Rabu, 11 April 2018 Peringatan Wajib St. Stanislaus, Uskup dan Martir

Rabu, 11 April 2018 
Peringatan Wajib St. Stanislaus, Uskup dan Martir

"Begitulah sifat dari iman Katolik bahwa [iman ini] tidak hanya mengakui lebih atau kurang, tapi harus diyakini secara penuh atau secara penuh ditolak: Ini adalah iman Katolik, yang kalau seseorang tidak mempercayai dengan iman dan tegas, dia tidak bisa diselamatkan." (Paus Benediktus XV, 1914-1922)    
  
Antifon Pembuka

Inilah martir sejati yang bersedia menumpahkan darah membela nama Kristus. Ia tidak gentar terhadap ancaman di pengadilan. Kerajaan surga kini menjadi miliknya. Alleluya.
 
Doa Pembuka
  
Allah Bapa sumber cahaya ilahi, Engkau menunjukkan cahaya kebenaran-Mu kepada orang-orang yang sesat, supaya mereka kembali ke jalan yang benar. Semoga kami yang menamakan diri orang kristiani, menjauhkan segala yang bertentangan dengan nama itu, serta berusaha hidup sebagai orang kristiani sejati. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (5:17-26)
    
 
"Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak."
       
Imam Besar Yahudi dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki di Yerusalem mulai bertindak terhadap jemaat, sebab mereka sangat iri hati. Mereka menangkap rasul-rasul, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota. Tetapi waktu malam, seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar. Kata malaikat itu, “Pergilah, berdirilah di Bait Allah, dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” Mereka menaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara. Tetapi ketika para petugas datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, “Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapinya, dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu. Tetapi setelah kami membukanya, tidak seorang pun yang kami temukan di dalamnya.” Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu. Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar, “Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak.” Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah; lalu mengambil rasul-rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut kalau-kalau orang banyak melempari mereka dengan batu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah 
   
Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 829
Ref. Aku hendak memuji nama-Mu, ya Tuhan selama-lamanya
atau Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkan.
Ayat. (Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9)
1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
3. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
4. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya. 
 
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 3:16)
3 ...
Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
    
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (3:16-21)
  
"Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia."
    
Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan

 

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Sabda Yesus tersebut masih ada lanjutannya: "Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatan mereka itu tidak nampak." Dalam dunia terang, ternyata masih ada banyak kegelapan. Dan orang pun masih menyukai kegelapan dariada terang. Maka, marilah kita berani mensyukuri segala rahmat yang telah kita miliki. Rasa syukur atas segala rahmat-Nya akan mengantar kita pada tindakan-tindakan terang di bawah sinar Sang Terang, Tuhan Yesus Kristus. Sebaliknya, ketidak mampuan bersyukur akan gampang menyeret dalam kegelapan, ke dalam kejahatan. Oleh karena itu alangkah baiknya kita berusaha menemukan titik-titik yang gampang membawa kita dalam  kegelapan. Selain itu juga karena adanya  ketidak puasan, yang membuat orang berbuat jahat dan merugi kan lembaga lain atau orang lain.
 

Saudara-saudari terkasih.
Orang-orang yang berjumpa dengan Yesus, bila muncul kekaguman dan bertobat orang itu ada dalam jalan keselamatan. Sebaliknya, orang-orang yang dikuasai oleh dosa dan kejahatan, tidak ingin ada sinar terang yang memancar kepadanya. Karena terang itu mengusik kegelapan, sinar itu mengusiknya, yang telah merasa nyaman dengan dosa-dosanya. Sebaliknya orang yang berdosa yang mau bertobat, ia dicintai Allah, ia mempersilahkan Terang menyinarinya. Ia selalu sadar akan ketidak sempurnaannya, ia butuh karunia dan rahmat Tuhan. Sikap bertobat senantia menjadi sikap hidupnya, ia akan berbuah dan akan terus berbuah. Ia akan hidup rendah hati, jujur, sederhana dan bersahaja. Marilah kita sadari akan kehadiran Tuhan. Dan marilah kita akui di hadapan-Nya segala dosa-dosa kita.Tuhan ingin agar kita hidup suci lahir dan batin, jasmani dan rohani. Suci dalam hati, pikiran dan tindakan. Kita berdoa kepada Tuhan Yesus, seperti setelah bacaan Injil dalam perayaan Ekaristi: "Tuhan sucikanlah pikiranku, perkataanku dan perasaanku." Kita canangkan dalam hati dan batin kita, bahwa kita akan hidup jujur pada Tuhan, pada diri sendiri dan pada sesama dalam masa pantang dan puasa ini.
  
Saudara-saudari terkasih.
Ada baiknya kita belajar sedikit demi sedikit, untuk hidup dalam terang. Belajar menyukai terang dan belajar hidup dalam terang. Jujur terhadap Tuhan, jujur terhadap diri sendiri dan jujur terhadap sesama. Lebih konkritnya lagi: jujur kepada suami, jujur kepada isteri, jujur terhadap anak, jujur tehadap orangtua. Terang telah datang kepada kita, untuk menyelamatkan kita. Namun kita tidak suka, kita tolak, kita tutupi mata kita , kita tutup telinga kita; agar jangan sampai kita melihat dan mendengar suara Tuhan, agar jangan sampai terang menyinari perbuatan kita. Mari kita lawan semua sikap dan sifat negatif yang ada di dalam pikiran dan hati kita. Kita tinggalkan, kita buang segala sesuatu yang menghalangi kita maju dalam kehidupan rohani. Memang kita tidak harus menjadi orang kudus, orang suci, santio dan santa; terlalu jauh dan mengada-ada bila kita berpikiranuntuk menjadi orang kudus; namun kita cukup hidup kudus, hidup suci. Itu sudah jauh lebih baik daripada kita samasekali tidak muncul dalam pelayanan Gereja terhadap umat Allah. Namun kalau kita bisa lebih baik daripada itu, misalnya menjadi: Prodiakon. Atau bergiat sebagai Pengurus Lingkungan, Wilayah atau Stasi dan Paroki. Tentu, itu baik dan terpuji.                                                                                         
Saudara-saudari terkasih. Orang hidup membutuhkan terang. Dan terang itu menyenangkan. Terang itu mengusir kegelapan, tempat yang terang di sana tidak akan terjadi kejahatan, pencurian atau tindakan yang asusila, tempat akan aman, nyaman dan tidak ada pencuri, tidak ada yang kecurian. Tetapi sebaliknya, tempat yang gelap, di sana akan ada berbagai macam tindak kejahatan. Bahkan dijadikan tempat sembunyi, tempay berbuat mesum, jual beli sex. Pendek kata tempat gelap, akan lebih akrab dengan perbuatan dosa dan kejahatan. Tetapi di tempat yang terang, dapat diharapakan bahkan dipastikan di sana tidak akan terhjadi dosa dan kejahatan. Oleh karena itu setiap hari kita diajak bertobat, menokak dosa dan kejahatan. Kita juga diundang untuk berdoa, beribadat, berziarah setiap hari, agar hidup kita menjadi semakin terang, mewartakan kabar baik serta demi bertambahnya kemuliaan Tuhan. (RENUNGAN HARIAN LUMEN 2000)

Antifon Komuni (Mat 16:24)
   

Barangsiapa ingin menjadi murid-Ku, hendaklah menyangkal diri, memanggul salibnya, dan mengikuti Aku. Alleluya.


     

Aku menginginkan keabadian. Aku dilahirkan untuk hal-hal yang lebih besar. (St. Stanislaus)