Bergabunglah bersama kami di
Facebook Forum Katolik WebGaul

Berikan komentar anda menggunakan akun Facebook klik disini

Sabtu, 28 Januari 2012 Peringatan Wajib St. Thomas Aquino, Imam Pujangga Gereja

Sabtu, 28 Januari 2012
Peringatan Wajib St. Thomas Aquino, Imam Pujangga Gereja

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. -- Markus 4:38-39

Antifon Pembuka (Dan 12:3)

Orang bijaksana akan bersemarak, cemerlang laksana matahari, dan guru kebenaran akan berseri, kemilau laksana bintang abadi.

Doa Renungan


Allah yang kekal dan kuasa, Engkau selalu di samping kami pada ziarah yang kami tempuh selama hidup di dunia ini. Pandanglah kami yang sering tertekan oleh pelbagai kecemasan. Semoga sabda-Mu yang kami dengar nanti membangkitkan dalam hati kami hasrat yang sejati untuk mengikuti jejak Kristus pada setiap saat hidup kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (12:1-7a.10-17)

"Daud mengaku telah berdosa kepada Tuhan."

Pada waktu itu Daud melakukan yang jahat di hadapan Allah; ia mengambil isteri Uria menjadi isterinya; maka Tuhan mengutus Natan kepada Daud. Natan datang kepada Daud dan berkata kepadanya, “ Ada dua orang dalam suatu kota , yang seorang kaya, yang lain miskin, si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain seekor anak domba betina yang masih kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar bersama dengan anak-anak si miskin, makan dari suapannya, minum dari cawannya, dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. Pada suatu hari orang kaya itu mendapat tamu, ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing domba atau lembunya untuk dimasak bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Maka ia mengambil anak domba yang betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.” Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan, “Demi Tuhan yang hidup, orang yang melakukan itu harus dihukum mati. Anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena orang yang melakukan hal itu tidak kenal belas kasihan.” Kemudian berkatalah Natan kepada Daud, “Engkaulah orang itu! Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel : ‘Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.’ Beginilah sabda Tuhan: ‘Malapetaka yang datang dari kaum keluargamu sendiri akan Kutimpakan ke atasmu. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; dan orang itu akan tidur dengan isterimu di siang hari. Engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.’ Lalu berkatalah Daud kepada Natan, “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Dan Natan berkata kepada Daud, “Tuhan telah menjatuhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati, karena dengan perbuatan itu engkau sangat menista Tuhan.” Kemudian pergilah Natan, pulang ke rumahnya. Tuhan mencelakakan anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. Lalu Daud memohon kepada Allah bagi anak itu; ia berpuasa dengan tekun, dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman ia berbaring di tanah. Maka datanglah para tua-tua yang ada di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi Daud tidak mau, juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah.
Ayat. (Mzm 51:12-13.14-15.16-17)

1. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
2. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
3. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah penyelamatku, maka lidahku akan memasyhurkan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu!

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 3:16)
Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:35-41)

"Angin dan danau pun taat kepada Yesus."

Pada suatu hari, ketika hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana lalu bertolak, dan membawa Yesus dalam perahu itu di mana Ia telah duduk; dan perahu-perahu lain pun menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan orang ini? Angin dan danau pun taat kepada-Nya!”
Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Kecerobohan atau kekeliruan dalam hal kecil dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal dalam kehidupan atau pekerjaan kita. Inilah yang dialami oleh Daud. Kecerobohan, kesalahan dan ketidakbijaksanaannya mengambil istri Uria menjadi istrinya dengan mengorbankan Uria di medan perang menyebabkan kegelisahan, ketidaktenangan dan penderitaan batin yang berkelanjutan.

Namun, Tuhan itu selalu baik. Ia mengirim Natan untuk menegur dan memperingatkan Daud akan kesalahannya dan meminta dia menyesal dan bertobat. Tuhan tidak mau membiarkan Daud jatuh dari satu kesalahan ke kesalahan lain, dari satu kekeliruan ke kekeliruan lain. Natan menghantar Daud, tahap demi tahap, dalam proses penyadaran akan dosa dan menuju penyesalan. Daud terbuka menerima teguran Allah melalui Natan disertai sikap penyesalan. Daud lalu menyesal dan minta ampun! Dia sadar bahwa Allah itu memang kaya dalam kerahiman (bdk. Ef. 2:4). Demikian, ia tetap mendapat tempat di hati Allah.

Dengan tangan terbuka Allah senantiasa mempersilahkan kita untuk bertobat agar kita menemukan kembali apa yang terbaik dalam diri kita, menemukan kembali anugerah-anugerah dan buah-buah Roh Kudus yang telah ditanamkan di dalam diri kita, seperti ”kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal. 5:22–23). Untuk itu, Tuhan akan mengingatkan kita dengan berbagai cara, bahkan berupa badai dan taufan sekalipun, agar kita kembali kepada-Nya.

Tuhan Yesus, ketika aku keliru dan ceroboh, tegurlah aku, agar aku sadar, menyesal dan bertobat. Rahmatilah aku dengan kerahiman-Mu yang melimpah. Amin.

Ziarah Batin 2012, Renungan dan Catatan Harian
Berikan komentar anda menggunakan akun Facebook klik disini

DOA "INDONESIAN YOUTH DAY" 2012

didoakan setiap hari sampai pelassanaan IYD Sanggau, 20-26 Oktober 2012

Allah Bapa yang Maha Baik, tak henti-hentinya Engkau mencari kami.
Kasih-Mu yang tak terbatas senantiasa melimpahi kami dengan berkat dan segala yang baik.
Syukur atas semua kelimpahan yang Engkau berikan kepada kami itu.
Engkau senantiasa mempunyai rencana yang indah bagi kami
maka kini Engkau memanggil kami mengalami suatu proses peziarahan besar dalam IYD 2012.
Biarlah Yesus Putra-Mu menjadi Sahabat kami dalam ziarah kami ini,
Salib-Nya menuntun dan menerangi langkah kami,
Jalan Salib-Nya menjadi pedoman arah kami,
Tubuh dan Darah-Nya menjadi sumber kekuatan kami,
Sabda-Nya menjadi inspirasi kami,
dan Roh-Nya menjadi tenaga yang mendorong kami untuk melangkah dan berbuat.

Semoga sepanjang peziarahan ini,
kami mampu meninggalkan keegoisan diri kami,
meninggalkan kenyamanan kami sendiri,
dan tidak pernah merasa puas diri.
Buanglah dari diri kami, segala sesuatu yang tidak berkenan bagi-Mu
sehingga kami dapat menemukan Engkau dalam diri kami masing-masing,
dan mampu menghadirkan-Mu di tengah masyarakat melalui tindakan dan perbuatan kami.
Semoga kami mampu dan berani mengulurkan tangan dan berbela rasa dengan mereka yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkir,
mewartakan cinta-Mu dan memberi harapan akan Dikau kepada mereka yang putus asa,
membawa Terang Kebenaran-Mu kepada mereka yang berjalan dalam kegelapan,
dan semoga dalam segala ciptaan, buah karya Jari-Mu, kami menemukan keagungan dan kebesaran-Mu.

Kami siap menjadi bibit yang ditanam dalam kebun Kerajaan-Mu
pisahkanlah kami dari sekam
tempalah kami agar kami menjadi murni, kudus dan tak bercela seperti Dikau sendiri,
tanamlah dan rawatlah kami sebagai umat kesayangan-Mu,
agar kami senantiasa berakar dalam Kristus Putra-Mu, tumbuh di dalam Dia, dan berbuah dalam iman akan Dia,
sehingga dalam persekutuan mesra dengan Dia, Penyelamat kami,
kami semakin serupa dengan Dia yang berkenan kepada-Mu,
dan kami layak disebut putera dan puteri-Mu.

Pakailah diri kami sebagai alat-Mu sehingga Kehendak dan Kebaikan-Mu nyata dalam dan melalui diri kami.
Semoga kami senantiasa setia berkarya dalam iman dan kebenaran
dan melakukan segalanya dengan penuh cinta dan bakti kepada Dikau, Gereja, negara dan bangsa kami.
Bagimu Indonesiaku, segenap ragaku untuk membangunmu yang telah menyediakan segala yang baik bagiku,
Bagimu Gereja, segenap karyaku untuk menunjukkan gemilang cahaya-Mu di antara bangsa-bangsa,
Bagimu Bapa, segenap jiwa dan hati kami, serta segala yang kami miliki demi kemuliaan dan cinta kepada-Mu.

Oh Maria, Bunda Orang Muda Katolik Indonesia,
bimbinglah kami dalam kasih keibuan-Mu
peluklah dan restuilah kami, anak-anakmu,
supaya semakin hari dalam peziarahan kami ini,
kami semakin mampu menjadi serupa dengan Yesus Putra-Mu. Amin.



NIHIL OBSTAT
R.P. Bosco da Cunha, O.Carm
Sekretaris Eksekutif Komisi Liturgi KWI
20 November 2011, Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

IMPRIMATUR
R.D. Yohanes Subagyo
Vikaris Jendral Keuskupan Agung Jakarta
30 November 2011, Pesta St. Andreas, Rasul


Kerja sama Komisi Liturgi KWI & Komisi Kepemudaan KWI
Berikan komentar anda menggunakan akun Facebook klik disini

Jumat, 27 Januari 2012 Hari Biasa Pekan III

Jumat, 27 Januari 2012
Hari Biasa Pekan III

“Kecenderungan adalah emosi kodrati jiwa manusia” (Katekismus Gereja Katolik, 1764)


Antifon Pembuka (Mzm 51:3)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu, hapuskanlah pelanggaranku.

Doa Pagi

Ya Tuhan, jauhkanlah dari pada kami sikap licik demi memuaskan kepentingan kami seendiri dengan mengurbankan orang lain, bahkan merampas apa yang menjadi hak orang lain. Sebab itu, bantulah kami dengan rahmat-Mu. Amin.

Dalam diri tiap orang itu ada kekuatan yang baik dan yang jahat. Keduanya tumbuh bersama mewarnai hidup orang itu. Bila kekuatan baik yang dominan, ia akan hidup benar sesuai kehendak Allah. Bila kekuatan jahat yang dominan, ia akan mudah berbuat dosa. Daud, orang pilihan Allah pun bisa lengah dan jatuh dalam dosa. Karena itu, tiap orang mesti terus waspada.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (11:1-2.4a.5-10a.13-17)

"Daud menghina Allah dengan mengambil istri Uria menjadi istrinya."


Pada pergantian tahun, raja-raja biasanya maju berperang. Pada waktu itu Daud menyuruh Yoab maju bersama orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bangsa Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem. Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, ia berjalan-jalan di atas sotoh istana. Maka tampaklah kepadanya dari atas sotoh itu seorang wanita sedang mandi; wanita itu sangat elok rupanya. Lalu Daud menyuruh orang mengambil dia. Wanita itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Kemudian pulanglah wanita itu ke rumahnya. Lalu mengandunglah wanita itu, dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud: “Aku mengandung.” Lalu Daud mengirim utusan kepada Yoab mengatakan, “Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. Kemudian berkatalah Daud kepada Uria, “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.” Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama hamba-hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. Maka diberitahukanlah kepada Daud demikian: “Uria tidak pergi ke rumahnya.” Keesokan harinya Daud memanggil Uria untuk makan dan minum dengannya, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring di tempat tidurnya, bersama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya. Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati.” Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa. Ketika orang-orang kota itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kasihanilah kami, ya Tuhan, karena kami orang berdosa.
Ayat. (Mzm 51:3-7.10-11)

1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
3. Maka, Engkau adil bila menghukum aku, dan tepatlah penghukuman-Mu. Sungguh, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
4. Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bangkit menari-nari! Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana. Alleluya.

Orang seringkali meremehkan hal-hal yang kecil dan sederhana. Ia cenderung ingin yang serba besar dan megah. Padahal ssuatu yang besar dan megah itu berasal dari yang kecil dan sederhana. Kesetiaan orang pada hal kecil menjadi cermin kedewasaan hidupnya. Orang beriman mesti terus menumbuhkan dan mengembangkan imannya sehingga berbuah keselamatan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:26-34)

"Kerajaan Surga seumpama orang yang menaburkan benih. Benih itu tumbuh, namun orang itu tidak tahu."

Pada suatu ketika Yesus berkata, “Beginilah halnya Kerajaan Allah: Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu! Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” Yesus berkata lagi, “Dengan apa hendak kita bandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain, dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya.” Dalam banyak perumpamaan semacam itu Yesus memberitakan sabda kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Kerajaan Allah adalah kerajaan kebaikan. Tak ada kebaikan yang ditaburkan, yang tidak berbuah. Sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, pada waktunya pasti berbuah. Maka jangan pernah jenuh berbuat baik. Kita menabur, Allah yang menumbuhkan.

Doa Malam

Terima kasih Yesus atas sabda-Mu hari ini yang menyemangati aku untuk tidak berputus asa. Di kala hati menjadi galau karena kekurangan dan kelemahan yang kumiliki, tambahkanlah imanku untuk semakin bergantung pada-Mu, sebab di dalam Engkau segalanya menjadi mungkin. Amin.


RUAH
Berikan komentar anda menggunakan akun Facebook klik disini

Kamis, 26 Januari 2012 Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus, Uskup

Kamis, 26 Januari 2012
Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus, Uskup

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. (2Tim 1:7-8)

Antifon Pembuka (Yeh 34:11; 23-24)

Tuhan bersabda, "Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka.

Doa Renungan


Ya Allah, berkatilah aku hari ini. Semoga kasih-Mu tertanam kuat dalam hatiku agar sikap dan tutur kataku pun keluar dari hati yang penuh kasih serta dapat membawa berkah bagi orang lain. Amin.

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (1:1-8)

"Aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas."

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan
Ayat. (Mzm 96:1-2a.2b-3.7-8.9-10a.c; Ul: 3)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, ya seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
2. Kabarkanlah dari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, di antara segala suku.
3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.
4. Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Sabda-Mu adalah pelita bagi langkahku, dan cahaya bagi jalanku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:21-25)


"Pelita dipasang untuk ditaruh di atas kaki dian. Ukuran yang kamu pakai akan dikenakan pula padamu."

Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Orang memasang pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada suatu rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Lalu Yesus berkata lagi, “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan dikenakan pula padamu; dan malah akan ditambah lagi! Karena siapa yang mempunyai, akan diberi lagi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Salah satu perlambangan yang dipakai oleh Kitab Suci adalah cahaya dan pelita. Dalam masyarakat kuno, pelita mempunya fungsi vital. Walaupun kecil, pelita dapat menerangi tempat yang lebih luas. Pelita juga membuat orang melihat, melakukan aktivitas, pekerjaan, menerangi jalan, dsb. Bagi orang-orang Yahudi, cahaya mengekspresikan keindahan, kebenaran dan kebaikan Allah. ”Di dalam terang-Mu kami melihat cahaya” (Mzm. 36:10). ”Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mzm. 119:105).

Iman Kristiani kita adalah cahaya bagi dunia, yakni bagaikan suatu pelita yang tidak dapat disembunyikan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, tetapi harus ditaruh di atas kaki dian supaya bercahaya ke sekitarnya, yakni kepada orang-orang lain dan lingkungan hidup.

Demikian, Firman Tuhan tidak boleh disimpan, tetapi harus disiarkan. Iman yang kita terima, pengetahuan dan penghayatan kita tentang Yesus tidak untuk disimpan bagi diri sendiri, tetapi harus bercahaya memengaruhi orang-orang lain dan lingkungan di mana kita hidup dan bekerja. Kekayaan hidup iman kita harus dibagikan (sharing) dengan murah hati kepada orang-orang lain, agar mereka pun mengalami dicintai oleh Allah.

Menjadi orang Kristen tidak cukup menjadi orang baik, tetapi harus juga menjadi terang bagi orang-orang lain serta pembagi Kabar Gembira dengan kata dan perbuatan.

Tuhan, Engkau menghantar aku dengan cahaya kebenaran-Mu yang menyelamatkan. Penuhilah hati dan budiku dengan cahaya kebenaran-Mu. Semoga aku sanggup memancarkannya kepada orang-orang lain dengan kata dan perbuatan. Amin.

Ziarah Batin 2012, Renungan dan Catatan Harian
Berikan komentar anda menggunakan akun Facebook klik disini

Rabu, 25 Januari 2012 Pesta Bertobatnya St. Paulus, Rasul

Rabu, 25 Januari 2012
Pesta Bertobatnya St. Paulus, Rasul
Penutupan Pekan Doa Sedunia

“Hanya satu hal. Satu hal saja yang Rasul Paulus takuti dan ia hindari, yaitu menyakitkan hati Tuhan” (St. Yohanes Krisostomus)

Antifon Pembuka (2Tim 11:12; 4:8)

Aku tahu kepada siapa kupercayakan diriku, dan aku yakin bahwa Ia sanggup memelihara semuanya sampai hari terakhir, sebab Ia hakim yang adil.

Doa Pagi


Tuhan, kasih dan rahmat-Mu sungguh tak terbatas. Engkau memberikan itu semua kepada siapa saja yang Engkau kehendaki sekalipun orang berdosa. Terima kasih Tuhan atas St. Paulus yang Kaupilih menjadi alat-Mu, meskipun ia telah menganiaya Yesus, Putera-Mu. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (22:3-16)


Pada waktu itu Paulus membela diri di hadapan orang-orang Yahudi, “Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini. Aku dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. Aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. Tentang hal itu baik Imam Agung maupun Majelis Tua-tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik, dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang ada di situ, dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah dari langit cahaya yang menyilaukan mengelilingi aku. Maka rebahlah aku ke tanah, dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. Mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidaklah mereka dengar. Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. Sebab aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang hidup menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar, dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan kaudengar. Sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada nama Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Atau:

Tiap orang mempunyai pengalaman konkrit dalam hidupnya. Suatu peristiwa tertentu dapat mengubah seluruh haluan sejarah seseorang. Bahkan perubahan itu mampu mempengaruhi orang lain di sekitarnya. Perjalanan hidup Saulus menjadi Paulus sangat dramatis. Seorang penganiaya umat menjadi pembela iman Kristus. Pertobatannya mengubah wajah Gereja perdana.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (9:1-22)


"Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada nama Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan."

Ketika pecah penganiayaan terhadap jemaat, dengan hati berkobar-kobar Saulus mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Agung, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya jika menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia dapat menangkap dan membawa mereka ke Yerusalem. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba memancarlah cahaya dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah, dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya, “AKulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jua pun. Saulus bangun dan berdiri lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; teman-temannya harus menuntun dia masuk ke kota Damsyik. Tiga hari lamanya Saulus tidak dapat melihat, dan tiga hari lamanya ia tidak makan serta minum. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan, “Ananias”. Jawabnya, “Ini aku, Tuhan!” Firman Tuhan, “Pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang sedang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangan ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Jawab Ananias, “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyak kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.” Tetapi firman Tuhan kepada Ananias, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain, kepada raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-ku.” Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah Yudas. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya, “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat kembali dan penuh dengan Roh Kudus.” Dan seketika itu juga seolah-olah ada selaput gugur dari mata Saulus, sehingga ia dapat melihat kembali. Saulus bangun, lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama dengan murid-murid Tuhan di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata, “Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan siapa saja yang memanggil nama Yesus? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud menangkap dan membawa murid-murid Tuhan ke hadapan imam-imam kepala?” Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya, dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan (do-f, 4/4 PS No. 827)
Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!
Ayat. (Mzm 117:1.2; Ul: Mrk 16:15)
1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat.
(Yoh 15:16)
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.

Yesus, Allah Putera dan Allah Bapa itu satu. Segala kuasa Bapa telah diberikan kepada Putera. Maka, Yesus berkuasa mengampuni dosa-dosa dunia. Ia datang untuk menyelamatkan dunia dari belenggu kuasa setan. Inilah warta gembira bagi semua orang yang percaya. Karena itu, semua pengikut Kristus dikaruniakan kuasa yang sama untuk mengalahkan kuasa dunia.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (16:15-18)

"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil."

Sekali peristiwa Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Kebangkitan Yesus menjiwai hidup Santo Paulus. Percikan cahayanya sedemikian cemerlang hingga membutakan mata rasul besar ini. Titik perubahan Paulus justru karena daya kebangkitan Kristus yang tidak mampu ditolaknya. Kehebatannya sebagai ahli Taurat tak ada artinya, saat misteri kebangkitan Kristus tersingkap di depan matanya. Inilah Injil yang diwartakan Santo Paulus.

Doa Malam


Ya Allah yang hidup, semoga hidupku sepanjang hari ini menunjukkan kasih dan kebaikan-Mu; dan semoga lewat sikap hidupku aku dapat mewartakan Injil-Mu serta semakin banyak orang yang percaya kepada-Mu. Berkatilah hidupku, ya Allah. Amin.


RUAH
Berikan komentar anda menggunakan akun Facebook klik disini