Jumat, 02 Oktober 2015 Peringatan Wajib. Para Malaikat Pelindung

Jumat, 02 Oktober 2014
Peringatan Wajib. Para Malaikat Pelindung (Jumat Pertama Dalam Bulan)
  
”Di samping setiap orang beriman, berdiri seorang malaikat sebagai pelindung dan gembala yang akan menuntunnya kepada kehidupan” (St. Basilius Agung)

Antifon Pembuka (Dan 3:38)

Pujilah Tuhan, hai segala malaikat-Nya. Bermadahlah, luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Doa Pagi

Allah Bapa, Pelindung dan Pembela kami, Engkau telah mengutus para malaikat-Mu untuk menjagai kami. Semoga mereka selalu melindungi dan membela kami sehingga kami berbahagia bersama mereka selamanya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin. 

Bacaan dari Kitab Keluaran (23:20-23a)
   
"Malaikat-Ku akan berjalan di depanmu."
   
Inilah firman Tuhan, “Sungguh, Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya; janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuni olehnya, sebab nama-Ku ada di dalam dia. Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan menggempur musuhmu, dan menang atas lawanmu. Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan,
Ref. Malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
Ayat. (Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11)
1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan, “Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
2. Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya adalah perisai dan pagar tembok.
3. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang; terhadap penyakit sampar yang menjalar di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
4. Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 95:8ab)
Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya. 
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:1-5.10)
  
"Malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku di surga."
    
Sekali peristiwa datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Malaikat mereka ada di surga, dan selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
 
Renungan
 
Dalam politik, persoalan yang berkaitan dengan siapa yang menang dan terpilih menjadi persoalan yang sangat penting dan bahkan bisa dikatakan perjuangan antara hidup dan mati. Kalau kalah, karier politik bisa berhenti dan selesai, sebaliknya kalau menang bisa berlanjut dan jenjang kariernya makin menanjak. Pertanyaan para murid, siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga tentu mengandung latar belakang politik. Kata "kerajaan" itu sendiri juga sudah mengandung pengertian kekuasaan politik. Tentu mereka juga berpikir tentang kedudukan mereka kelak ke dalam Kerajaan Surga. Mereka mengharapkan Yesus sebagai Mesias, Sang Pembebas, dalam pengertian duniawi. Penjajahan Romawi yang sudah mereka alami sekian lama menjadikan mereka merindukan orang kuat yang mampu mengusir penjajah. Kerajaan Surga diharapkan dinyatakan dalam kerajaan duniawi saat itu juga.

Namun, Yesus memberitakan tanggapan lain. Dipanggil-Nya anak kecil dan ditempatkan di tengah-tengah mereka. Lalu sabda-Nya, "Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." (Mat 18:5). Tentu semua murid terkesima dan tak mengira akan muncul jawaban itu. Yesus menuntut perlunya merendahkan diri dan adanya pertobatan untuk menjadi seperti anak kecil itu. Demikianlah cara yang diminta oleh Yesus untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga. Anak kecil itu merendahkan diri, menyerahkan diri sepenuhnya kepada ayahnya, berlindung, dan menggantungkan hidup sepenuhnya kepada orangtuanya. Itulah cerminan dan acuan bagi orang beriman agar merendahkan diri di hadapan Allah, tidak mengandalkan kemampuan dan kekuatan diri sendiri. Yesus menuntut orang beriman agar mengandalkan Allah sepenuhnya. Tidak seorang pun boleh merendahkan anak kecil sebab ada malaikat di surga yang memandang wajah Bapa. Kita diingatkan kembali bahwa Allah mengutus seorang pelindung bagi ciptaan-Nya sejak kecil agar bisa mengarahkan langkah hidupnya untuk kembali kepada-Nya. (Inspirasi Batin 2015)

Antifon Komuni (Mzm 138 (137): 1)

Di hadapan para malaikat memuji-muji Engkau, Allahku.
 
In the presence of the Angels I will praise you, my God.

Tanya & Jawab:
 
Siapa para malaikat itu?
Malaikat-Malaikat adalah makhluk murni spiritual, bukan makhluk bertubuh, tak kelihatan, tak dapat mati, dan berpribadi, dianugerahi akal dan kehendak. Mereka mengontemplasikan dan bertatap muka dengan Allah terus-menerus, dan mereka memuliakan-Nya. Mereka mengabdi-Nya dan menjadi pembawa pesan dalam melaksanakan misi penyelamatan-Nya bagi semua.
 
Dengan cara bagaimana para malaikat hadir dalam kehidupan Gereja?

Gereja bergabung dengan para malaikat dalam menyembah Allah, meminta pertolongan mereka dan memperingati mereka dalam liturgi. (Kompendium Katekismus Gereja Katolik, 60-61)

0 komentar:

Posting Komentar


Mari budayakan berkomentar positif, setiap komentar yang bermuatan negatif, menyinggung SARA, spam, menggunakan bahasa kurang sopan, memicu pertikaian, atau tidak berhubungan dengan topik terkait tidak akan ditayangkan/dihapus
.
RENUNGANPAGI tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

The views expressed in the contents above are those of our users and do not necessarily reflect the views of RENUNGANPAGI