Seri Alkitab: MENYELISIK MARKUS PENGINJIL

Seri Alkitab
MENYELISIK MARKUS PENGINJIL
Bagian II

Syalom aleikhem.
Meski Alkitab tak terlalu jelas menyingkap siapa Santo Markus Penginjil, Tradisi Suci cukup gamblang menjelaskannya bagi kita. Memang begitulah – kerennya – cara beriman Gereja Kristen yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik (nama kondang: “Gereja Katolik”). Tak bisa Alkitab diandalkan sebagai satu-satunya sumber iman. Ada Tradisi yang perlu digali. Mari ikut.

Berikut ini Tradisi yang disampaikan kepada kita oleh Santo Klemen dari Alexandria. Ketika Rasul Petrus mewartakan Injil di Roma, banyak umat yang mendengarkannya mendorong Santo Markus menuliskan apa yang dikhotbahkan Rasul Petrus. Kisah itu tertulis dalam Historia Ecclesiastica (‘Sejarah Gerejawi’) VI.14.6 yang diriwayatkan oleh seorang Bapa Gereja bernama Eusebius: “Ketika Petrus mengajarkan Firman di depan umum di Roma dan mewartakan Injil oleh Roh Kudus, banyak orang yang hadir meminta Markus yang sudah lama mengikuti Petrus dan mengingat kata-katanya, menuliskan kata-kata [Petrus] itu.”

Disuratkan pula dalam kitab yang sama (VI.25.5) demikian: “[Injil] yang kedua [dari keempat Injil] ditulis oleh Markus yang menyusunnya menurut arahan Petrus yang dalam surat Katoliknya mengakui dia sebagai anaknya dengan berkata: Gereja yang di Babilonia terpilih bersama denganmu, memberi salam kepadamu, dan demikian juga Markus, anakku.”

Dengan kalimat yang hampir persis, salam itu kita temukan di dalam Alkitab (1Ptr. 5:13): “Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babel dan juga dari Markus, anakku.”

Lalu menjadi klop di situ antara Alkitab dan Tradisi. Menjadi jelas bahwa Markus yang disebut dalam Surat Kedua Petrus itulah Santo Markus yang menulis Injil Kedua, yaitu Injil Markus yang termasuk dalam Alkitab Katolik. Tanpa Tradisi Suci, sulit sekali kita mengetahui siapa itu Markus, juga mengapa Injil Kedua dinamakan Injil Markus. Dengan aneka riwayat itu, Gereja Katolik begitu mudah menjawab pelbagai pertanyaan yang muncul yang tak terdapat jawabannya di dalam Alkitab.

Contoh kecil pertanyaan yang tak terjawab oleh Alkitab adalah “Siapa penulis Injil Kedua?” juga “Mengapa Injil Kedua dinamakan Injil Markus?” dan lagi “Siapa sebenarnya Markus yang menulis Injil Kedua?” Dengan Tradisi Suci, semua itu beres terpuaskan oleh jawaban yang amat meyakinkan. Karena itu, sekali lagi terbukti bahwa doktrin “hanya Alkitab” tak bisa dipegang karena tidak valid.

Bagi Gereja Katolik, terang-benderang bak matahari siang bahwa Injil Kedua ditulis oleh Santo Markus. Meski aslinya Injil Markus datang tak bernama, kita tetap tahu siapa penulisnya. Lalu, juga mengapa itu dinamakan Injil Markus, Gereja Katolik tahu asal-muasalnya. Uraian Tradisi oleh para Bapa Gereja sangat jelas merunutkan riwayatnya. Ikuti terus lanjutan penyelisikan ini. Semoga makin asyik. Tampaknya. Amin.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring