Senin, 02 Juli 2018 Hari Biasa Pekan XIII

Senin, 02 Juli 2018
Hari Biasa Pekan XIII

Di dalam Kerajaan Yesus, orang berdosa dapat memperoleh pengampunan, di sana semua orang adalah saudara. (Beato Paulus VI)


Antifon Pembuka (Mzm 50:23)

Siapa mempersembahkan kurban syukur, memuliakan Daku. Siapa jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan.

Doa Pembuka

Allah Bapa sumber kebahagiaan, berkenanlah menghidupi kami dengan sabda-Mu dan membuat kami senang dan bahagia karena yakin bahwa Engkau selalu setia akan karya tangan-Mu berkat Yesus Kristus, yang memperkenalkan nama-Mu kepada kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
    
Bacaan dari Nubuat Amos (2:6-10.13-16)
 
"Mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu."
  
Beginilah sabda Tuhan, “Karena tiga perbuatan jahat Israel , bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku. Sebab mereka telah menjual orang benar untuk mendapatkan uang, dan orang miskin karena sepasang kasut. Mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara. Anak dan ayah pergi menjamah perempuan muda yang sama, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku. Mereka merebahkan diri di samping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka. Padahal Akulah yang memusnahkan orang Amori dari depan mereka; orang-orang Amori yang tingginya seperti pohon aras dan kuat seperti pohon tarbantin. Akulah yang menuntun kalian keluar dari tanah Mesir, dan memimpin kalian empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kalian menduduki negeri orang Amori. Sesungguhnya Aku akan mengguncangkan tempat kalian berpijak seperti goncangan kereta yang sarat dengan berkas gandum. Orang cepat tidak mungkin lagi melarikan diri, orang kuat tak dapat menggunakan kekuatannya, dan pahlawan tak dapat melarikan diri. Pemegang panah tak dapat bertahan, orang yang cepat kaki takkan terluput, dan penunggang kuda tak dapat meluputkan diri. Juga orang yang berhati berani di antara para pahlawan akan melarikan diri dengan telanjang pada hari itu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Camkanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah.
Ayat. (Mzm 50:16bc-17.18-19.20-21.22-23)
1. Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
2. Jika melihat pencuri, engkau berkawan dengan dia! Engkau bergaul dengan orang berzinah. Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya.
3. Engkau duduk, dan menjelek-jelekkan saudaramu, engkau memfitnah saudara kandungmu. Itulah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apakah kaukira Aku ini sederajat dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu.
4. Camkanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah; waspadalah, jangan sampai Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah suara Tuhan   

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (8:18-22)
 
"Ikutlah Aku."
  
Pada suatu hari banyak orang mengerumuni Yesus. Melihat hal itu Yesus menyuruh bertolak ke seberang. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya, “Guru, aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya, “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya berkata kepada-Nya, “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” Tetapi Yesus berkata kepada-Nya, “Ikutilah Aku, dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 

Ketika kita menyatakan kita mau mengikuti sebuah organisasi, kita langsung dikenakan tata tertib, aturan dan pelbagai prasyarat. Hanya dengan melakukannya kita diakui menjadi anggota, bagian dari organisasi tersebut. Bergabung dengan Yesus, masuk menjadi anggota-Nya, bahkan menjadi putra-putri-Nya adalah bagus, mulia dan sesuatu yang luhur. Untuk itu juga ada harga yang harus dibayar, ada yang harus dilepaskan, ada yang harus tidak dilakukan, ada yang harus ditempuh. 
 
 Banyak orang ingin mengikuti Tuhan. Tidak banyak yang berani menjalani semua konsekuensinya. Atau bahkan ada yang mau mengikuti-Nya tetapi mereka sendiri memasang 'syarat' pada Tuhan. Makanya Yesus menjelaskan: Pertamam untuk sang ahli taurat: mengikuti Yesus itu tanpa pamrih; jangan berharap mendapat jaminan sandang, pangan, papan. Harus siap kehilangan segalanya; lihat saja, Yesus sendiri, tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Kedua, buat sang anak muda; mengikuti Tuhan harus memprioritaskan-Nya di atas segala-galanya; juga harus siap mengorbankan kedekatan keluarga; tak ada kompromi; serentak uhan meyakinkan Ia akan mengurus dan memperhatikan apa dan siapa saja yang kita tinggalkan. Dia akan peduli. Bagaimana kenyataan panggilan hidup imamat dan membiara di paroki kita? Apa sumbangan kita terhadap panggilan? Cukupkah penjelasan, informasi yang dibutuhkan anak muda untuk menentukan pilihan mereka? 

Doa Malam

Yesus, mampukanlah kami untuk setia dan tekun mengikuti Engkau sekalipun sebagai Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala. Izinkanlah kami tetap mengikuti Engkau sepanjang hidup kami. Sebab Engkaulah Tuhan, Penyelamat kami. Amin.

 
TP/RENUNGAN HARIAN MUTIARA IMAN 2018