Sabtu, 13 April 2013 Hari Biasa Pekan II Paskah

Sabtu, 13 April 2013
Hari Biasa Pekan II Paskah

“Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani” (Katekismus Gereja Katolik, 1324)

Antifon Pembuka (bdk. 1Ptr 2:9)

Hai umat milik Tuhan, wartakanlah kebijaksanaan Allah, yang telah memanggil kalian dari kegelapan masuk ke dalam cahaya-Nya yang menakjubkan. Alleluya.

Doa Pagi

Bapa, terimakasih atas hari yang baru ini. Semoga firman-Mu hari ini membawaku kepada kesetiaan dalam mengabdi kepada-Mu melalui tugas dan pelayananku kepada sesama. Mampukan aku melakukan sesuatu mulai dari hal-hal yang kecil namun dengan cinta yang besar. Amin.

Para murid Yesus sekarang semakin luas tersebar. Mereka membutuhkan bantuan untuk menangani pelayanan yang terabaikan. Mereka lalu memilih 7 orang diakon untuk melayani kaum miskin dan para janda. Sedangkan para Rasul memusatkan diri pada doa dan pelayanan firman. Buah dari kebijaksanaan cukup jelas. Firman Allah semakin tersebar, jumlah murid di Yerusalem makin bertambah, bahkan sejumlah besar imam menjadi percaya.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (6:1-7)
 
"Mereka memilih tujuh orang yang penuh Roh Kudus."
 
Di kalangan jemaat di Yerusalem, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena dalam pelayanan sehari-hari pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan. Berhubung dengan itu kedua belas rasul memanggil semua murid berkumpul dan berkata, “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, yang penuh Roh Kudus dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, sehingga kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.” Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat. Lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada para rasul; lalu para rasul pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 833
Ref. Kita memuji Allah kar'na besar cinta-Nya.
Ayat. (Mzm 33:1-2.4-5.18-19; R: 22)
1. Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Sebab memuj-muji itu layak bagi orang jujur. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
2. Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
3. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa-jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Bait Pengantar Injil, do = g, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 10:6)
Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.

Ketika Yesus berjalan di atas air dan mendatangi para murid, mereka sungguh ketakutan. Tetapi Yesus sendiri meneguhkan mereka dengan kata-kata yang menyejukkan, “Ini Aku, jangan takut.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (6:16-21)
 
"Para murid melihat Yesus berjalan di atas air."
  
Setelah mempergandakan roti dan memberi makan lima ribu orang, Yesus mengundurkan diri ke gunung. Ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang. Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Ini Aku, jangan takut!” Mereka lalu mempersilahkan Yesus naik ke perahu, dan seketika itu juga perahu mereka sampai ke pantai yang mereka tuju.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Kisah Injil membangun iman kita bahwa Yesus datang saat kita berjerih payah menghadapi gelora laut dan tiupan angin kencang kehidupan. Dengan kewibawaan gelar Allah dalam Kitab Keluaran, saat peristiwa Allah menampakkan diri kepada Musa dalam api yang membakar semak tetapi tidak menghanguskan, Yesus bersabda, “Inilah Aku, jangan takut!” Ketakutan terhadap badai kehidupan menandakan bahwa kita sedang kehilangan iman. Anda tidak begitu, kan?

Doa Malam

“Ini Aku, jangan takut!” Kata-kata-Mu ini, ya Yesus, sungguh menguatkan kami untuk menyongsong istirahat malam dengan tenang. Dengan demikian, sepanjang malam ini kami mampu merasakan kehadiran dan penyertaan-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan dan Allah kami. Amin.


RUAH

0 komentar:

Poskan Komentar


Mari budayakan berkomentar positif, setiap komentar yang bermuatan negatif, menyinggung SARA, spam, menggunakan bahasa kurang sopan, memicu pertikaian, atau tidak berhubungan dengan topik terkait tidak akan ditayangkan/dihapus.