Kamis, 28 April 2016 Hari Biasa Pekan V Paskah


Ada seorang pemuda mengajak adiknya untuk menonton sirkus. Ketika sampai di loket untuk membeli tiket, ternyata antrean sangat panjang. Ketika sedang antre, ia melihat kegelisahan seorang bapak bersama empat anak di depannya. Bapak itu terlihat gelisah karena tampaknya uangnya kurang untuk membeli tiket.  Bapak itu berkali-kali membuka dompetnya dan seperti mencari-cari sesuatu di saku celananya. Ia merasa gelisah karena anak-anaknya terlanjur penuh sukacita hendak menonton sirkus. Ia sebenarnya mau mengajak pulang, tetapi takut anaknya sedih dan rewel. Kalau mau tetap menonton, uangnya juga kurang. Melihat kegelisahan bapak itu, pemuda itu tiba-tiba menjatuhkan uang sebesar Rp 50.000,00. Ia pura-pura mengambil uang itu sambil berkata kepada bapak yang memilik empat anak itu, "Ini Pak, uang Anda jatuh." Kemudian tampaklah perasaan lega dan senyum di wajah bapak tersebut. Akhirnya dia bisa membuat anak-anaknya bersukacita. 
 
 "Aku mau supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh." Ungkapan itu menunjukkan kerinduan Kristus untuk menghadirkan sukacita bagi setiap orang. Sukacita Yesus adalah sukacita yang lahir dari pengalaman dikasihi oleh Bapa-Nya dan kasih-Nya itu sempurna. Sukacita itulah yang mau dibagikan kepada orang lain agar mereka juga mengalami pengalaman dikasihi oleh Allah. Maka sebenarnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berbagi pengalaman sukacita karena kita telah digembirakan oleh kasih Allah sendiri. Pengalaman berbagai sukacita memang sangat mudah dibagikan kalau kita sendiri juga memiliki pengalaman itu. Normalnya begitu. Namun, sebenarnya untuk membuat orang lain bersukacita, tidak selalu tergantung kita bersukacita atau tidak. Oleh karena itu apa pun pengalaman kita, kita dipanggil untuk menghadirkan sukacita bagi orang lain. (SY/Inspirasi Batin 2016)

0 komentar:

Posting Komentar


Mari budayakan berkomentar positif, setiap komentar yang bermuatan negatif, menyinggung SARA, spam, menggunakan bahasa kurang sopan, memicu pertikaian, atau tidak berhubungan dengan topik terkait tidak akan ditayangkan/dihapus
.
RENUNGANPAGI tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

The views expressed in the contents above are those of our users and do not necessarily reflect the views of RENUNGANPAGI