Kamis, 01 Februari 2018 Hari Biasa Pekan IV

Kamis, 01 Februari 2018
Hari Biasa Pekan IV
 
“Bagaimana bisa iman dalam Yesus dihidupi dalam dunia tanpa harapan? Kita bisa yakin bahwa orang beriman tidak pernah sendirian. Allah adalah batu karang yang kokoh yang diatasnya kita membangun hidup kita dan kasih-Nya selalu setia.” (Paus Benediktus XVI, tweets 12 Desember 2012)

  

Antifon Pembuka

Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah leluhur kami. Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya. Dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan.

Doa Pembuka


Allah Bapa Maha Penyayang, semoga kami selalu patuh setia mengabdi Engkau dan sesama, serta menempuh jalan yang ditunjukkan oleh kebenaran hidup kami, yaitu Yesus Kristus Putra-Mu, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (2:1-4,10-12)
 
"Aku akan mengakhiri perjalananku yang fana ini. Kuatkanlah hatimu, dan berlakulah ksatria."
 
Saat kematian Daud sudah mendekat. Pada suatu hari ia berpesan kepada Salomo, anaknya, “Aku ini akan mengakhiri perjalananku yang fana. Maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah kesatria. Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa. Semoga dengan demikian engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju, dan semoga Tuhan menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel. Kemudian Daud mendapat istirahat bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud. Jadi Daud memerintah orang Israel selama empat puluh tahun; di Hebron ia memerintah tujuh tahun, dan di Yerusalem tiga puluh tiga tahun. Kemudian Salomo duduk di atas takhta Daud, ayahnya, dan menjadi kokohlah kerajaannya.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Tuhan, Engkau menguasai segala-galanya.
Ayat. (1Taw 29:10.11ab.11d-12a.12bcd)
1. Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allahnya bapa kami Israel, dari sediakala sampai selama-lamanya.
2. Ya Tuhan, milik-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya segala-galanya yang ada di langit dan di bumi!
3. Ya Tuhan, milik-Mulah kerajaan. Engkaulah yang tertinggi melebihi segala-galanya. Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu.
4. Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya. Dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan, dalam tangan-Mulah kuasa untuk memperluas dan memperkokoh kerajaan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mrk 1:15)
Kerajaan Allah sudah dekat. Percayalah kepada Injil.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:7-13)
  
"Yesus mengutus murid-murid-Nya."
  
Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, kecuali tongkat; roti pun tidak boleh dibawa, demikian pula bekal dan uang dalam ikat pinggang; mereka boleh memakai alas kaki tetapi tidak boleh memakai dua baju. Kata Yesus selanjutnya kepada murid-murid itu, “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu, dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang ada di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” Mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak, dan menyembuhkan mereka.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.    

Renungan


Dalam hidup ini, kita selalu menyaksikan dan mengalami pergantian para pemimpin kita. Di level masyarakat dan negara, kita mengalami pergantian presiden, menteri, gubernur, bupati dan seterusnya. Di lingkup Gereja, kita menyaksikan pula pergantian Uskup, pastor paroki, dewan paroki dan seterusnya. Di lingkungan kerja kita, sama saja: pergantian direktur, manager, kepala bagian dan seterusnya. Belum lagi kalau kita membentangkannya dalam aliran sejarah. Pergantian pemimpin itu sangat luar biasa dan alami. Tidak ada yang abadi untuk kuasa, jabatan dan pengaruh seseorang dalam lingkungannya.
 
 Pada bacaan pertama hari ini, kita mendengarkan pula saat kematian Raja Daud yang begitu berkuasa selama empat puluh tahun. Dan kini ia harus merelakan pada anaknya sendiri, Salomo yang akan melanjutkan pemerintahannya. Tetapi yang menarik: Daud tampak pasrah dan tenang, ia menyadari bahwa ia harus mengakhiri perjalanannya di dunia yang fana ini. Pesannya kepada Salomo cuma: agar Salomo setia terhadap Tuhan Allah, hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Itulah pemandu hidup seorang raja, itulah pegangan yang paling kuat dan kokoh bagi seorang yang sedang memiliki kekuasaan di lingkungannya: setia kepada Tuhan dan hidup menurut jalan-Nya. Ketika mengutus para murid-Nya, Yesus juga meminta mereka untuk tidak membawa apa-apa. Itulah yang disampaikan Injil hari ini. Apa artinya? Artinya, para murid ketika menjalankan perutusan dan bahkan memiliki kuasa yang diberikan Tuhan, yakni kuasa mengusir roh-roh jahat, mereka harus hanya bergantung kepada Tuhan saja. Saat menjalankan perutusan juga apabila diberi kekuasaan yang besar, para murid Yesus harus rendah hati dan sadar bahwa segala kuasa yang dimiliki hanyalah dari Tuhan dan hanya demi kemuliaanNya saja. Titik sambung dari bacaan hari ini justru di situ: kesetiaan pada Tuhan, hidup menurut jalan-Nya; dan hidup menurut jalan Tuhan berarti mengandalkan seluruhnya kepada Tuhan saja.
 
 Mengandalkan Tuhan saja amatlah penting. Itu bukan sekadar soal kuasa yang memang hanya datang dari Tuhan saja; akan tetapi Tuhanlah Sang Pelaku yang utama dan sentral dan selamanya. Para pemimpin silih berganti, tetapi Tuhan tetap hidup di tengah umat-Nya. Tuhan tetap yang menjadi pemeran utama baik hidup Gereja ini maupun bahkan seluruh sejarah umat manusia. Mengandalkan Allah saja berarti membiarkan Allah Sang Pemeran Utama itu melaksanakan keseluruhan rencana keselamatan-Nya, yakni keselamatan yang puncaknya terlaksana melalui Tuhan kita Yesus Kristus.  (Rm. E. Martasudjita, Pr/INSPIRASI BATIN 2018)

Antifon Komuni (1Raj 2:2-3)

Kuatkanlah hatimu dan berlakulah sebagai ksatria. Lakukanlah tugasmu dengan setia terhadap Tuhan Allahmu.