Peringatan Mulia Arwah Semua Orang Beriman

Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkan-Nya pada akhir zaman.” (Yoh 6:40)

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Setiap orang pasti memiliki kenangan akan orang yang sudah meninggal, mungkin orangtua, keluarga, sahabat, kenalan dan yang lain. Bagaimana keadaan mereka sekarang? Apakah bahagia atau sebaliknya?? Mungkin kita tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan hati dan pikiran kita. Karena hal itu menjadi bagian dari misteri kematian, yang hanya bisa dijangkau dari sudut atau sisi iman. Sebagai pengikut Kristus, sebagai umat Kristiani; dasar iman kita adalalah kebangkitan-Nya dan pada akhir hidup-Nya manusia akan diikut sertakan dalam kemuliaan-Nya. Diharapkan agar kita tetap setia dalam iman sampai akhir hayat, sampai mati. Hidup kekal dimungkinkan kalau kita mengimani kebangkitan Kristus, yang dalam Injil Yohanes 6:40 dijanjikan olehNya dan dikehendaki Bapa: "Yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku mem bangkitkannya pada akhir zaman."

Saudara-saudara terkasih.

Gereja Katolik menandai hari ini sebagai hari untuk mendoakan arwah semua orang beriman. Tiap tanggal 2 November seluruh Gereja diajak untuk menunjukkan kasih kepada jiwa orang yang mungkin tidak kita ketahui persis keadaannya. Sekaligus kita juga diingatkan bahwa suatu ketika kita akan mendapat giliran dipanggil Tuhan. Ada kata bijak: "Hodie mici, cras tibi." Hari ini giliranku, esok giliranmu. Berarti kita diminta untuk waspada, bersiap-siap, berjaga-jaga. Karena kita tidak tahu persis kapan harinya. Kepercayaan akan hidup kekal inilah yang memberikan harapan bagi setiap orang beriman. Sebagai orang beriman hidup tidak berakhir pada kematian, melainkan dilanjutkan dengan hidup kekal di sorga. Sebagaimana Yesus telah wafat dan bangkit, demikian juga Allah akan membangkitkan bersama Yesus mereka yang telah meninggal dalam Dia. Dalam Adam semua orang mati, demikian juga dalam Kristus semua orang dihidupkan.

Saudara-saudari terkasih.

Dasar iman akan kebangkitan Yesus, menjadi hal yang sangat fundamental di dalam Gereja Katolik dan iman Katolik. Karena kalau kita tidak percaya atau masih meragukan sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus, maka sia-sialah iman kepercayaan kita. Bagi sanak saudara kita yang mengimani-Nya, yang sudah meninggal; disediakan tempat abadi di surga. Maka doa dan harapan akan kebagahiaan kekal dalam kemuliaan sorga, setiap tanggal 2 November kita peringati, setelah sehari sebelumnya pada tanggal 1 November kita menge nangkan kesatuan Gereja dengan mereka yang telah bahagia abadi di sorga, yaitu para Kudus para santo dan santa, juga para beato dan beata. Perjuangan hidup sehari-hari, sebagai perwujudan iman menemukan maknanya dalam keselamatan yang dianugerahkan bagi kita berkat atau lewat sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Kita percaya, kita dipersatukan dengan Yesus dalam sengsara, wafat dan bangkit.

Saudara-saudari terkasih.

Setiap perbuatan baik yang kita lakukan, aneka bentuk solidaritas serta tindakan kasih serta kesalehan yang kita lakukan adalah perwujudan iman Katolik kita. Janganlah kita terlalu miskin dan kikir untuk mewujudkan kasih persaudaran dan hormat kepada sesama. Maka selayaknyalah dan sepantasnyalah kita teruskan kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Kita bagikan, kita berikan, kita teruskan kepada sesama kita. Kita bagikan, berikan serta teruskan kepada siapa? Jangan kita berpikir jauh-jauh, atau pun tinggi- tinggi. Pertama-tama bisa kita teruskan pada yang paling dekat dengan kita dan yang tinggal bersama kita. Yaitu anggota keluarga kita: orangtua, suami-isteri dan anak-anak kita. Juga kepada tetangga kiri-kanan, depan-belakang rumah kita. Kepada teman di tempat kerja. Juga kepada orang-orang yang sering kita temui dalam berpelayanan, berorganisasi, berpolitik, berpartai. Mereka adalah saudara kita, mereka bukan pesaing kita, bukan musuh kita!
  
REFLEKSI:

Sudah layakkah kita disebut orang beriman, sebesar apa iman kita pada Yesus: Guru, Pemimpin dan Tuhan kita?

MARILAH KITA BERDOA:

Bapa, Allah di sorga; Engkau telah menganugerahkan kepada kami iman yang teguh akan Putra-Mu, yang bangkit dari antara orang mati. Semoga Engkau juga meneguhkan harapan kami, bersama para hambaMu yang sudah meninggal, akan bangkit untuk hidup kekal, ya Bapa... Doa ini kami persembahkan dalam nama Putra-Mu, Tuhan kami, Amin. 
 
Renungan LUMEN 2000

0 komentar:

Posting Komentar


Mari budayakan berkomentar positif, setiap komentar yang bermuatan negatif, menyinggung SARA, spam, menggunakan bahasa kurang sopan, memicu pertikaian, atau tidak berhubungan dengan topik terkait tidak akan ditayangkan/dihapus
.
RENUNGANPAGI tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

The views expressed in the contents above are those of our users and do not necessarily reflect the views of RENUNGANPAGI