Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani (18– 25 Januari 2011)

”MEREKA BERTEKUN DALAM PENGAJARAN PARA RASUL, PERSEKUTUAN, EKARISTI DAN DOA” (bdk Kis.2:42)



Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani

(18– 25 Januari 2011)



Tanggal 18-25 Januari adalah Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani (PDS). Doa Yesus sendiri “Semoga mereka semua menjadi satu sehingga dunia percaya” (Yoh 17:21) menjadi dasar Alkitabiah PDS ini. Tradisi ini sudah dimulai secara ekumenis sejak tahun 1908. Jadi, usia tradisi dan praktek ini sudah lebih dari satu abad.


Tema umum PDS 2011, “Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul, persekutuan, Ekaristi dan doa” (bdk. Kis 2:42). Tema ini dipersiapkan Dewan Kepausan untuk Kesatuan umat Kristiani (Gereja Kristen Katolik Roma) dan Komisi Iman dan Hukum Dewan Gereja-Gereja Sedunia (Gereja Kristen Protestan).

Bahan dasar yang ditawarkan untuk kita renungkan selama PDS adalah Kis 2:42-47. Dalam teks tersebut, kita diajak mengenang sejarah Gereja Perdana. Kita diundang untuk merefleksikan pengalaman Gereja Perdana dan menempatkannya dalam hidup kita masing-masing. Selama PDS, kita diajak mewartakan dan memberi kesaksian bahwa kesatuan dalam kesetiaan pada pengajaran para rasul, persekutuan, pemecahan roti (= Ekaristi) dan doa, akan memampukan kita bersama untuk mengalahkan kejahatan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tahun 2011 ini, Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengawali Arah Dasar Umat Allah (Ardas KAS) 2011-2015. Ardas KAS 2011-2015 menyadarkan akan jatidiri kita sebagai anggota persekutuan paguyuban-paguyuban murid-murid Yesus Kristus, dalam bimbingan Roh Kudus, yang berupaya menghadirkan Kerajaan Allah agar kian signifikan dan relevan bagi warganya dan masyarakat.

Dalam rangka kian relevan dan signifikan dalam kehidupan bersama itulah, kita ambil bagian, dalam gerakan ekumene PDS untuk Kesatuan Umat Kristiani, dengan merenungkan tema harian yang ditawarkan kepada umat Kristiani di seluruh dunia. Itulah sebabnya, Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (Kom HAK) KAS menawarkan bahan sederhana ini untuk keterlibatan kita dalam PDS ini. Selama PDS 2011, kita diajak “Bertekun dalam pengajaran para rasul, persekutuan, Ekaristi dan doa”.

Seperti sudah dimulai tahun 2010 lalu, kami sangat menganjurkan bahwa doa yang kami cantumkan dalam brosur ini didaraskan umat, baik bersama-sama sebelum merayakan Ekaristi Harian di gereja-gereja atau komunitas-komunitas dan keluarga atau secara pribadi sendiri-sendiri.

Langkahnya sebagai berikut:

1. Bacalah tema umum ”Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul, persekutuan, Ekaristi dan doa” (bdk. Kis 2:42).

2. Sesuai dengan harinya, bacalah tema harian dan renungkanlah pertanyaan reflektif.

3. Daraskanlah Doa Untuk Persatuan Umat Kristen (Puji Syukur No. 177).


Sangat dianjurkan juga, paroki-paroki mengadakan gerakan doa bersama dengan Gereja Kristen Protestan terdekat, terutama dalam rangka penutupan PDS, 25 Jan 2011.

Kami juga menyerukan dan berharap bahwa hari Minggu, 23 Januari 2011, kita hayati sebagai Hari Minggu HAK-KAS yang ditandai gerakan ekologis, misalnya, kerja bakti menanam pohon atau menata lingkungan sekitar secara lintas iman di tingkat paroki. Selamat berdoa!


Berkah Dalem!

Semarang, 1 Januari 2011,



Aloys Budi Purnomo Pr

Ketua Kom HAK-KAS



============================

Tema Harian



Hari 1: Gereja di Yerusalem

Gereja Yerusalem bersaksi tentang kebenaran dan keadilan, dalam kesatuan sebagai anggota Tubuh Kristus. Bagaimana kita saat ini?



Hari 2: Banyak anggota, satu tubuh

Gereja Perdana terdiri dari berbagai keragaman. Umat Kristiani juga terdiri dari keragaman yang memperkaya. Bagaimana upaya kita merangkul keragaman demi kesatuan?



Hari 3: Setia pada pengajaran rasul

Unsur paling esensial kesatuan ialah Sabda Allah yang diwariskan melalui pengajaran para rasul. Bagaimana kita setia pada ajaran tersebut dalam iman akan Gereja yang satu?



Hari 4: Semangat berbagi

Gereja Perdana di Yerusalem mengembangkan semangat berbagi dengan sukacita dan murah hati, dan tidak seorang pun berkekurangan. Bagaimana dengan kita?



Hari 5: Ekaristi dalam harapan

“Memecah roti” (= Ekaristi) mempersatukan kita dalam pengharapan, baik secara personal maupun dalam keseluruhan. Bagaimana kita memiliki kekuatan untuk memperjuangkan keadilan dan damai yang bersumber dari Ekaristi?



Hari 6: Kekuatan doa

Gereja Perdana di Yerusalem bertekun dalam doa. Doa yang diajarkan Kristus mendorong kita berjuang menegakkan keadilan, damai dan persatuan sebagai tanda kehadiran Kerajaan Allah di tengah-tengah kita. Pada hari ini, Kom HAK KAS menyerukan hari Minggu dalam PDS sebagai Hari Minggu HAK-KAS. Sudahkah kita tahu dan sadar pentingnya merajut dialog dan kerjasama dengan umat beriman lain, misalnya, melalui dialog karya yang memberi perhatian keutuhan ciptaan? Bagaimana mewujudkannya?



Hari 7: Hidup dalam iman kebangkitan

Kita diundang untuk mewartakan kebangkitan Kristus dengan penuh sukacita walau harus menanggung penderitaan Salib. Apakah kebangkitan Kristus menjadi pengharapan dan kekuatan yang memampukan kita bersaksi tanpa takut, berkarya demi kemerdekaan dan damai?



Hari 8: Panggilan untuk rekonsiliasi

Kesaksian Gereja Perdana ditandai pelayanan rekonsiliasi. Demi kesatuan dan persatuan umat Kristiani, apakah kita dengan rendah hati rela saling mengampuni?



Doa Untuk Persatuan Umat Kristen (PS 177)

Bapa yang maha pengasih dan penyayang, menjelang akhir hidup-Nya, Yesus berdoa bagi para murid-Nya, “Semoga mereka semua bersatu, seperti Engkau, ya Bapa, ada dalam Aku dan Aku dalam Dikau; supaya mereka juga bersatu dalam Kita, agar dunia ini percaya bahwa Engkau mengutus Aku.”

Maka kami mohon ya Bapa: semoga semua orang Kristen bersatu padu dan giat mengusahakan kesatuan. Semoga seluruh pemimpin umat-Mu semakin menyadari perlunya kesatuan. Musnahkanlah sandungan akibat perpecahan umat Kristen. Semoga persatuan umat Kristen merupakan sumber perdamaian, dan tanda kasih Kristus bagi seluruh umat manusia.

Bapa, Tuhan Yesus Kristus telah bersabda kepada para rasul, “Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu”: Janganlah Kaupandang dosa-dosa kami, melainkan kepercayaan umat-Mu, dan berikanlah damai serta persatuan kepada kami sesuai dengan kehendak-Mu. Pandanglah kawanan domba Yesus. Semoga semua, yang telah dikuduskan oleh satu pembaptisan, dipererat pula oleh persatuan iman dan ikatan kasih. Buatlah kami semua menjadi satu kawanan dengan Yesus sendiri sebagai satu-satunya Gembala, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala abad. Amin



Dikeluarkan oleh Komisi HAK - KAS

(Bahan ini boleh diperbanyak sendiri sesuai kebutuhan!)

Minggu, 16 Januari 2011 Hari Minggu Biasa II

Minggu, 16 Januari 2011
Hari Minggu Biasa II

YESUS ADALAH SANG ANAK DOMBA ALLAH

"Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah." (Yoh 1:34)

Antifon Pembuka

Seluruh bumi hendaknya menyembah Dikau, ya Allah, dan bermazmur bagi-Mu, meluhurkan nama-Mu, ya Allah Mahatinggi.

Doa Renungan

Allah Bapa kami di surga, Engkau telah memilih dan membaptis kami berkat jasa Yesus Kristus, Putera-Mu. Baruilah kami dan seluruh Gereja-Mu dengan semangat pelayanan sebagaimana yang kami kenal pada diri Hamba-Mu yang setia. Jadikanlah kami cahaya bagi sesama, agar karya penyelamatan-Mu semakin tersebar luas sampai ke ujung bumi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (49:3.5-6)

"Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Tuhan berfirman kepada-Ku, "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Demikianlah firman Tuhan yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, yaitu untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya; yang karenanya aku dipermuliakan di mata Tuhan, dan Allahku menjadi kekuatan-Ku. Beginilah firman-Nya, "Terlalu sedikit bagimu untuk menjadi hamba-Ku, hanya menegakkan suku-suku Yakub dan mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai di ujung bumi."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 4/4, PS 850
Ref. Ya Tuhan aku datang melakukan kehendak-Mu.
Ayat. (Mzm 40:2+4ab.7-8a.8b-9.10; R: 8a.9a)
1. Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita.
2. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, "Lihatlah Tuhan, aku datang!
3. Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku."
4. Aku mengabarkan keadilan, di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1:1-3)

"Kasih karunia dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus."

Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, kepada Jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus. Serta kepada sekalian saudara di mana pun yang berseru kepada nama Yesus Kristus, Tuhan mereka dan Tuhan kita. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yohanes 1:14:12b)
Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,
semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:29-34)

"Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia."

Ketika Yohanes membaptis di Sungai Yordan, Ia melihat Yesus datang kepadanya. Maka katanya, "Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Sesudah aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi Yang mengutus aku membaptis dengan air telah berfirman Jikalau engkau melihat Roh turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dia itulah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya! Maka aku memberikan kesaksian: Dia inilah Anak Allah."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Saudara-saudari yang dicintai Tuhan,

Sebutan Yesus sebagai Anak Domba terdengar tidak mewakili pribadi Yesus yang akan menghapus dosa dunia. Anak domba biasanya tidak dianggap sebagai hewan yang masuk dalam kategori hewan yang mengagumkan karena bukan hewan yang kuat, cerdik, cekatan, atau indah dibandingkan hewan-hewan yang lain. Kita mengetahui bahwa Anak Domba adalah pusat dari Ekaristi Kudus serta Kitab Wahyu, dan kita mengetahui SIAPA Anak Domba tersebut. Apabila kita ingin mengalami Ekaristi Kudus sebagai surga di atas bumi, kita perlu mengetahui lebih banyak. Kita perlu mengetahui APA Anak Domba itu, dan MENGAPA kita menyebut Dia sebagai Anak Domba (Scott Hahn, “Lamb’s Supper”, hal.37-38).

“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata:”Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29). Sebutan Anak Domba Allah adalah salah satu lambang utama dalam ajaran penginjil Yohanes tentang pribadi Kristus. Lambang itu mempersatukan gagasan “Hamba” yang menanggung dosa manusia, dan mempersembahkan diri sebagai “anak domba perdamaian”, serta upacara sekitar anak domba Paskah. Anak Domba Allah adalah lambang penebusan Israel.

“…Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atasNya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus” (ay. 33). Ungkapan ini menyimpulkan karya hakiki Mesias sebagaimana dinubuatkan Perjanjian Lama yakni melahirkan kembali seluruh umat manusia dalam Roh Kudus. Karena Roh Kudus turun ke atas-Nya maka Mesias sanggup memberikan Roh Kudus itu kepada manusia tetapi baru setelah kebangkitanNya. Maka laksana sumber, Roh Kudus akan mengalir dan terpancar ke seluruh dunia.

Saudara-saudari yang dicintai Tuhan,

Yesus adalah Anak Domba Allah yang dengan rela hati memikul dosa-dosa manusia. Ia mau menanggung kesalahan dan kejahatan kita. Hal ini Ia wujudkan dengan pengorbanan-Nya di kayu salib. “Ia berfirman kepadaku:” Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan Keagungan-Ku” (Yes 49:3) . Sekarang, bagaimana kita memaknai pengorbanan Yesus di salib dalam kehidupan kita sehari-hari?

“Perayaan Ekaristi adalah tindakan Kristus sendiri dan Gereja, dimana Kristus Tuhan, dengan pelayanan imam, mempersembahkan Diri-Nya yang hadir nyata dalam warna roti dan anggur kepada Allah Bapa, serta memberikan Diri sebagai rejeki rohani kepada umat beriman yang diikutsertakan dalam persembahan-Nya. Dalam perjamuan Ekaristi, umat Allah dihimpun menjadi satu, di bawah pimpinan Uskup atau imam di bawah otoritasnya, yang bertindak selaku pribadi Kristus, dan semua umat beriman lain yang menghadirinya, baik klerus maupun awam sama-sama ambil bagian, masing-masing menurut caranya sendiri selaras perbedaan tahbisan dan tugas-tugas liturgis. Perayaan Ekaristi hendaknya diatur sedemikian rupa, agar semua yang ikutserta memetik hasil yang berlimpah; untuk memperoleh itulah Kristus Tuhan mengadakan kurban Ekaristi” (KHK kanon 899).



Salam dan berkat

Pastor L. Setyo Antoro SCJ

Sabtu, 15 Januari 2011 Hari Biasa Pekan I

Sabtu, 15 Januari 2011
Hari Biasa Pekan I

Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa <---> Mrk 2:17


Doa Renungan


Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, berkali-kali Engkau bersabda melalui para nabi. Tetapi pada pribadi Yesus kami imani Dialah Sabda-Mu yang menjelma, warta gembira bagi sekalian orang segala jaman. Resapkanlah Sabda-Mu ini ya Tuhan, agar menjadi kekuatan bagi kami dalam melangkah dan melakukan aktivitas pekerjaan kami hari ini sehingga dapat berjalan dengan baik. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Orang beriman diundang untuk percaya pada kekuatan Sabda Allah. Sebab Sabda Allah telah menjadi nyata dalam hidup dan karya Yesus. Dalam diri-Nya, kita menemukan rahmat dan kasih Allah yang sejati.

Pembacaan dari Surat kepada orang Ibrani (4:12-16)

"Marilah kita menghampiri takhta kerahiman Allah dengan penuh keberanian."

Saudara-saudara, sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 853
Ref.
1. 2 | 3 1 2 3 | 2 . 2 2 3 4 | 3 1 2 3 | 2 .1 | 1 . ||
Sab-da- Mu ya Tu - han, a- da- lah Roh dan ke- hi -dup - an
Ayat. (Mzm 19:8-9.10.15; R: Yoh 6:63c)

1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh memberikan hikmat kepada orang yang bersahaja.
2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.
3. Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selamanya.
4. Lebih indah daripada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.

Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 4:18-19)
Tuhan mengutus Aku mewartakan Injil kepada orang yang hina-dina dan memberitakan pembebasan kepada orang tawanan. Alleluya.

Ketidaksempurnaan manusia tidak menghalangi Yesus untuk melibatkan manusia dalam karya-Nya. Sebaliknya Dia mau menyempurnakan hidup orang tersebut dari kelemahannya dengan cara memanggil dia untuk hidup dan berkarya bersama-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (2:13-17)

"Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Sekali peristiwa Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Dalam pertemuan lingkungan, entah pendalaman iman Bulan Kitab Suci, APP, atau Adven, kerap kali umat yang datang hanya itu itu saja. Sebagian merasa enggan datang karena merasa tidak mendapat apa-apa; yang lain karena malas; dan ada yang lagi karena pernah kecewa atau sakit hati. Kelompok yang terakhir cenderung melihat pribadi dan kesalahan yang pernah dilakukannya sebagai yang tidak terpisahkan.


Bagaimana Yesus dapat makan bersama-sama dengan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa? Karena Yesus mencintai setiap pribadi meskipun membenci dosa-dosanya. Yesus mau menjadi sahabat para pendosa dan tinggal di antara mereka agar mereka mengalami belas kasih dan kerahiman Allah. Surat Rasul Paulus kepada jemaat Ibrani mengatakan tentang Dia, ”Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibr. 4:15).


Dari Yesus kita belajar, pertama, untuk menjadi saudara bagi setiap orang, kendati tetap membenci dosa-dosa mereka. Tindakan Yesus ini merupakan wujud betapa Allah mengasihi mereka. Kedua, mengalami sendiri betapa besar kerahiman-Nya bagi diri kita yang berdosa ini. Yesus tetap mau menemani manusia pendosa dan mengampuni segala dosa betapa pun besarnya.


Bantulah aku dengan rahmat-Mu ya Tuhan agar aku berani bergaul dengan semua orang dan berbelas kasih seperti Engkau. Amin.


Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian