Jumat, 16 Desember 2016 Hari Biasa Pekan III Adven

Jumat, 16 Desember 2016
Hari Biasa Pekan III Adven

“Liturgi Adven, yang penuh dengan seruan terus-menerus akan sukacita pengharapan datangnya Mesias, membantu kita memahami kepenuhan nilai dan makna misteri Natal.” (Paus Yohanes Paulus II)
  
Antifon Pembuka

Lihatlah, Tuhan akan datang dengan mulia, mengunjungi umat-Nya dalam damai, dan menganugerahi mereka hidup abadi.

Doa Pagi


Allah Bapa Mahakuasa, bantulah kami selalu dengan rahmat-Mu. Semoga kami benar-benar merindukan Putra-Mu dan menerima kekuatan untuk menempuh jalan kehidupan, baik sekarang maupun di masa mendatang. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
  
 
Semua orang yang menaati hukum Tuhan dan melakukan keadilan akan selamat dan bahagia. Orang asing yang bergabung dengan Tuhan, mengasihi dan melayani-Nya akan bersukacita di rumah Tuhan. Rumah Tuhan akan menjadi rumah doa bagi segala bangsa.

Bacaan dari Kitab Yesaya (56:1-3a.6-8)
  
"Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa."

Beginilah firman Tuhan, “Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan. Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang padanya, yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat. Janganlah orang asing yang menggabungkan diri pada Tuhan berkata, ‘Pasti Tuhan akan memisahkan aku dari umat-Nya’. Sebab Aku akan membawa gunung-Ku yang kudus; orang-orang asing yang menggabungkan diri pada Tuhan untuk melayani Dia dan mengasihi nama-Nya serta untuk menjadi hamba-hamba-Nya, dan yang tetap berpegang pada perjanjian-Ku. Mereka semua akan Kuberi sukacita di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan menerima korban bakar dan korban sembelihan yang mereka persembahkan di atas mezbah-Ku. Sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. Beginilah firman Tuhan Allah yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang, “Aku akan menambahkan orang-orang lain kepada himpunan umat-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.
atau. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah.
Ayat. ( Mzm 67:2-3.5.7-8)

1. Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya. Kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
3. Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Datanglah, ya Tuhan, bawalah damai sejahtera, maka kami bersukacita di hadapan-Mu. Alleluya.

Yesus menyatakan kepada orang Yahudi bahwa Yohanes telah memberi kesaksian tentang kebenaran. Namun Ia mempunyai kesaksian yang lebih penting yaitu melakukan pekerjaan Bapa-Nya yang telah mengutus Dia. 
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (5:33-36)
   
"Yohanes adalah pelita yang bernyala dan bercahaya."

Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Kalian telah mengutus orang kepada Yohanes Pembaptis, dan ia telah memberi kesaksian tentang kebenaran. Tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia. Namun, hal ini Kukatakan, agar kalian diselamatkan. Yohanes itu adalah pelita yang nernyala dan bercahaya, tetapi kalian hanya sebentar saja menikmati cahayanya. Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Kulaksanakan. Pekerjaan itulah yang memberi kesaksian tentang diri-Ku, bahwa Aku diutus oleh Bapa.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
 
Kesaksian yang dibawa oleh Yesus, memiliki nilai yang lebih penting daripada yang dibawa oleh Yohanes Pembaptis. Namun demikian, bukan berarti kedua kesaksian ini saling meniadakan. Justru kesaksian Yohanes Pembaptis mempersiapkan apa yang dikerjakan oleh Yesus Kristus. Kenyataan ini menyadarkan kita untuk menempatkan diri sesuai dengan porsi kita di hadapan Allah. Meskipun kita memiliki berbagai kemampuan, tetapi tetap yang terutama dan yang harus kita utamakan adalah kemuliaan Allah sendiri. Seluruh perbuatan dan tindakan kita, selayaknya dipersiapkan supaya menjadi wahana yang ideal bagi karya-karya Allah. 
   
Antifon Komuni (Flp 3:20-21)
 
Kita menantikan Yesus Kristus, Penebus dan Tuhan kita, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia. 
 
Doa Malam

Allah Bapa Mahabaik, kami telah Kausegarkan karena telah ikut serta dalam misteri suci ini. Ajarilah kami menghargai hidup di dunia ini dengan bijaksana dan mencita-citakan hidup surgawi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


RUAH

0 komentar:

Posting Komentar


Mari budayakan berkomentar positif, setiap komentar yang bermuatan negatif, menyinggung SARA, spam, menggunakan bahasa kurang sopan, memicu pertikaian, atau tidak berhubungan dengan topik terkait tidak akan ditayangkan/dihapus
.
RENUNGANPAGI tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

The views expressed in the contents above are those of our users and do not necessarily reflect the views of RENUNGANPAGI