Senin, 18 Oktober 2010 Pesta Santo Lukas, Pengarang Injil

Senin, 18 Oktober 2010
Pesta Santo Lukas, Pengarang Injil

Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu --- Luk 12:31

Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahakudus, Putera-Mu telah mengutus tujuh puluh orang murid-Nya untuk mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Bantulah kami pada hari ini agar dapat menjadi pewarta sabda-Mu, seperti Santo Lukas yang dengan berani mewartakan sabda-Mu melalui injilnya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Santo Paulus mendapatkan banyak kesulitan dengan tukang tembaga yang bernama Aleksander. Lebih mengenaskan lagi, Demas, muridnya, telah meninggalkannya. Sementara lkawan-kawan seperjuangan, Kraskas dan Titus, sedang tidak berada di dekatnya untuk memberikan hiburan. Di sinilah, Lukas, yang juga penulis Injil ketiga, menunjukkan kesetiaannya sebagai sahabat.

Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (2Tim 4:10-17b)

"Hanya Lukas yang tinggal dengan aku."

Saudaraku terkasih, Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia, sedang Titus ke Dalmatia. Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia kemari, karena pelayanannya penting bagiku. Tikhikus telah kukirim ke Efesus. Jika engkau kemari, bawalah juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita. Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku; semuanya meninggalkan aku. -- Kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka. -- Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya, dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Para kudus-Mu, ya Tuhan, memaklumkan Kerajaan-Mu yang semarak mulia.
Ayat.
(Mzm 145:10-13ab.17-18)
1. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
2. Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
3. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 15:16)
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.

Berdasarkan Kej 10, dalam dunia ini terdapat 70 bangsa. Maka perutusan ketujuhpuluh murid ini menunjukkan pesan Lukas tentang kegiatan misioner Gereja ke seluruh dunia. Perutusan berdua-dua dimaksudkan untuk menjamin bahwa yang mereka katakan tidak disangsikan oleh para pendengarnya (bdk.Mat 18,16). Orientasi perutusan selalu demi Kerajaan Allah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:1-9)

"Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya."


Pada suatu hari Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, "Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian itu, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalu kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, 'Damai sejahtera bagi rumah ini.' Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, salammu itu akan kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ, dan katakanlah kepada mereka, 'Kerajaan Allah sudah dekat padamu'."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

Renungan

Lukas, pengarang Injil ketiga, menunjukkan panggilan hidup Kristiani. Panggilan kita bersama adalah membawa damai, sebagai tanda Kerajaan Allah yang telah datang. Apakah kita memiliki musuh? Apakah kita termasuk orang yang sulit memaafkan, lalu mendendam mendengkinya? Pendamai sejati adalah orang berani bersandar pada pengampunan Allah, sehingga menjadi pribadi yang mudah mengampuni.

KITAB INJIL LUKAS

Menceritakan Yesus sebagai Raja Penyelamat yang dijanjikan Tuhan untuk Israel dan seluruh umat manusia. Dalam bukunya ini Lukas menulis bahwa Yesus telah diberi tugas oleh Roh Kudus untuk menyiarkan Kabar Baik dari Tuhan kepada kaum miskin. Injil ini penuh dengan perhatian terhadap orang-orang dengan berbagai kebutuhan. Nampak pula suatu nada sukacita dalam buku Lukas ini, terutama pada pasal-pasal pertama mengenai kedatangan Yesus. Pada bagian penutupnya menceritakan terangkatnya Yesus ke surga. Kisah tentang pertumbuhan dan penyebaran agama Kristen setelah Yesus naik ke surga diceritakan juga oleh penulis kitab ini di dalam Kisah Para Rasul.

Menurut tradisi, Lukas adalah seorang dokter kafir tapi lembut serta baik hati, dan mengenal Kristus melalui pewartaan Rasul St. paulus. Setelah menjadi seorang Kristen, ia pergi menyertai Paulus ke berbagai tempat. Lukas merupakan seorang penolong yang banyak membantu Rasul Paulus dalam mewartakan iman. Kitab Suci menyebut Lukas sebagai "Tabib Lukas yang kekasih".

St. Lukas adalah penulis dua buah kitab dalam Kitab Suci, yaitu Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Lukas ingin menulis tentang Dia bagi umat Kristiani yang baru bertobat. Jadi, ia berbicara denagn mereka-mereka yang mengenal Yesus. Ia mencatat semua perbuatan Yesus yang mereka lihat dan Sabda Yesus yang mereka dengar. Menurut tradisi, Lukas memperoleh sebagian informasi penting dari Santa Perawan Maria sendiri. Bunda Maria merupakan orang yang tepat yang dapat menggambarkan secara jelas kedatangan malakat Gabriel kepadanya untuk menyampaikan Kabar Gembira. Bunda Maria-lah yang paling dapat menceritakan secara rinci kisah kelahiran Yesus di Betlehem serta pengungsian Keluarga Kudus ke Mesir.

Lukas juga menuliskan kisah tentang bagaimana para rasul mulai mewartakan Sabda Yesus setelah Ia kembali ke surga. Dalam kitab tulisan Lukas, Kisah Para Rasul, kita mengetahui bagaimana Gereja mulai tumbuh dan berkembang. Kita tidak tahu pasti bilamana atau di mana Lukas wafat. Ia merupakan salah seorang dari keempat penulis Injil. Dari Injil Lukas kita mengenal cinta serta belas kasih Yesus. Luangkan sedikit waktu hari ini untuk membaca dengan khidmat sebagian dari Injil yang ia tulis.

Kami bersyukur kepada-Mu ya Bapa, karena Engkau senantiasa memberi kami kekuatan untuk mewartakan sabda-Mu pada hari ini. Semoga apa yang kami wartakan hari ini menjadi bagian dari hidup kami juga. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

R U A H

Bacaan Harian 18-24 Oktober 2010

Senin, 18 Oktober: Pesta St. Lukas, Penginjil (M).
2Tim 4:10-17b; Mzm 145:10-13ab.17-18; Luk 10:1-9.

Dari tahun ke tahun, umat Katolik di negara kita kian bertambah. Namun, panggilan menjadi imam kian menurun. Maka, selain terus-menerus berdoa supaya Tuhan menyuburkan panggilan menjadi imam, kita sendiri sebagai murid Tuhan harus ikut terlibat dalam karya dan pelayanan untuk mengembangkan Kerajaan Allah. Keterlibatan kaum awam semakin dibutuhkan untuk ikut bekerja bagi Kerajaan Allah.

Selasa, 19 Oktober: Hari Biasa Pekan XXIX (H).

Ef 2:12-22; Mzm 85:9ab-14; Luk 12:35-38.

Berjaga-jaga berarti semakin memperkuat diri dengan iman yang dalam, harapan yang pasti, dan cinta yang ikhlas. Itu semua akan menjadi perisai yang dapat membuat kita bertahan dalam cobaan dan godaan, yang kemudian mengantar kita pada kehidupan yang berkelimpahan.

Rabu, 20 Oktober:Hari Biasa Pekan XXIX (H).

Ef 3:2-12; MT Yes 12:2-3.4bcd-6; Luk 12:39-48

Kewaspadaan berarti sikap selalu sadar diri, tidak hanyut dan terlena dengan arus dunia sekeliling. Berbekal dengan kewaspadaan, kita tahu apa yang harus kita buat di tengah cobaan dan godaan dunia. Untuk selalu waspada, kita perlu punya waktu hening: menatap diri, berkomunikasi dengan-Nya, menemukan langkah sesuai kehendak-Nya.

Kamis, 21 Oktober: Hari Biasa Pekan XXIX (H).

Ef 3:14-21; Mzm 33:1-2.4-5.11-12.18-19; Luk 12:49-53.

Yesus tidak menjanjikan damai dalam arti dunia. Menjadi murid Yesus bahkan bisa mendatangkan ’perang’ di mata dunia. Yesus menawarkan kebahagiaan sejati. Dan itu dapat kita peroleh dengan keberanian untuk melawan arus dunia. Dibutuhkan sikap tegas untuk berpegang pada jalan Yesus, kendati bisa menimbulkan ’perang’. Beranikah?

Jumat, 22 Oktober: Hari Biasa Pekan XXIX (H).

Ef 4:1-6; Mzm 24:1-4ab.5-6; Luk 12:54-59.

Dengan segala kemampuan teknologi, manusia mampu meramalkan keadaan bumi dan cuaca, lalu mempersiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasinya. Tetapi terhadap satu hal yang pasti, manusia seringkali lupa: kehidupan hanyalah perjiarahan menuju tempat tinggal abadi. Apa yang sudah kita siapkan?

Sabtu, 23 Oktober: Peringatan Wajib St. Yohanes dari Capestrano, Imam (P).

Ef 4:7-16; Mzm 122:1-5; Luk 13:1-9.

Seperti pohon ara yang masih diberi waktu dan kesempatan untuk berbuah, kepada kita juga diberi waktu dan kesempatan untuk bertobat dan menghasilkan buah. Memang, tidak ada kata terlambat, tapi bukan berarti selalu boleh menunda. Sekarang waktunya sebelum tidak ada lagi waktu.

Minggu, 24 Oktober: Hari Minggu Biasa XXX (H).

Sir 35:12-14.16-18; Mzm 34:2-3.17-19.23; 2Tim 4:6-8.16-18; Luk 18:9-14.

Di hadapan Tuhan yang Mahatahu, tak perlulah kita bermegah diri atas segala yang telah kita buat bagi-Nya dan merasa lebih baik dari orang lain. Sikap yang terus-menerus harus dipupuk haruslah sikap yang menganggap diri kecil dan tak layak di hadapan-Nya dan karena itu selalu berusaha untuk hidup lebih baik.