Sabtu, 09 Juni 2018 Peringatan Wajib Hati Tersuci SP. Maria

Sabtu, 09 Juni 2018
Peringatan Wajib Hati Tersuci SP. Maria

“Apa yang Gereja Katolik percaya dan ajarkan tentang Maria, berakar dalam iman akan Kristus, tetapi sekaligus juga menjelaskan iman akan Kristus.” (Katekismus Gereja Katolik, 487)


Antifon Pembuka (Mzm 12:6)


Hatiku bergembira karena Engkau menyelamatkan daku. Aku bernyanyi bagi-Mu karena kebaikan-Mu terhadapku. 


Doa Pembuka

Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, Engkau telah memenuhi hati Santa Perawan Maria dengan rahmat-Mu, sehingga ia menjadi kediaman yang pantas bagi Roh Kudus. Semoga berkat jasa dan doa restunya kami pun diterima dalam bait kemuliaan-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
       
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (4:1-8)

 
 
"Lakukanlah pekerjaan seorang pewarta Injil. Hidupku mulai dicurahkan dan Tuhan akan mengaruniakan mahkota keselamatan kepadaku."

Saudara terkasih, di hadapan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi kerajaan-Nya: Wartakanlah sabda Allah. Siap sedialah selalu, baik atau tidak waktunya. Nyatakanlah yang salah, tegur dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Sebab akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya, untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Tetapi engkau, kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah dalam penderitaan, lakukanlah pekerjaan pewarta Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! Mengenai aku, darahku mulai dicurahkan sebagai persembahan, dan saat kematianku sudah mendekat. Aku telah menyelesaikan pertandingan yang baik, mencapai garis akhir dan memelihara iman. Kini tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku pada hari-Nya oleh Tuhan, hakim yang adil; bukan hanya kepadaku, tetapi juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Mulutku akan menceritakan keselamatan yang datang dari-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 71:8-9.14-15a.16-17.22; R.15b)

1. Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, sepanjang hari penuh penghormatan kepada-Mu. Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.
2. Tetapi aku senantiasa mau berharap kepada-Mu, dan menambah puji-pujian bagi-Mu. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu.
3. Aku datang dengan keperkasaan Tuhan Allah, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja! Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.
4. Aku pun mau menyanyikan syukur dengan gambus atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 5:3)
Berbahagialah yang bersemangat miskin, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.
  

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (12:38-44)

 
"Janda miskin itu telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain."

Pada suatu hari Yesus dalam pengajaran-Nya berkata, “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat. Mereka suka berjalan-jalan dengan pakaian panjang dan suka menerima penghormatan di pasar. Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan dalam rumah ibadat dan tempat terhormat dalam perjamuan. Mereka mencaplok rumah janda-janda sambil mengelabui orang dengan doa panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. Pada kali lain sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah sejumlah janda miskin. Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya: semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

 
SP Maria merupakan pioneer Perjanjian Baru, pribadi yang dipilih oleh Allah dalam rangka mewujudkan janji Allah untuk menyelamatkan umat manusia di seluruh dunia. Hari ini kita kenangkan hatinya yang tersuci, sehari setelah mengenangkan Hati Yesus Yang Mahakudus. SP Maria adalah teladan umat beriman, maka marilah kita sebagai umat beriman meneladannya, antara lain dengan memperbaharui hati kita agar semakin suci. Dalam perjalanan hidup, tugas dan panggilan kita masing-masing, kita telah menerima aneka siraman rohani (nasihat, tegoran, perintah, ajaran, kritik dst..), yang menurut saya berfungsi untuk memperbaharui cara hidup dan cara bertindak kita, sehingga hati kita juga semakin suci. 
 
Berrefleksi atas apa yang disabdakan oleh Yesus dalam Injil hari ini rasanya secara konkret masih up to date alias terjadi sampai kini. Sebagai contoh sebut saja Pak Yudas dan Pak Petrus, mereka tinggal di kota metropolitan Jakarta. Baik Yudas maupun Petrus adalah bapa keluarga dengan satu isteri dan dua anak, namun yang berbeda adalah Yudas menjadi direktur beberapa perusahaan sedangkan Petrus adalah buruh pabrik yang memperoleh imbalan/balas jasa sesuai dengan UMP .Income atau pendapatan bersih (take home pay) Yudas per bulan Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah), sedangkan Petrus Rp.900.560,- (sembilan ratus ribu lima ratus enam puluh rupiah). Sama-sama sebagai orang katolik mereka rajin ke gereja pada hari minggu dan tidak lupa memberi persembahan atau kolekte dalam Perayaan Ekaristi. Jumlah kolekte yang dikeluarkan Yudas mungkin Rp.400.000,-/bulan dan Petrus Rp.4.000,-/bulan. Jika dilihat secara nominal kolekte Yudas lebih besar daripada Petrus, tetapi jika dilihat secara lebih mendalam sebagai persembahan/pengorbanan dirinya kiranya Petrus lebih besar daripada Yudas. Bukankah dengan berkurangnya Rp.4.000,- perbulan lebih terasa bagi Petrus dan keluarganya daripada Yudas dan keluarganya yang mempersembahkan Rp.400.000,-/bulan? Hitung saja sisa dana/uang yang tinggal pada mereka serta kebutuhan hidup sehari-hari mereka! Petrus sungguh memberi dari kekurangannya, sedangkan Yudas memberi dari kelimpahannya.
 
Memberi dari kelimpahan hemat saya identik dengan membuang sampah dan menjadi yang lain (penerima) sebagai tempat sampah. Kebahagiaan pemberi ini adalah tiada sampah lagi di dalam keluarganya/dirinya, karena sampah sudah ‘dilempar’ ke tempat lain. Berbeda dengan memberi dari kekurangan sebagaimana dilakukan oleh janda miskin atau Petrus: kebahagiaan sebagai pemberi terjadi karena telah boleh berkorban demi kebahagiaan yang lain. Persembahan, kolekte atau sumbangan hemat saya merupakan bentuk ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang telah menganugerahi kita melimpah ruah atau tindakan cintakasih kepada Tuhan melalui sesama atau dengan perbuatan-perbuatan baik. Hemat saya mencintai atau berbuat baik senantiasa dijiwai oleh pengorbanan diri bagi sesama atau yang lain (ada sesuatu yang berkurang dari dalam diri kita). Tanpa pengorbanan diri jangan-jangan tindakan mencintai atau berbuat baik tersebut hanya sandiwara atau buang sampah pada sesama. Dalam hal mencintai atau berbuat baik bagi sesama ini kiranya kita dapat belajar dari dan bercermin pada Yesus, Tuhan, Guru dan Sahabat kita yang ‘mempersembahkan korban bagi keselamatan sesama dengan mengorbankan Diri-Nya’, menderita dan wafat di kayu Salib. Ia pengorban sekaligus korban.  (disarikan dari Renungan Rm. Ign. Sumarya, SJ)



Doa Malam


Allah Bapa Maha Pengasih, pada peringatan Bunda Putra-Mu, kami Kauperkenankan ikut serta dalam penebusan kekal. Penuhilah kami dengan rahmat-Mu, agar penyelamatan-Mu semakin kami rasakan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

  

RUAH