Senin, 11 Januari 2016 Hari Biasa Pekan I

Senin, 11 Januari 2016
Hari Biasa Pekan I
 
Bila kamu telah berdosa, bertobatlah, dan Tuhan akan membangkitkanmu, dan memulihkanmu kepada Bunda Gereja. (St. Agustinus)

 
Antifon Pembuka (Mzm 116:12-13)

Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan, segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan dan akan menyerukan nama Tuhan.

Doa Pagi


Allah Bapa sumber kedamaian, smeoga kami dapat bertobat dan memasuki kerajaan-Mu, berkat sabda Yesus, utusan kedamaian. Semoga kami Kauikat dengan perjanjian-Mu karena kedamaian di dunia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (1:1-8)
   
  
"Hana sedih karena tidak mempunyai anak."
  
Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim. Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana tidak. Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas. Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing sebagian. Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya. Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya. Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan. Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: "Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?"
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 116:12-13.14.17.18-19)
1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan dan akan menyerukan nama Tuhan.
2. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu dan akan menyerukan nama Tuhan.
3. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya di pelataran rumah Tuhan, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mrk 1:15)
Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:14-20)
 
"Bertobatlah dan percayalah kepada Injil."
 
Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea, memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, "Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, "Mari, ikutlah Aku, dan kalian akan Kujadikan penjala manusia." Mereka segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, dalam perahu bersama orang-orang upahannya. Lalu mereka mengikuti Yesus.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
 
Renungan
 
Kerja, kerja, kerja! Satu kata diulangi tiga kali. Artinya, kata itu sangat penting dan mendesak untuk dilaksanakan. Satu kata tersebut menjadi semangat dalam diri Presiden Jokowi dalam mengawali masa kepemimpinannya.

Semangat kerja juga ditemukan dalam Injil hari ini. Yesus memanggil para murid ketika mereka sedang bekerja, yaitu menjala ikan. Kemudian, Ia memanggil mereka untuk bekerja di tempat yang baru, yaitu di kebun anggur-Nya. Betapa luhur panggilan ini. Yesus memanggil murid-murid-Nya dari masyarakat yang biasa dan tidak terkenal. Namun, Ia mempunyai rencana besar terhadap mereka.

Para murid dipanggil bukan untuk menganggur, melainkan bekerja menjala manusia. Tugas itu tentu lebih berat daripada tugas sebelumnya. Mereka harus berhadapan dengan manusia dengan segala kompleksitasnya dan mengajak mereka agar mengenal Yesus. Inilah tujuan awal Yesus memanggil murid-murid-Nya. Mereka harus menjala banyak orang agar masuk ke dalam kehidupan baru di dalam nama-Nya. Akan tetapi, sebelum mencapai tujuan mulia itu, mereka diminta untuk mengikuti Dia, hidup bersama dengan Dia, melihat dari dekat apa yang dikatakan dan dilakukan-Nya, serta mendengar dan belajar langsung dari Yesus sendiri. Hanya orang yang sungguh-sungguh dekat dengan Yesus dapat menjala orang lain untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kita semua bekerja keras di dalam hidup sehari-hari untuk bertahan hidup. Selain itu, sebagai pengikut Yesus, kita mempunyai tugas mulia yaitu bekerja di dalam dan demi Dia. Kecenderungan banyak orang adalah bekerja hanya demi pemenuhan kebutuhan jasmani. Memang hal itu sudah baik. Namun, sebagai murid Yesus, hal itu tidak cukup. Kita diminta melakukan sesuatu yang lebih yaitu mewartakan Yesus melalui pekerjaan kita setiap hari. Bagaimana konkretnya? Misalnya: bersikap jujur, ikhlas, penuh kasih dalam melakukan pekerjaan dan pelayanan harian. Pewartaan kita kepada orang lain, bukan dengan banyak berbicara tetapi banyak berbuat kebaikan, sehingga orang lain tergerak untuk meneladaninya.

Hari ini, kita dipanggil untuk bekerja bukan hanya demi pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi juga bekerja untuk Yesus, melalui pekerjaan dan panggilan kita masing-masing. (Fr. Damian, O.Carm/Cafe Rohani 2016)

Antifon Komuni (Mrk 1:15)

Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

0 komentar:

Posting Komentar


Mari budayakan berkomentar positif, setiap komentar yang bermuatan negatif, menyinggung SARA, spam, menggunakan bahasa kurang sopan, memicu pertikaian, atau tidak berhubungan dengan topik terkait tidak akan ditayangkan/dihapus
.
RENUNGANPAGI tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

The views expressed in the contents above are those of our users and do not necessarily reflect the views of RENUNGANPAGI