorang teman yang telah mengalami beberapa kali gagal dalam berpacaran, pernah mengungakapkan kepada saya kalau dia menjadi takut untuk berpacaran dan membina hubungan yang serius apalagi lanjut ke pernikahan. Lalu saya mengatakan: benar bahwa setiap pilihan dan langkah yang kita ambil, pasti ada resikonya, entah besar entah kecil, bahkan risiko yang sama sekali tak terduga atau tidak bisa kita antisipasi. Namun, suatu saat kita harus memilih, kita harus melangkah. Kalau tidak, kita akan mandheg, tidak berkembang. Nah, dalam kegalauan seperti itu, kita punya Tuhan yang berkata dengan lembut: "Tenanglah ini Aku, jangan takut! ... Datanglah!" Dengan mengandalkan kekuatan sendiri, kita akan terus terobang-ambing dengan persoalan hidup kita. Maka, kita harus membuka diri pada uluran dan campur tangan Tuhan. Tuhan sendiri selalu mengulurkan tangan-Nya dan berkata "Datanglah!".

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu untuk senantiasa mempercayakan diri seutuhnya kepada-Mu dan mampu meruntuhkan tembok kesombongan kami. Amin. -agawpr.net-


RD. Ag. Agus Widodo
  
Collegio San Paolo Apostolo 
Via di Torre Rossa 40 - 00165 Roma 
Italia
Imam Diosesan Keuskupan Agung Semarang

0 komentar:

Poskan Komentar

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting yang menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal ini Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak, dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”
-------------------------------------------------------------------

--KOMENTAR DINONAKTIFKAN--
Mari budayakan berkomentar positif, setiap komentar yang bermuatan negatif, menyinggung SARA, spam, menggunakan bahasa kurang sopan, memicu pertikaian, atau tidak berhubungan dengan topik terkait tidak akan ditayangkan/dihapus.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.