| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>

Senin, 08 Agustus 2016 Peringatan Wajib St. Dominikus, Imam dan Pendiri Ordo Pengkhotbah

Senin, 08 Agustus 2016
Peringatan Wajib St. Dominikus, Imam dan Pendiri Ordo Pengkhotbah
  
“Saya mengenal Dominikus sebagi penganut jalan hidup para rasul yang setia, dan pasti ia di surga ikut mendapatkan kemuliaan para rasul” (Paus Gregorius IX)

 
Antifon Pembuka (Mzm 131:9)
 
Semoga para imam-Mu berpakaian kesucian dan umat-Mu bersorak kegirangan.

Doa Pagi
  
Allah Bapa yang arif bijaksana, Santo Dominikus dengan warta kebenarannya telah menyelamatkan umat-Mu pada masa lalu. Semoga kini ia tetap menolong Gereja-Mu dengan jasa dan doanya serta menjadi pelindung kami yang setia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yehezkiel (1:2-5.24-2:1a)
 
"Penglihatan gambar kemuliaan Tuhan." 
         
Pada tanggal lima bulan, yaitu tahun kelima sesudah raja Yoyakhin dibuang, datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia. Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat. Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia, Kalau mereka berjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu, seperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai. Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, bangunlah dan berdiri, karena Aku hendak berbicara dengan engkau."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Ayat. (Mzm 148:1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd)
1. Pujilah Tuhan di surga, pujilah Dia di tempat tinggi! Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
2. Pujilah Tuhan, hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; Pujilah Tuhan, hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!
3. Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
4. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (2Tes 2:14) 
Allah memanggil kita, agar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (17:22-27)
 
"Ia akan dibunuh, tetapi Ia akan bangkit. Putra-putra raja bebas dari pajak." 
   
Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya ada di Galilea. Ia berkata kepada mereka, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia; mereka akan membunuh Dia, tapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati para murid itu pun sedih sekali. Ketika Yesus dan para murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah seorang pemungut pajak bait Allah kepada Petrus dan berkata, “Apakah gurumu tidak membayar pajak dua dirham?” Jawab Petrus, “Memang membayar.” Ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan, “Bagaimana pendapatmu, Simon? Dari siapa raja-raja di dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?” Jawab Petrus, “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya, “Jadi bebaslah rakyatnya! Tetapi agar kita jangan menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan

 
Hari ini Yesus menubuatkan sengsara-Nya sebelum wafat di salib. Ia, yang adalah Putra Allah, akan diserahkan ke tangan manusia dan dibunuh. Namun, Yesus menambahkan bahwa Ia akan bangkit dari maut pada hari ketiga. Sayangnya, para murid lebih mudah menjadi sedih, dan sulit terhibur dengan kebangkitan yang disebutkan Yesus. Perisitwa berikutnya ialah soal membayar pajak. Yesus akhirnya tetap membayar pajak di bait Allah.

 Dua peristiwa berbeda yang tampaknya tidak berkaitan dalam bacaan Injil ini sebenarnya memiliki kaitan erat bahwa Yesus tidak mau menjadi batu sandungan bagi manusia. Tidak ada hal yang perlu “disedihi” dan tindakan Yesus ini, seperti para murid sedih karena Yesus harus wafat di salib. Yesus, yang adalah Allah, tetap merelakan diri mengikuti alur pikir hidup manusia. Yesus tidak mentang-mentang Diri-Nya Allah, lantas tidak mau membayar pajak di bait Allah. Dia tidak mentang-mentang Anak Allah, lantas tidak mau menjalani pengadilan manusia untuk menerima hukuman mati. Banyak orang berpikir, “Kalau memang Yesus itu Allah, ngapai dia harus susah-susah menderita sampai wafat disalib hanya untuk menyelamatkan manusia? Tidak bisakah hanya bersabda saja supaya manusia selamat?” Itulah pikiran orang-orang picik yang malas berpikir dan hanya mau menciptakan tuhannya sendiri dengan pikiran mereka.

 Yesus tidak ingin kita jatuh pada pemikiran sempit semacam itu. Sejatinya, Yesus memang sungguh Allah yang Mahaagung dan Mahakuasa sebagaimana digambarkan oleh Yehezkiel dalam nubuatnya. Namun, Yesus memilih untuk tetap merendahkan Diri sampai wafat di salib demi dosa-dosa kita, supaya kita pun menunjukkan pertobatan yang sempurna. Kita tidak dididik oleh Yesus untuk menjadi umat yang mentang-mentang sudah menerima baptisan dan janji penebusan, lantas kita tidak mengusahakan hidup kudus dan justru hidup berkubang dalam nikmat jahat dosa-dosa dunia, dengan alasan “Toh nanti Tuhan juga pasti mengampuni kita. Dia kan Allah yang katanya Maha Pengampun”. Justru ini menjadi kekejian di mata Tuhan.

 Marilah kita juga meneladan St. Dominikus yang kita peringati hari ini. St. Dominikus sendiri merendahkan diri dan membiarkan Roh Kudus yang berkarya untuk mewartakan Injil. Ia berkarya bukan semata-mata karena dia adalah seorang imam, tetapi hanya demi dikenalnya Yesus Kristus, Putra Allah yang rela wafat di salib demi penebusan seluruh umat manusia di dunia.

 Semoga perkataan dan perbuatan kita pun tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain, melainkan ungkapan hidup yang kudus dan senantiasa berada dalam sikap tobat dan rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama. Kita tunjukkan bahwa kita tidak bersandar pada kemurahan hati Allah saja, tetapi juga mengusahakan diri dengan sungguh-sungguh agar kita layak menghadiri panggilan Tuhan untuk bersama para malaikat di surga, ikut memuji-muji Tuhan yang keagungan-Nya mengatasi langit dan bumi. 
  
Antifon Komuni (Mat 17:20)

Sekiranya ada iman padamu, tiada yang mustahil bagimu.
      
Inspirasi Batin 2016

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy