Senin, 03 Juli 2017 Pesta Santo Tomas, Rasul

Senin, 03 Juli 2017
Pesta Santo Tomas, Rasul
  
“Kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita. keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus” (Kis 13:32-33). Kebangkitan Kristus adalah kebenaran, di mana iman kita kepada Kristus mencapai puncaknya: umat Kristen perdana mempercayainya dan menghayatinya sebagai kebenaran sentral; tradisi meneruskannya sebagai sesuatu yang mendasar, dokumen-dokumen Perjanjian Baru membuktikannya; bersama dengan salib ia diwartakan sebagai bagian penting misteri Paska. Kristus telah bangkit dari antara orang-orang mati. Oleh kematian-Nya Ia telah mengalahkan kematian. Ia telah memberi kehidupan kepada orang-orang mati. (Liturgi Bisantin, Troparion pada hari Paskah)“

Antifon Pembuka (Mzm 117:28)

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji.
Allahkulah Engkau, Engkau kuagungkan.
Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjadi keselamatanku.

You are my God, and I confess you;
you are my God, and I exalt you;
I will thank you, for you became my savior.
 
Pada Misa Pesta Santo Tomas ada Gloria (Madah Kemuliaan)
 
Doa Pagi

Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, kami bergembira pada Pesta Santo Tomas, rasul-Mu yang mengimani Putra-Mu sebagai Allah. Semoga kami senantiasa dilindungi olehnya dan kelak memperoleh kehidupan bahagia karena percaya akan nama Yesus Kristus, Putra-Mu, dan Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (2:19-22)
   
"Kamu dibangun di atas dasar para rasul."
   
Saudara-saudara, kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan orang kudus dan anggota keluarga Allah. Kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di atas Dia tumbuhlah seluruh bangunan, yang rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Di atas Dia pula kamu turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah dalam Roh.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan do = f, 4/4, PS 827
Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!
Ayat. (Mzm 117:1.2)
1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil do = f, 2/2, PS 955
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 24:32; 2/4)
Yesus bersabda, "Hai Tomas, karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (20:24-29)
   
"Ya Tuhan dan Allahku."
    
Pada hari Minggu Paskah, ketika Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya, “Kami telah melihat Tuhan!” tetapi Tomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, aku sama sekali tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagimu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya, “Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
  Pada zaman sekarang, orang bisa saja tertipu karena percaya sebelum melihat. Jangankan tertipu karena percaya sebelum melihat, yang percaya setelah melihat pun bisa tertipu karena yang dilihat ternyata palsu. Namun, dalam kasus-kasus yang lain, orang bisa percaya karena memiliki pengalaman kedekatan yang baik dengan orang yang menjadi sumber informasi. Kita pasti pernah mendengar ungkapan: "Kalau dia yang omong, saya percaya. Tetapi kalau bukan dia yang omong, saya ragu!" Mari kita renungkan bersama, "Ada apa dengan Tomas, salah satu rasul Yesus?"
 
 Ketika para murid berkata kepada Tomas, "Kami telah melihat Tuhan", Tomas tampak sangat keras menolak. Tomas sama sekali tidak percaya. Bila kita berandai-andai, sebenarnya bukan Tomas saja yang tidak percaya. Murid-murid lain pun tidak akan percaya bila berada pada posisi Tomas. Apakah Tomas tidak memiliki kedekatan gubungan dengan kesepuluh rasul yang lain sehingga ia tidak mempercayai teman-temannya? Dalam perenungan saya tidaklah demikian. Situasilah yang membuat Tomas ekstra hati-hati. Para murid baru saja terguncang karena peristiwa penyaliban dan kematian Yesus. Lalu mereka terguncang lagi dengan hilangnya jenazah Yesus. Lalu mereka semakin terguncang lagi dengan berita bahwa Yesus bangkit. Para murid, termasuk Tomas, tidak sanggup mencerna semuanya dalam waktu yang begitu berdekatan. Bagi mereka, "Cukuplah! Jangan ditambah-tambah lagi!" Mereka belum memahami semua peristiwa yang terjadi pada hari-hari belakangan itu. Lalu, bagaimana kita dapat percaya bahwa Kristus bangkit bila pada waktu itu para murid berada dalam situasi guncang? Antara percaya dan tidak? 
 
 Supaya kita tidak menjadi sia-sia dalam percaya, kita perlu membaca perikop sebelumnya dari Injil yang kita renungkan hari ini. Para murid diutus memberikan kesaksian tentang apa yang mereka percayai BUKAN TANPA BEKAL. Mereka memang terguncang, namun Tuhan tetap membekali mereka, menguatkan mereka, dan meyakinkan mereka dengan Roh Kudus untuk menjalankan tugas perutusan sebagai saksi dan menerima kuasa untuk mengampuni. Jadi, Roh Kudus dalam diri para muridlah yang memberikan kesaksian tentang Yesus Kristus yang kebangkitan-Nya kita imani. Maka, tidaklah keliru bila iman kita bertumpu di atas dasar iman para rasul yang dipenuhi Roh Kudus. Kita pun mengimani kesaksian para rasul karena Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita. Oleh karena itu, kita pun dapat berkata, "Bila kesaksian berasal hanya dari para rasul, saya boleh tidak percaya. Namun karena di dalam diri para rasul berdiam Roh Kudus yang menjadi Penyaksi (bdk. Kis 1:8), tidak ada alasan bagi saya untuk tidak percaya." Lalu, lahirlah seruan, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (WID/INSPIRASI BATIN 2017)   
  
Antifon Komuni (Yoh 20:27)

Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah