"Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?" (Luk 5:34)

Jumat, 04 September 2015
Hari Biasa Pekan XXII 
 
Kol. 1:15-20; Mzm. 100:2,3,4,5; Luk. 5:33-39.

"Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?" (Luk 5:34)

Antar sabahat yang baik, biasanya ada solidaritas yang tinggi, tidak hanya pada tataran lahir tetapi juga batin: sehati - seperasaan, seia - sekata, senasib - sepenanggungan. Demikian inilah kita hendaknya hidup sebagai sabahat-sabahat Yesus. St. Paulus mengajak kita "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus" (Flp 2:5). St. Yakobus, dalam bacaan II Minggu kemarin, juga menegaskan agar kita seia-sekata dengan Yesus dan menjadikan sabda-Nya sebagai nafas hidup kita, "Hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan pendengar saja" (Yak 1:22). Sebagai konsekuensi dan buahnya, kita pun mengalami senasib dan sepanggungan dengan Yesus. Konsekuensi: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku" (Mat 16:24). Buah: "Kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru." (Rm 6:3-4). Marilah, dengan pertolongan rahmat-Nya, kita berusaha untuk menjadi sabahat-sabahat Yesus yang baik.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami mampu hidup sebagai sahabat-sahabat yang baik bagi Yesus Kristus, Putera-Mu. Amin. -agawpr-

0 komentar:

Posting Komentar


Mari budayakan berkomentar positif, setiap komentar yang bermuatan negatif, menyinggung SARA, spam, menggunakan bahasa kurang sopan, memicu pertikaian, atau tidak berhubungan dengan topik terkait tidak akan ditayangkan/dihapus
.
RENUNGANPAGI tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

The views expressed in the contents above are those of our users and do not necessarily reflect the views of RENUNGANPAGI