Bacaan Harian 22 - 28 Oktober 2012

Bacaan Harian 22 - 28 Oktober 2012

Senin, 22 Oktober: Hari Biasa Pekan XXIX (H).
Ef 2:1-10; Mzm 100:2.3.4.5; Luk 12: 13-21.

Tak bisa dipungkiri, pikiran kita sering berkutat untuk terus mengejar “harta duniawi”. Tak ada yang salah dengan itu! Namun Yesus menandaskan: “Berjaga-jagalah dan waspadalah dengan segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung pada kekayaannya itu.” Melalui perumpamaan tentang orang kaya yang berlimpah hasil tanahnya dan terus menumpuk untuk dirinya sendiri demi kepuasan jiwanya, Yesus dengan keras mengingatkan bahwa terhadap orang kaya seperti itu, Allah akan berkata: “Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti?” Begitulah kalau kita cuma asyik menumpuk “harta duniawi” dan lupa memberikan “harta” yang tepat bagi jiwa. Agaknya, kita memang harus berjuang untuk menjadi kaya di hadapan Allah, bukan di hadapan manusia!

Selasa, 23 Oktober: Hari Biasa Pekan XXIX (H).

Ef 2:12-22; Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14; Luk 12:35-38

Yesus mengajarkan supaya pinggang para murid-Nya tetap berikat (berjaga-jaga, siap sedia) dan pelita tetap menyala (hidup selalu bersinar), supaya saat tuan datang dan mengetok pintu, para murid segera membuka pintu bagi sang tuan. Yesus menyebut para hamba yang selalu berjaga-jaga dan siap sedia ini sebagai orang yang berbahagia, karena pada saat tuannya datang, sang tuan akan menjamu dan melayani mereka. Berjaga-jaga berarti semakin memperkuat diri dengan iman yang dalam, harapan yang pasti, dan kasih yang ikhlas. Itu semua akan menjadi perisai yang dapat membuat kita bertahan dalam cobaan dan godaan, yang kemudian mengantar kita pada kehidupan yang berkelimpahan.

Rabu, 24 Oktober: Hari Biasa Pekan XXIX (H).

Ef 3:2-12; MT Yes 12:2-3.4bcd.5-6; Luk 12:39-48

Sebagai murid-murid Yesus kita semua adalah pengurus rumah yang diangkat khusus untuk melaksanakan tugas memberikan makanan pada waktunya kepada hamba-hamba lain. Kita disebut berbahagia, jika pada saat Anak Manusia datang, nyatanya kita sedang menjalankan tugas itu. Sebaliknya, jika pada saat Anak Manusia datang, kita asyik bersenang-senang dan lupa akan tugas itu, kita akan senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Dan yang perlu diingat, kita tidak tahu kapan itu waktunya. Yesus mengatakan: ”Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.” Maka, jelas sudah, kalau mau sungguh berbahagia, ”pelita” kita harus menyala setiap saat, tugas ”memberi makan” itu harus senantiasa kita jalankan di sepanjang hidup kita. Nah, tengoklah di sekitar kita, adakah hamba-hamba-Nya yang membutuhkan ”makanan” dari kita? Selamat melaksanakan tugas!

Kamis, 25 Oktober: Hari Biasa Pekan XXIX (H).

Ef 3:14-21; Mzm 33:1-2.4-5.11-12.18-19; Luk 12:49-53

Yesus tidak menjanjikan damai dalam arti dunia. Menjadi murid Yesus bahkan bisa mendatangkan ”pertentangan” dari orang-orang sekitar atau ”perang” di mata dunia. Yesus menawarkan kebahagiaan sejati dan kebahagiaan itu dapat kita peroleh dengan keberanian untuk melawan arus dunia. Dibutuhkan sikap tegas untuk berpegang pada jalan Yesus, kendati bisa menimbulkan ”perang”. Inilah yang Yesus maksud saat Ia bicara: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku.” Nah, tetap setiakah kita menjadi murid Yesus?

Jumat, 26 Oktober: Hari Biasa Pekan XXIX (H).

Ef 4:1-6; Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6; Luk 12:54-59.

Dengan segala kemampuan teknologi, manusia mampu meramalkan keadaan bumi cuaca, lalu mempersiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasinya. Tetapi terhadap satu hal yang pasti, manusia seringkali lupa, yaitu: kehidupan hanyalah perjiarahan menuju tempat tinggal abadi. Apa yang sudah kita siapkan? Yesus mengumpamakan, jika kita dengan lawan kita dipanggil oleh pejabat yang berwenang, kita akan berusaha mengatur strategi supaya kita tidak terseret ke pengadilan. Nah, mengapa kita juga tidak mengatur strategi supaya kita tidak masuk ke ”penjara” kehidupan yang sesungguhnya? Ayo, atur strategi hidup kita, supaya kita dapat menghirup ”alam bebas” sejati dalam surga bahagia.

Sabtu, 27 Oktober: Hari Biasa Pekan XXIX (H).

Ef 4:7-16; Mzm. 122:1-2.3-4a.4b-5; Luk 13:1-9.

Seperti pohon ara yang masih diberi waktu dan kesempatan untuk berbuah, kepada kita juga diberi waktu dan kesempatan untuk bertobat dan menghasilkan buah. Memang, tidak ada kata terlambat, tapi bukan berarti selalu boleh menunda. Sekarang waktunya sebelum tidak ada lagi waktu. Mari berbuah! Biarkan banyak orang menikmati buah-buah kita, karena kalau begitu pada gilirannya kitalah yang akan mendapatkan ”buah yang termanis” untuk kita kecap selama-lamanya.

Minggu, 28 Oktober: Hari Minggu Biasa XXX (H).

Yer 31:7-9; Mzm 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6; Ibr 5:1-6; Mrk 10:46-52.

Bartimeus buta. Ia duduk di pinggir jalan. Ketika Yesus lewat, dia berteriak “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Orang-orang menghalanginya, tapi ia berteriak lebih kencang lagi sampai tiga kali. Lalu Yesus pun memenuhi harapannya untuk dapat melihat. Nah, seperti Bartimeus, kita pun mungkin berada dalam keadaan “buta rohani”, tak mampu melihat kebenaran. Kita hanya diam dan masih asyik duduk di “pinggir jalan”. Tengoklah, Yesus pun sedang lewat dalam jalan kehidupan kita. Maukah kita berteriak kepadanya untuk mohon belas kasih-Nya seperti yang dilakukan Bartimeus? Maukah kita untuk tidak mundur supaya dapat bertatap muka dengan Yesus meskipun menghadapi halangan? Jika kita dengan setia mau datang kepada-Nya dan mohon belas kasih-Nya, maka bersiaplah menerima rahmat-Nya untuk “melihat” kebenaran dan beroleh hidup dalam kelimpahan.

Oleh: M. Muliady Wijaya - Paroki Regina Caeli, Pantai Indah Kapuk

Senin, 22 Oktober 2012 Hari Biasa Pekan XXIX

Senin, 22 Oktober 2012
Hari Biasa Pekan XXIX

Perzinahan, artinya ketidaksetiaan suami-istri --- Katekismus Gereja Katolik, 2380

Antifon Pembuka (Ef 2:4-5)

Allah yang kaya rahmat, telah menghidupkan kita bersama Kristus, sekalipun kita telah mati karena kesalahan-kesalahan kita. Jadi kita diselamatkan karena kasih karunia.

Doa Pagi

Ya Allah, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah membangunkan kami dan membawa terang matahari pagi. Terlebih Engkau membimbing kami kepada terang hati dengan sabda Putra-Mu. Semoga kami dapat mengalahkan kecenderungan kami yang kurang baik. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Kasih karunia Allah menyelamatkan kita dari keinginan-keinginan daging yang penuh pelanggaran dan dosa. Kristus menjadi bukti kebaikan dan cinta Allah pada kita. Oleh karena itu, kita hendaknya mau melakukan perbuatan-perbuatan baik Allah bagi sesama.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (2:1-10)

Saudara-saudara, kalian dahulu sudah mati karena pelanggaran dan dosamu. Kalian hidup di dalamnya karena kalian mengikuti jalan dunia ini, karena kalian mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang kini bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara orang-orang durhaka itu, ketika kami hidup dalam hawa nafsu daging, menuruti kehendak daging serta pikiran yang jahat. Jadi pada dasarnya kita ini orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti yang lain itu. Tetapi terdorong oleh kasih-Nya yang besar, yang telah dilimpahkan kepada kita, Allah yang kaya dengan rahmat telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati karena kesalahan kita. Jadi kalian diselamatkan berkat kasih karunia. Di dalam Kristus Yesus itu Allah telah membangkitkan kita juga dan meberi tempat di surga bersama dengan Dia. Dengan demikian Allah bermaksud di masa yang akan datang menyatakan kasih karunia-Nya yang berlimpah, sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab berkat kasih karunia kalian diselamatkan oleh iman. Keselamatan itu bukanlah usahamu, melainkan pemberian Allah. Jadi keselamatan itu bukanlah hasil pekerjaanmu. Maka jangan sampai ada yang memegahkan diri. Sebab sesungguhnya kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang sudah dipersiapkan Allah sebelumnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Mzm 100:2-5; Ul: lh. 3c)
1. Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!
4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-menurun.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Alleluya.

Kekayaan dunia bukanlah jaminan untuk memperoleh keselamatan di dalam Allah. Harta yang melimpah dapat membuat kita menjadi tamak dan tidak dapat menyelamatkan jiwa dari murka Allah. Penyerahan diri kepada Allah itulah yang membahagiakan jiwa.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:13-21)

Sekali peristiwa Yesus mengajar banyak orang. Salah seorang dari mereka berkata kepada Yesus, “Guru, katakanlah kepada saudaraku, supaya ia berbagi warisan dengan daku.” Tetapi Yesus menjawab, “Saudara, siapa yang mengangkat Aku menjadi hakim atau penengah bagimu?” Kata Yesus kepada orang banyak itu, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan! Sebab walaupun seseorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari kekayaannya itu.” Kemudian Ia menceritakan kepada mereka perumpamaan berikut, “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya, ‘Apakah yang harus kuperbuat, sebab aku tidak punya tempat untuk menyimpan segala hasil tanahku’. Lalu katanya, ‘Inilah yang akan kuperbuat: Aku akan merombak lumbung-lumbungku, lalu mendirikan yang lebih besar, dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum serta barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya. Beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!’ Tetapi Allah bersabda kepadanya, ‘Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu. Bagi siapakah nanti apa yang telah kausediakan itu?’ Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri, tetapi ia tidak kaya di hadapan Allah.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami

Renungan

Tuhan mengizinkan kita untuk bekerja dan memiliki kekayaan. Namun, kita perlu ingat bahwa kekayaan itu bukan tujuan utama. Kekayaan hanya sekadar sarana untuk mencapai kebahagiaan hidup. Kekayaan itu adalah milik Tuhan yang dipercayakan kepada kita. Kita menjadi penyalur kekayaan Tuhan bagi kesejahteraan hidup bersama. Sudahkah kita berbagi dengan sesama? Atau sebaliknya, apakah hidup kita tidak bahagia karena pelit dan kikir?

Doa Malam

Allah yang kaya dengan rahmat, sebelum beristirahat, tak henti-hentinya kami bersyukur atas kasih-Mu yang telah kami terima sepanjang hari ini. Kasih-Mu yang menguatkan, meneguhkan, menyemangati dan mengobarkan semangat kami dalam melakukan segala kegiatan dan pelayanan kami hari ini. Kami juga mengucap syukur kepada-Mu atas bimbingan yang kami terima lewat firman-Mu. Bimbinglah kami selalu, ya Allah, agar kami tidak tergoda untuk mengejar kekayaan jasmani, sementara Engkau sendiri menawarkan kepada kami kekayaan rohani yang tidak dapat dimakan ngengat atau dicuri orang. Ajar kami terus, ya Allah, agar kami menjadi anak-anak-Mu yang kaya di hadapan-Mu, yang selama hidup di dunia ini tidak menimbun harta bagi diri sendiri melainkan mau berbagi dengan sesama yang membutuhkan dan berkekurangan. Jadikan kami sebagai penyalur kekayaan rahmat-Mu, ya Allah, sehingga kesejahteraan hidup semakin dirasakan oleh banyak orang. Doa ini kami mohon kepada-Mu, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

RUAH