Sabtu, 15 Juli 2017 Peringatan Wajib St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja

Sabtu, 15 Juli 2017
Peringatan Wajib St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja
 
Kepada Kristus yang tergantung di salib, kita harus memandang dengan iman, harapan, kasih dan kagum. (St. Bonaventura)     
   
Antifon Pembuka (Dan 12:3)

Orang bijaksana akan bersemarak cemerlang laksana surya dan guru kebenaran akan berseri bagaikan bintang abadi.


Doa Pembuka


Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, hari ini kami memperingati Santo Bonaventura. Semoga hati dan budi kami diterangi oleh pengetahuannya yang cemerlang, dan hati kami dikobarkan oleh cinta kasihnya. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Yusuf memperlihatkan kepada saudara-saudaranya tentang kasih dan pemeliharaan Allah bagi mereka di tanah Mesir. Kasih dan pemeliharaan tersebut akan terus dianugerahkan hingga janji-janji-Nya kepada leluhur mereka.
 
Bacaan dari Kitab Kejadian (49:29-32; 50:15-26a)
   
 
"Allah akan memperhatikan kalian, dan membawa kalian keluar dari negeri ini."

Waktu akan meninggal Yakub berpesan kepada anak-anaknya, “Apabila aku nanti dikumpulkan kepada kaum leluhurku, kuburkanlah aku di sisi nenek moyangku dalam gua di ladang Efron, orang Het itu, dalam gua di ladang Makhpela di sebelah timur Mamre di tanah Kanaan, yaitu ladang yang telah dibeli Abraham dari Efron, orang Het itu, untuk menjadi kuburan milik keluarga. Di situlah dikuburkan Abraham beserta Sara, isterinya; di situ pula dikuburkan Ishak beserta Ribka, isterinya, dan di situlah juga kukuburkan Lea. Ladang dengan gua di sana telah dibeli dari orang Het.” Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka, “Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalas kita sepenuhnya, atas segala kejahatan yang telah kita lakukan terhadapnya.” Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf, “Sebelum ayahmu meninggal, ia telah berpesan, ‘Beginilah hendaknya kalian katakan kepada Yusuf. Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu’.” Ketika permintaan disampaikan kepadanya, menangislah Yusuf. Saudara-saudara Yusuf pun datang sendiri-sendiri dan sujud di depannya serta berkata, “Kami datang untuk menjadi budakmu.” Tetapi Yusuf berkata, “Janganlah takut, sebab aku bukan pengganti Allah. Memang kalian telah membuat rencana yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mengubahnya menjadi kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Maka janganlah takut. Aku akan menanggung makanmu dan juga makanan anak-anakmu.” Demikianlah Yusuf menghiburkan saudara-saudaranya dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. Yusuf tetap tinggal di Mesir beserta kaum keluarganya. Ia hidup seratus sepuluh tahun. Jadi Yusuf sempat melihat anak cucu Efraim sampai keturunan yang ketiga; juga anak-anak Makhir, anak Manasye, lahir di pangkuan Yusuf. Waktu akan meninggal, berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya, “Tidak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kalian dan membawa kalian keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub.” Lalu Yusuf menyuruh anak-anak Israel bersumpah, katanya, “Tentu Allah akan memperhatikan kalian. Pada waktu itu kalian harus membawa tulang-tulangku dari sini.” Kemudian Yusuf meninggal dunia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Hai orang-orang yang rendah hati, carilah Allah, maka hatimu akan hidup kembali.
Ayat. (Mzm 105:1-2.3-4.6-7; Ul: 7a.8a)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
2. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!
3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya! Dialah Tuhan Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (1Ptr 4:14)
Berbahagialah kalian, kalau dicaci maki demi Yesus Kristus, sebab Roh Allah ada padamu.
 
Yesus menegaskan kembali tentang tantangan yang akan dihadapi oleh para murid-Nya. Yesus berharap agar mereka mewartakan apa yang telah Dia sampaikan kepada mereka dan siap menghadapi segala situasi. Allah akan tetap menyertai dan membimbing mereka.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (10:24-33)
 
"Janganlah takut kepada mereka yang membunuh badan!"
 
Pada waktu itu Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya, “Seorang murid tidak melebihi gurunya, dan seorang hamba tidak melebihi tuannya. Cukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya, dan bagi seorang hamba, jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kalian takut kepada mereka yang memusuhimu, karena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi, yang takkan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang. Dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah. Dan janganlah kalian takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa. Tetapi takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor? Namun, tak seekor pun akan jatuh tanpa kehendak Bapamu. Dan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung. Sebab itu janganlah kalian takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit. Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, dia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surga.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Selama satu pekan ini Yesus telah berbicara kepada murid-Nya tentang pengutusan mereka. Hari ini Ia mengajar bmereka untuk berani menjadi utusan, apa pun halangan yang bakal merintangnya. Dengan demikian, mereka belajar untuk menjadi seperti Yesus, Guru mereka. Kita pun dipanggil untuk berani menjadi seperti Yesus. Hal itu mesti nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita menyerahkan diri seutuhnya untuk diutus ke tengah dunia ini dengan menerangi dan menggaraminya. Caranya, melalui teladan dan kesaksian hidup kita yang baik.

Antifon Komuni (1Kor 1:23-24) 
 
Kami memaklumkan Kristus yang tersalib, Kristus, kuasa dan kebijaksanaan Allah. 
 
Doa Malam

Allah Bapa Maha Pengasih, kami sudah menerima jaminan hidup abadi. Kami mohon kepada-Mu dengan rendah hati, semoga kami mengikuti nasihat Santo Bonaventura mengabdikan diri kepada karya-Mu dengan setia dan mengasihi sesama dengan cinta yang menyala. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja
 
Bonaventura berasal dari Italia Tengah, yang lahir pada tahun 1221 dan dibaptis dengan nama Yohanes. Tahun 1243 ia bergabung dengan Ordo Fransiskan (OFM= Ordo Saudara-saudara Dina) yang pada waktu itu masih baru, yang didirikan oleh Santo Fransiskus dari Assisi. Pada usia 35 tahun ia sudah dipilih sebagai pemimpin tertinggi Ordo Fransiskan dan menjabat tugas ini sebanyak 9 kali. Kemudian pada usia 52 tahun Paus Gregorius X mengangkatnya sebagai Uskup dan Kardinal.

Bonaventura meninggal secara mendadak pada 15 Juli 1274, dalam perjalanannya untuk mengikuti Konsili Lyon. Ia dinyatakan sebagai orang kudus (Santo) pada 14 April 1482 oleh Paus Sixtus IV. Pada 14 Maret 1587, Paus Sixtus V memberinya gelar Pujangga Gereja. (Refleksi: "Kristus itu jalan. Kristus itu pintu" (St. Bonaventura).] [Dari berbagai sumber / RUAH]
 

RUAH