Bergabunglah bersama kami di 

Facebook Renungan Pagi @ blogspot
renungan berdasarkan kalender liturgi KWI, 

Jumat, 25 April 2014 Hari Jumat dalam Oktaf Paskah

Jumat, 25 April 2014
Hari Jumat dalam Oktaf Paskah
  
Perintah Gereja kelima berbunyi, "Sambutlah Tubuh Tuhan pada Masa Paskah." Hal ini ditegaskan dalam Katekismus Gereja Katolik, bahwa Gereja mewajibkan umat beriman sekurang-kurangnya satu sekali setahun menerima komuni suci, sedapat mungkin dalam Masa Paskah (KGK, 1389; KHK, kan 920). Itu berarti, jika dalam setahun tidak pernah lagi pergi ke gereja dan ia akan menyambut komuni seperti yang diperintahkan Gereja, maka ia harus mempersiapkan diri terlebih dahulu melalui Sakramen Tobat. Jadi, tidak begitu saja menyambut komuni. Maksudnya, agar dapat menyambut komuni dengan layak. Paus Yohanes Paulus II berkata, "Saya pun ingin menegaskan bahwa dalam Gereja tetap berlaku, sekarang dan yang akan datang, aturan yang diberikan oleh Konsili Trente dengan ungkapan konkret mengenai peringatan keras Rasul Paulus, katanya, agar dapat menyambut Ekaristi dengan layak "seseorang harus lebih dahulu mengaku dosa, tatkala sadar akan dosa beratnya" (Surat Ensiklik Ecclesia de Eucharistia, 36)


Antifon Pembuka (Mzm 78:53)

Tuhan mengantar umat-Nya dengan selamat dan mencampakkan musuh mereka ke laut. Alleluya.
     
Doa Pagi

  
Allah Bapa yang mahakuasa, kasih setia-Mu lebih kuasa dari maut; yang telah Kauberikan kepada kami takkan dapat dicuri oleh orang lain. Kami mohon. Lindungilah iman kami, bila rasa takut menghadapkan kami pada pilihan palsu. Dan bila hati kami menjadi bimbang oleh persoalan-persoalan hidup yang nyata, condongkanlah kami untuk bertahan dengan ulet dan mempercayakan diri kami kepada-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (4:1-12)
   
       
"Keselamatan hanya ada di dalam Yesus."
        
Sekali peristiwa, sesudah menyembuhkan seorang lumpuh, Petrus dan Yohanes berbicara kepada orang banyak. Tiba-tiba mereka didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Mereka ini sangat marah, karena Petrus dan Yohanes mengajar orang banyak dan memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. Maka mereka ditangkap, lalu diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan para ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?" Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus, "Hai pemimpin-pemimpin umat dan kaum tua-tua, jika sekarang kami harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit, dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa semua itu kami lakukan dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati; karena Yesus itulah orang ini sekarang berdiri dengan sehat di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, yaitu kamu sendiri, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = bes, 2/4, PS 831
Ref. Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia
Ayat. (Mzm 118:1-2.4.22-24.25-27a; Ul: lih. 1)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya!" Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya!"
2. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi pada pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya!
3. Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.
 
Bait Pengantar Injil, do = f, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)
Inilah hari yang dijadikan Tuhan. Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (21:1-14)
      
"Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada para murid; demikian juga ikan."
       
Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias. Ia menampakkan diri sebagai berikut: Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid Yesus yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka, "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya, "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka, "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka, "Tidak ada!" Maka kata Yesus kepada mereka, "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya, dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus, "Itu Tuhan!" Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja; dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika tiba di darat, mereka melihat ada api arang, dan di atasnya ada ikan serta roti. Kata Yesus kepada mereka, "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." Simon Petrus naik ke perahu, lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya; dan sungguh pun sebanyak itu ikannya, jala tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka, "Marilah dan sarapanlah!" Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, "Siapakah Engkau," sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka; demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan

 
Hari ini para murid diajak sarapan oleh Guru dan Tuhan mereka, "Marilah dan sarapanlah!" Merenungkan kata sarapan, satu sosok yang selalu melintas dalam benak adalah ibu. Saya teringat kegiatan yang dilakukan Ibu dalam mempersiapkan sarapan. Pagi-pagi benar, dia bangun dari tidurnya sementara anggota rumah yang lain masih terbuai mimpi dan bersembunyi di balik selimutnya. Dia mencuci beras dan menanak nasi. Sementara menunggu nasi matang, dia berdoa. Doanya pun harus berakhir ketika nasi yang ditanaknya masak. Lalu mengolah bahan-bahan masakan menjadi sayur dan lauk pauk. Terakhir yang dibuatnya adalah minuman hangat. Semua sudah tersedia sebelum anggota rumah yang lain terbangun. Semua sudah tersedia sebelum anggota yang lain terbangun dari tidurnya.

 Ingatan akan pekerjaan Ibu itu memberikan peneguhan akan sabda Yesus hari ini. Bahkan, sebelum penderitaan-Nya Yesus juga mengajak para murid untuk makan bersama. Betapa pentingnya arti makan bersama dalam sebuah relasi kehidupan bersama dengan orang lain. Orang yang tidak mau makan bersama biasanya sedang bermasalah dengan orang yang mengundangnya makan atau memiliki aktivitas lain. Dewasa ini, kebiasaan makan bersama dalam keluarga nyaris tidak ada. Entah karena di antara anggota keluarganya sedang saling mendiamkan atau entah karena kesibukan masing-masing yang menyebabkan tidak dapat duduk semeja makan. Padahal, melalui makan bersama kita dapat mempererat tali persaudaraan, saling memperkaya lewat cerita, saling meneguhkan bila mengalami kesusahan atau mengucap syukur bersama atas rejeki.

 Bila hari ini kita mendapat begitu banyak orang mudah putus asa atau merasa berjuang sendiri atau menjadi serakah dan beringas untuk mendapatkan rezekinya karena kurang bersyukur, mengapa kita tidak kembali pada kebiasaan makan bersama dalam keluarga? Yesus melalui Gereja-Nya juga meninggalkan kebiasaan makan bersama lewat Ekaristi agar di antara para murid-Nya dapat bersatu, saling meneguhkan dan akrab satu sama lain. Mengapa beberapa di antara kita mash sering meninggalkan Ekaristi? Ataukah kita sedang bermasalah dengan Tuhan? Ataukah kita terlalu sibuk dengan pekerjaan kita hingga tidak ada waktu untuk "makan bersama" Tuhan?
 

“Kami menyebut makanan ini Ekaristi, dan tak satu orangpun diperbolehkan untuk mengambil bagian di dalamnya kecuali jika ia percaya kepada pengajaran kami Sebab kami menerima ini tidak sebagai roti biasa atau minuman biasa; tetapi karena oleh kuasa Sabda Allah, Yesus Kristus Penyelamat kita telah menjelma menjadi menjadi manusia yang terdiri atas daging dan darah demi keselamatan kita, maka, kami diajar bahwa makanan itu yang telah diubah menjadi Ekaristi oleh doa Ekaristi yang ditentukan oleh-Nya, adalah Tubuh dan Darah dari Kristus yang menjelma dan dengan perubahan yang terjadi tersebut, maka tubuh dan darah kami dikuatkan.” (St. Yustinus, Martir)
 
CAFE ROHANI 

Kamis, 24 April 2014 Hari Kamis dalam Oktaf Paskah

Kamis, 24 April 2014
Hari Kamis dalam Oktaf Paskah
 
“Hari ini adalah hari oktaf kelahiranmu” (St. Agustinus)
 

Antifon Pembuka (Keb 10:20-21)
   
Ya Tuhan, kami semua memuji kejayaan tangan-Mu; sebab kebijaksanaan telah membuka mulut orang bisu, dan membuat kanak-kanak patah lidah. Alleluya.

Doa Pagi


Allah yang berbelaskasih, Engkau setiap kali mengajak kami untuk kembali ke jalan yang benar. Engkau memimpin kami supaya kembali ke jalan yang baik. Maka kuatkan niat kami ini supaya kami berani berubah dan menjauhi kejahatan serta mau berpaling kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
Allah Bapa dan Yesus itu satu. Segala kuasa Bapa telah diserahkan kepada Yesus. Bahkan Bapa menganugerahkan kebangkitan hidup baru berkat ketaatan Yesus. Para murid Yesus juga akan mengalami hal yang sama. Berkat relasi yang dekat dengan Yesus, mereka dapat mewarisi kuasa-Nya. Dalam kuasa nama Yesus, mereka dapat menyembuhkan orang. Sungguh, iman yang kuat dapat menyelamatkan orang lain.
 
Bacaan dari Kisah Para Rasul (3:11-26)
  
"Yesus, Pemimpin kepada hidup, yang telah kamu bunuh; tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati."
  
Petrus dan Yohanes menyembuhkan seseorang yang lumpuh. Ketika orang lumpuh yang disembuhkan itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, seluruh orang banyak yang sangat keheranan datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo. Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata, “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu? Dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat bahwa Ia harus dilepaskan. Kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, dan malah menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh! Tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. Karena kepercayaan dalam nama Yesuslah, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; kepercayaan itulah yang telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua. Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpinmu. Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku! Dengarkanlah Dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/4, PS 832
Ref. Betapa megah nama-Mu Tuhan di seluruh bumi.
Ayat. (Mzm 8:2ab.5.6-7.8-9)
1. Ya Tuhan, Allah kami, apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
2. Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah, Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak. Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.
3. Domba, sapi dan ternak semuanya, hewan di padang dan margasatwa; burung di udara dan ikan di laut, dan semua yang melintasi arus lautan.

Bait Pengantar Injil, la = g, 3/4, PS 519
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)
Ayat. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
 
Allah Bapa sangat mengasihi umat manusia. Yesus menjadi tanda nyata kasih Allah itu. Karena kasih-Nya yang besar, Yesus mau menyerahkan nyawa-Nya. Setelah bangkit, Yesus juga terus menyertai para murid. Iman para murid terus dibarui dan dikuatkan. Pengalaman murid di Emaus sungguh menunjukkan penyertaan Yesus ini. Hati mereka dibangkitkan dan dikobarkan untuk menjadi saksi kebangkitan Yesus.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (24:35-48)
 
"Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga."
 
Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus ditemui oleh Yesus yang bangkit, segera kembali ke Yerusalem. Mereka menceritakan kepada saudara-saudara apa yang telah terjadi di tengah jalan, dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Mereka terkejut dan takut, karena menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kamu terkejut, dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu? Lihatlah tangan dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini! Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu kan tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” Sambil berkata demikian Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum juga percaya karena girang dan masih heran, berkatalah Yesus kepada mereka, “Adakah padamu makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Yesus berkata kepada mereka, “Inilah perkataan yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan dan kitab Mazmur.” Lalu Yesus membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Dan lagi: Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
 
Renungan
 
Dengan sabar Yesus memperlihatkan bukti-bukti fisik bahwa Dialah Yesus yang bangkit dan bukan hantu. Para murid memang lamban percaya tetapi Yesus tetap dengan sabar menerangkan semua yang dikatakan tentang Dia dalam kitab Taurat, kitab para nabi dan kitab Mazmur. Kita bisa saja salah pandang tentang Yesus karena kurang pengetahuan dan pengertian. Tetapi Yesus akan tetap sabar membimbing kita menuju pengertian yang benar sehingga kita memiliki iman yang benar. Bila kita memiliki iman yang benar kita tidak akan keliru melihat Yesus dan makin teguh dalam iman.

Doa Malam

Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau sungguh-sungguh telah bangkit. Limpahkanlah rahmat-Mu atasku agar aku tidak pernah ragu-ragu akan penyertaan-Mu dalam hidupku sehari-hari, juga dalam istirahatku sepanjang malam ini. Amin.

RUAH

Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” ... Lalu Yesus membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Kamis, 24 April 2014
hari Kamis dalam Oktaf Paskah

Kis 3:11-26;  Mzm 8:2ab.5.6-7.8-9; Lukas 24:35-48

Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” ... Lalu Yesus membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Kalau kita kehilangan saudara yang sangat kita cintai, yang selama ini menjadi andalan hidup dan tumpuan masa depan kita, wajar jika kita merasa sangat sedih, bingung, putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa. Kurang lebih, demikianlah situasi para murid berhadapan dengan wafat Yesus yang barusaja terjadi. Hati mereka diliputi kesedihan, kebingungan, ketakutan dan keputus-asaan. Yesus yang selama ini menjadi andalan dan sekaligus diharapkan menjadi tumpuan masa depan mereka, kini telah tiada. Mereka sungguh-sungguh mengalami kegelapan. Oleh karena itu, ketika mereka mendengar warta tentang kebangkitan-Nya, mereka tidak mudah mengerti dan percaya. Bahkan, kehadiran-Nya secara fisik di tengah-tengah mereka pun belum mampu membangkitkan iman mereka. Namun, Yesus tetap sabar dan tidak putus asa. Ia tetap konsisten akan kehadiran-Nya untuk membawa damai sejahtera. Berhadapan dengan para murid yang lamban untuk mengerti dan percaya itu, Ia tetap tenang, tidak marah dan kecewa. Dengan sabar, Ia kembali menerangkan Kitab Suci dan membuka pikiran mereka sampai mereka benar-benar mengerti dan akhirnya siap untuk diutus menjadi saksi-saksi-Nya.

Hal yang sama juga senantiasa kita alami. Setiap saat, Tuhan selalu ada untuk kita, juga pada saat kita mengalami kegelapan, kebingungan, ketakutan dan keragu-raguan. Oleh karena itu, kalau kita menghadapi situasi seperti itu, kita harus mau membuka hati kepada Tuhan yang datang membawa damai sejahtera dan membuka pikiran kita sehingga kita mengerti apa yang harus kita lakukan sesuai dengan kehendak-Nya.

Doa: Tuhan, bukalah selalu pikiranku, lebih-lebih saat aku mengalami kegelapan, kebingungan, ketakutan dan keragu-raguan sehingga aku mengerti apa yang harus aku lakukan sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. -agawpr-

Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?

Rabu, 23 April 2014
Hari Rabu dalam Oktaf Paskah

Kis 3:1-10; Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9; Luk 24:13-35

Kata mereka seorang kepada yang lain, “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” Lalu bangunlah mereka dan langsung kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid. Mereka sedang berkumpul bersama teman-teman mereka. Kata mereka kepada kedua murid itu, “Sungguh, Tuhan telah bangkit, dan telah menampakkan diri kepada Simon.” Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan, dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Seperti 2 murid Emaus, kita masing-masing juga sedang menempuh sebuah perjalanan/peziarahan hidup. Yesus senantiasa hadir dan menyertai setiap langkah perjalanan kita. Melalui banyak orang dan banyak peristiwa, Ia mengajarkan banyak hal kepada kita namun tidak selalu kita mampu mengenali-Nya. Dalam kesibukan sehari-hari, di tengah aktivitas dan pekerjaan kita, Tuhan selalu hadir dan menyertai kita namun kita tidak selalu menyadari dan memikirkan-Nya. Maka, amat penting bagi kita untuk mau menghentikan langkah perjalanan kita barang sejenak, berhenti dari kesibukan, aktivitas dan pekerjaan kita untuk diam, hening, merenung, berefleksi dan berdoa. Atau untuk bertanya "apa yang kamu cari" seperti pertanyaan Yesus kepada Maria Magdalena dalam bacaan Injil kemarin dan kemudian diperdalam melalui renungan Rm. Rony. Sebab, dengan berhenti sejenak itulah kita akan mampu untuk mengenali Yesus yang hadir dan menyertai kita sebagaimana dialami oleh kedua murid Emaus itu. Lalu, kita pun akan dibimbing-Nya untuk mencari dan menemukan apa yang baik, benar dan penting bagi kita. Dari sekian banyak kesempatan untuk berhenti, diam, hening, merenung, berefleksi dan berdoa tersebut, tentu yang paling utama adalah merayakan Ekaristi. Sebab, di situlah melalui para imam, kita menerima pengajaran-Nya tentang Kitab Suci sekaligus menyaksikan bagaimana Ia memecah-mecah roti dan memberikannya kepada kita.

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk berani berhenti sejenak dari kesibukan pekerjaan sehari-hari kami untuk diam, merenung, berefleksi, dan berdoa, lebih-lebih untuk merayakan Ekaristi supaya kami semakin menyadari dan mengalami kehadiran dan penyertaan-Mu. Amin. -agawpr-

Rabu, 23 April 2014 Hari Rabu dalam Oktaf Paskah

Rabu, 23 April 2014
Hari Rabu dalam Oktaf Paskah

“Seperti Kristus telah bangkit dari mati, kita juga akan menjalani kehidupan baru” (St. Agustinus)
  
Antifon Pembuka (Mat 25:34)
  
Marilah, hai kamu yang diberkati Bapa-Ku. Terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan
  
Doa Pagi

Tuhan Yesus, kedua orang murid-Mu yang pergi ke Emaus tidak mampu melihat kehadiran-Mu sepanjang perjalanan mereka. Berbagai masalah yang kami hadapi seringkali juga membuat kami tenggelam dalam masalah itu dan tidak mampu melihat kuasa kehadiran-Mu yang mampu mengatasi setiap masalah. Maka berkati kami agar sepanjang hari ini kami dapat mengalami kuasa kebangkitan-Mu, bahwasanya Engkau selalu beserta kami. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
 
Iman bersumber dari Paskah kebangkitan Tuhan yang membarui seluruh hidup ini. Berkat iman yang kuat, orang dapat menyelamatkan hidup sesamanya. Karena kebangkitan Kristus telah menyelamatkan semua orang dari belenggu dosa. Upah dosa adalah kematian. Kristus telah mengalahkan kematian. Maka orang beriman akan selamat dan hidup bahagia.
  
Bacaan dari Kisah Para Rasul (3:1-10)
   
"Apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Dalam nama Yesus Kristus, berjalanlah!"
   
Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Mereka menatap dia dan Petrus berkata, “Lihatlah kepada kami.” Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata, “Emas dan perak tidak ada padaku! Tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Lalu Petrus memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian kemari dan mengikuti Petrus dan Yohanes ke dalam Bait Allah; ia berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. Ketika seluruh rakyat melihat dia berjalan sambil memuji Allah, mereka mengenali dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah. Maka mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.
Ayat. (Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9; Ul: 7a.8a)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya; percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
2. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!
3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya, Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.
4. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.

Bait Pengantar Injil, do = f, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
   
Kehidupan manusia dibarui berkat ketaatan Yesus kepada Bapa. Sejarah keselamatan Allah sungguh nyata bagi umat manusia. Murid di Emaus sudah merasakannya. Hati mereka dikobarkan agar bangkit dan menjadi saksi kebangkitan Tuhan. Buah kebangkitan mesti diwartakan kepada banyak orang.
     
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (24:13-35)
 
"Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti."
   
Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan, dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenali Dia. Yesus berkata kepada mereka, “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya, “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?” Kata-Nya kepada mereka, “Apakah itu?” Jawab mereka, “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret! Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Dan beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan bahwa Yesus hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.” Lalu Ia berkata kepada mereka, “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya akan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Sementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju. Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanannya. Tetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat, “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenali Dia. Tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain, “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” Lalu bangunlah mereka dan langsung kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid. Mereka sedang berkumpul bersama teman-teman mereka. Kata mereka kepada kedua murid itu, “Sungguh, Tuhan telah bangkit, dan telah menampakkan diri kepada Simon.” Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan, dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan


Para murid Yesus yang berjalan menuju ke Emaus disapa pelan-pelan oleh Yesus melalui penjelasan Kitab Suci. Hati mereka berkobar-kobar ketika Yesus menerangkan Kitab Suci kepada mereka. Iman akan kebangkitan Yesus akan bertumbuh dengan mendengar dan merenungkan firman Tuhan secara terus menerus. Ekaristi akan sangat berarti dan menjadi puncak bila kita sungguh mendengarkan dan merenungkan firman.

Doa Malam

Yesus, sahabatku, kehadiran-Mu sering tak kusadari, karena aku terlalu sibuk dan terfokus pada persoalan hidup serta hal-hal yang bersifat duniawi. Tumbuhkanlah imanku supaya aku semakin menyadari akan penyertaan-Mu dalam setiap langkah hidup ini. Amin.
  

Ketika berhadapan dengan Yesus yang telah bangkit, murid-murid masih ragu-ragu Bdk. Luk 24:38., karena bagi mereka kenyataan itu kelihatan sangat tidak mungkin: mereka mengira, melihat hantu Bdk. Luk 24:39.. "Mereka heran dan belum percaya karena herannya" (Luk 24:41). Tomas harus mengalami ujian keragu-raguan yang sama Bdk. Yoh 20:24-27., dan waktu penampakan terakhir di Galilea, yang diberitakan oleh Mateus, beberapa dari mereka masih "ragu-ragu" (Mat 28:17). Karena itu, hipotesa bahwa kebangkitan adalah "hasil" iman para Rasul (atau dihasilkan oleh sikap mereka yang terlalu gampang percaya), tidak dapat dipertahankan. Malahan sebaliknya, imannya akan kebangkitan - di bawah pengaruh rahmat ilahi - berasal dari pengalaman langsung mengenai kenyataan Kristus yang telah bangkit. (Katekismus Gereja Katolik, 644) 
   
RUAH