Kamis, 06 September 2012 Hari Biasa Pekan XXII

Kamis, 06 September 2012
Hari Biasa Pekan XXII

“Dosa semakin hari semakin banyak dilakukan dan tidak lagi dipandang sebagai kejahatan; dosa malahan diperjuangkan dan secara sadar dikehendaki dan tidak lagi diakukan” (Our Lady, 6 September 1986)


Antifon Pembuka (bdk. 1Kor 3:23)


Segala-galanya itu milikmu. Tetapi kalian sendiri milik Kristus dan Kristus milik Allah.


Doa Pagi


Allah yang Mahakuasa dan Mahatahu, ampunilah kami yang menyombongkan diri dengan segala kekayaan dan kecerdikan kami. Semua yang ada pada kami adalah milik-Mu semata. Maka besarkanlah harapan kami untuk berani bersandar kepada-Mu, kini dan sepanjang masa. Amin.


Tak henti-hentinya Paulus berupaya melerai ancaman perpecahan dalam tubuh umat Korintus. Setiap orang mesti berani menanggalkan ‘pengetahuan manusiawi’ nya, dan tunduk pada hikmat Allah yang menyatukan. Jalan pikirannya: Yang bermacam-macam itu adalah satu, milik jemaat; dan jemaat adalah milik Kristus; dan Kristus adalah milik Allah yang esa. Singkatnya, tak ada alasan untuk perpecahan.


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 3:18-13)


"Semuanya itu milik kamu, tetapi kamu milik Kristus, dan Kristus milik Allah."


Saudara-saudara, janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika di antara kalian ada yang menyangka dirinya berhikmat menurut penilaian dunia ini, hendaknya ia menjadi bodoh untuk menjadi berhikmat. Sebab hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis, “Allah menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri.” Dan di tempat lain, “Tuhan tahu rancangan-rancangan orang berhikmat; sungguh, semuanya sia-sia belaka!” Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, Apolos maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun yang akan datang. Semua itu milik kalian, tetapi kalian milik Kristus, dan Kristus milik Allah.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya.
Ayat. (Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6)

1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan, dan tidak bersumpah palsu.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Mari, ikutlah Aku, sabda Tuhan, dan kalian akan Kujadikan penjala manusia.

Daya tarik pribadi Kristus memang menakjubkan. Banyak orang segera meninggalkan segala-galanya untuk mengikuti Kristus. Mukjizat penangkapan ikan di Danau Genesaret merupakan kunci untuk membuka pintu hati yang tertutup dari Simon, Yakobus dan Yohanes. Reaksi Simon ketika melihat banyaknya ikan yang tertangkap, “Tuhan tinggalkanlah aku, sebab aku ini orang berdosa.” Tuhan justru bersikap sebaliknya.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (5:1-11)


"Mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus."

Pada suatu ketika Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret. Orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan sabda Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Selesai berbicara Ia berkata kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain, supaya mereka datang membantu. Maka mereka itu datang, lalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Melihat hal itu Simon tersungkur di depan Yesus dan berkata, “Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa.” Sebab Simon dan teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Yesus lalu berkata kepada Simon, “Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah menghela perahu-perahunya ke darat, mereka lalu meninggalkan segala sesuatu, dan mengikuti Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Kalau kita bekerja dengan hanya mengandalkan kemampuan dan pengalaman kita sendiri, kita tidak akan berhasil. Namun bersama Yesus dan mengikuti sabda-Nya, kita akan menghasilkan sesuatu secara berkelimpahan. Adalah sebuah undangan terus-menerus bagi kita untuk menyadari kerapuhan dan kelemahan kita. Selanjutnya kita mengandalkan kekuatan dan masa depan kita hanya pada Yesus. Beranikah kita mengambil sikap ini?


Doa Malam


Ya Yesus, kami juga seperti Simon Petrus dan para Rasul-Mu yang berdosa dan tak layak untuk menghadap-Mu. Namun dengan penuh belas kasih Engkau menerima dan merangkul kami kembali dalam pelukan kasih-Mu. Terima kasih ya Yesus, terima kasih. Amin.



RUAH